STIKESBAPTISSTIKESBAPTIS

JURNAL PENELITIAN KEPERAWATANJURNAL PENELITIAN KEPERAWATAN

Remaja merupakan kelompok yang paling aktif menggunakan media sosial, namun juga rentan terhadap dampak negatif dari paparan konten visual yang menampilkan standar kecantikan tidak realistis. Salah satu dampak psikologis yang dapat timbul adalah Body Dysmorphic Disorder (BDD), yaitu gangguan mental yang ditandai dengan ketidakpuasan berlebihan terhadap penampilan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paparan media sosial dengan risiko BDD pada remaja putri kelas 9 di salah satu SMP Negeri Jakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan cross-sectional, melibatkan 110 siswi yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner intensitas penggunaan media sosial dan gejala BDD, dengan analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara paparan media sosial dan risiko BDD (ρ = 0,200 dan p = 0,036). Mayoritas responden berada pada kategori sedang baik dalam tingkat paparan media sosial maupun risiko BDD, dengan gejala dominan berupa pemeriksaan diri kompulsif. Disimpulkan bahwa semakin tinggi paparan media sosial, semakin tinggi pula risiko remaja mengalami BDD. Oleh karena itu, diperlukan intervensi preventif seperti literasi media, edukasi kesehatan mental, serta dukungan psikososial di sekolah untuk menurunkan risiko gangguan citra tubuh.

Penelitian ini membuktikan adanya hubungan signifikan antara paparan media sosial dan risiko Body Dysmorphic Disorder (BDD) pada remaja putri kelas 9 di salah satu SMP Negeri Jakarta.Meskipun korelasi tergolong lemah, hasil ini bermakna secara statistik dan penting secara klinis karena masa remaja merupakan fase krusial pembentukan identitas diri.Sebagian besar responden berada pada kategori sedang untuk paparan media sosial maupun risiko BDD, dengan gejala dominan berupa pemeriksaan diri kompulsif.

Penelitian lanjutan perlu mengkaji dampak konten spesifik (seperti unggahan selebritas atau tutorial kecantikan) terhadap peningkatan risiko BDD pada remaja. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang peran orang tua dan guru dalam memfasilitasi literasi media untuk mengurangi ketidakpuasan tubuh. Terakhir, penelitian dapat mengembangkan program intervensi berbasis sekolah yang mengintegrasikan regulasi emosi dan penguatan harga diri sebagai strategi preventif jangka panjang.

Read online
File size342.41 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test