STIKESBAPTISSTIKESBAPTIS
JURNAL PENELITIAN KEPERAWATANJURNAL PENELITIAN KEPERAWATANStroke iskemik merupakan salah satu gangguan kesehatan yang menjadi penyebab utama kecacatan serta kematian. Indeks Castelli Risk II (CRI-II), yaitu rasio LDL terhadap HDL. Nilai CRI-II yang tinggi menggambarkan potensi aterogenik yang dapat memicu kejadian stroke, terutama pada serangan pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan nilai CRI-II berdasarkan faktor risiko stroke iskemik seperti hipertensi, usia, jenis kelamin, diabetes melitus, status merokok, serta profil lipid pada pasien stroke iskemik serangan pertama. Penelitian ini merupakan studi analitik deskriptif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder dari 120 pasien stroke iskemik usia 40–59 tahun di beberapa rumah sakit di Yogyakarta. Analisis dilakukan menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan chi-square untuk menguji hubungan antar variabel. Sebagian besar pasien memiliki nilai CRI-II yang tinggi dengan presentase 55%. Tidak terdapat hubungan antara nilai CRI-II dengan faktor risiko lain seperti usia, jenis kelamin, riwayat hipertensi, meskipun secara angka pasien dengan hipertensi memiliki skor CRI-II lebih tinggi dari normal (p=0.462). Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara kadar LDL tinggi dan nilai CRI-II (p=0,001), menunjukkan peran dominan LDL dalam peningkatan risiko aterosklerosis, karena LDL merupakan bagian dari perhitungan CRI-II. Tidak terdapat perbedaan signifikan nilai CRI-II pada pasien stroke iskemik berdasarkan sebagian besar faktor risiko yang dianalisis, kecuali pada kadar LDL. Hal ini menunjukkan pentingnya kontrol lipid, khususnya LDL, dalam pencegahan stroke iskemik pertama.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pasien dengan riwayat hipertensi cenderung memiliki nilai indeks Castelli Risk II yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien tanpa riwayat hipertensi.Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan antara nilai indeks Castelli Risk II pada pasien stroke iskemik dengan dan tanpa riwayat hipertensi, serta faktor risiko lainnya.Temuan ini menggarisbawahi pentingnya kontrol kadar lemak tubuh, khususnya LDL, sebagai pertimbangan dalam mencegah terjadinya stroke pada usia dewasa awal.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi hubungan antara variasi genetik yang memengaruhi metabolisme lipid dan nilai CRI-II pada pasien stroke iskemik, sehingga dapat mengidentifikasi individu yang lebih rentan terhadap risiko stroke. Selain itu, studi intervensi yang melibatkan modifikasi gaya hidup dan terapi farmakologis untuk menurunkan kadar LDL dan meningkatkan HDL perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam mengurangi nilai CRI-II dan mencegah kejadian stroke berulang. Terakhir, penelitian prospektif dengan ukuran sampel yang lebih besar dan periode follow-up yang lebih lama diperlukan untuk mengkonfirmasi hubungan antara CRI-II dan perkembangan penyakit kardiovaskular, serta untuk menentukan nilai ambang CRI-II yang optimal untuk identifikasi risiko stroke pada populasi Indonesia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran CRI-II dalam patogenesis stroke iskemik dan membantu mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif.
| File size | 438.21 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
IPHORRIPHORR Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 orang pasien diabetesMetode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 orang pasien diabetes
STIKES YRSDSSTIKES YRSDS Hasil menunjukkan ACT efektif meningkatkan kesiapan keluarga melalui penerimaan kondisi pasien, pengurangan stres, penguatan komitmen perawatan, dan peningkatanHasil menunjukkan ACT efektif meningkatkan kesiapan keluarga melalui penerimaan kondisi pasien, pengurangan stres, penguatan komitmen perawatan, dan peningkatan
POLTEKKES KDIPOLTEKKES KDI Saran: Diperlukan penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar dan durasi intervensi lebih panjang. Kombinasi crumpled paper exercise dan constraint inducedSaran: Diperlukan penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar dan durasi intervensi lebih panjang. Kombinasi crumpled paper exercise dan constraint induced
AKPERALKAUTSARAKPERALKAUTSAR Metode: Penelitian studi kasus menggunakan teknik non acak (accidental sampling). Terapi dilakukan dua kali sehari (pagi dan sore) selama 7 hari. EvaluasiMetode: Penelitian studi kasus menggunakan teknik non acak (accidental sampling). Terapi dilakukan dua kali sehari (pagi dan sore) selama 7 hari. Evaluasi
SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA Studi kasus ini bertujuan untuk melihat perubahan status hemodinamik dan jalan napas dengan pemberian intervensi terapi murottal dan posisi semi fowler.Studi kasus ini bertujuan untuk melihat perubahan status hemodinamik dan jalan napas dengan pemberian intervensi terapi murottal dan posisi semi fowler.
STIKES BETHESDASTIKES BETHESDA Temuan ini menegaskan pentingnya memperhatikan faktor budaya dalam menerapkan model perawatan, terutama pada masyarakat yang memiliki budaya yang kental,Temuan ini menegaskan pentingnya memperhatikan faktor budaya dalam menerapkan model perawatan, terutama pada masyarakat yang memiliki budaya yang kental,
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Intervensi dilakukan dalam dua shift. Penilaian risiko ulkus dekubitus menggunakan skala Braden, memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga, dan memastikanIntervensi dilakukan dalam dua shift. Penilaian risiko ulkus dekubitus menggunakan skala Braden, memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga, dan memastikan
UMSUMS WHO secara eksplisit telah menyatakan pentingnya perawatan paliatif sebagai bagian dari pelayanan yang komprehensif pada penyakit tidak menular. StudiWHO secara eksplisit telah menyatakan pentingnya perawatan paliatif sebagai bagian dari pelayanan yang komprehensif pada penyakit tidak menular. Studi
Useful /
APTIKOMAPTIKOM Evaluasi yang dilakukan dalam artikel ini menggunakan 10 sampel data dengan hasil sistem mampu memilih karyawan terbaik secara lebih objektif dengan indikatorEvaluasi yang dilakukan dalam artikel ini menggunakan 10 sampel data dengan hasil sistem mampu memilih karyawan terbaik secara lebih objektif dengan indikator
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Banyak faktor yang menyebabkan stunting, salah satunya adalah anemia. Ibu hamil yang mengalami anemia mengalami penurunan suplai oksigen ke sel-sel tubuhBanyak faktor yang menyebabkan stunting, salah satunya adalah anemia. Ibu hamil yang mengalami anemia mengalami penurunan suplai oksigen ke sel-sel tubuh
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Teknik relaksasi pernapasan dalam dan aromaterapi lavender adalah metode manajemen nyeri non-farmakologis yang efektif. Selain meningkatkan kenyamanan,Teknik relaksasi pernapasan dalam dan aromaterapi lavender adalah metode manajemen nyeri non-farmakologis yang efektif. Selain meningkatkan kenyamanan,
PPLPPL Evaluasi mengidentifikasi kebutuhan akan pendekatan humanis, ketersediaan bahan baku udang kecil, serta pentingnya keberlanjutan dan tindak lanjut pelatihan.Evaluasi mengidentifikasi kebutuhan akan pendekatan humanis, ketersediaan bahan baku udang kecil, serta pentingnya keberlanjutan dan tindak lanjut pelatihan.