JURNALDIALEKTIKAJURNALDIALEKTIKA

Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu SosialJurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial

Perkembangan teknologi saat ini berlangsung dengan cepat dan luar biasa, dengan kemudahan akses komunikasi serta beragam fitur yang memudahkan semua kalangan menjelajahi media sosial untuk berbagai aktivitas menarik. Seiring perkembangan tersebut, media sosial yang awalnya berfungsi sebagai sarana komunikasi perlahan menjadi tempat mengekspresikan emosi yang sering mengandung kata‑kata menyakiti, menghina, dan memaki, yang dikenal sebagai perilaku cyberbullying. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dampak perilaku cyberbullying di kalangan remaja. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur terhadap artikel‑artikel dalam rentang sepuluh tahun terakhir, yaitu 2015‑2024, dengan subjek remaja laki‑laki dan perempuan. Hasil penelitian menghasilkan beberapa temuan mengenai dampak cyberbullying terhadap korban, yang dikelompokkan menjadi tiga kategori: dampak psikologis, fisik, dan sosial.

Cyberbullying merupakan perilaku yang bertujuan menakut‑nakan, mengamuk, dan menghina korban melalui penyebaran fitnah, pesan mengancam, pemalsuan identitas, serta pembuatan grup daring yang memicu kebencian.Dampaknya meliputi aspek psikologis (penurunan konsentrasi, kecemasan, rasa malu, dan kehilangan kepercayaan diri), perilaku (penarikan diri, agresi, perilaku menyimpang seperti truansi dan penyalahgunaan zat), serta fisik (sakit kepala, gangguan tidur, mata merah, serta gejala psikosomatik) dan sosial (isolasi, rasa kesepian, ketidaknyamanan dalam kerama‑kumpulan).

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi secara kuantitatif hubungan antara intensitas paparan cyberbullying dan tingkat kecemasan serta depresi pada remaja dengan menggunakan desain survei longitudinal yang melibatkan sampel besar dari berbagai sekolah, sehingga memungkinkan identifikasi perubahan psikologis seiring waktu serta faktor-faktor yang memoderasi hubungan tersebut. Selain itu, studi eksperimental yang menguji efektivitas program edukasi digital berbasis sekolah dalam meningkatkan literasi media, kemampuan coping, dan empati remaja terhadap cyberbullying perlu dilakukan, dengan mengukur perubahan perilaku agresif daring serta persepsi korban sebelum dan sesudah intervensi, sehingga dapat menilai kontribusi program tersebut dalam mengurangi dampak negatif. Selanjutnya, penelitian kualitatif mendalam mengenai peran keluarga, khususnya pola pengawasan orang tua, komunikasi internal, dan dukungan emosional, dalam memediasi dampak sosial dan fisik cyberbullying pada remaja dapat memberikan insight tentang faktor protektif yang belum banyak dibahas dalam literatur saat ini, serta mengidentifikasi strategi keluarga yang efektif. Dengan menggabungkan pendekatan metodologis yang beragam, ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat melengkapi temuan tinjauan literatur sebelumnya, memperluas pemahaman tentang mekanisme dampak cyberbullying, serta menyediakan dasar ilmiah yang kuat bagi perumusan kebijakan dan program intervensi yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

  1. One moment, please.... one moment please wait request verified ejurnal.ars.ac.id/index.php/jsa/article/view/670One moment please one moment please wait request verified ejurnal ars ac index php jsa article view 670
  2. DAMPAK CYBERBULLYING DI MEDIA SOSIAL PADA REMAJA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING... neo.ppj.unp.ac.id/index.php/neo/article/view/96DAMPAK CYBERBULLYING DI MEDIA SOSIAL PADA REMAJA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING neo ppj unp ac index php neo article view 96
Read online
File size295.5 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test