POLKESBANPOLKESBAN

Media Penelitian dan Pengembangan KesehatanMedia Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Kesejahteraan psikologis perinatal memainkan peran penting dalam tahap awal perkembangan anak. Memahami hubungan antara kesehatan mental ibu dan sifat perkembangan anak yang beragam merupakan titik fokus penting untuk intervensi dini. Studi ini bertujuan untuk memetakan badan penelitian saat ini tentang hubungan antara suasana hati perinatal dan gangguan kecemasan (PMAD) dan keterlambatan perkembangan pada balita. Tinjauan cakupan ini dilakukan dengan menggunakan daftar periksa PRISMA-ScR dan kerangka kerja Population-Concept-Context (PCC). Basis data elektronik yang dicari termasuk PubMed, ScienceDirect, EBSCO, Research Rabbit, dan Google Scholar. Kriteria inklusi terdiri dari artikel penelitian asli yang diterbitkan antara 2013 dan 2023 yang membahas gangguan mood dan kecemasan perinatal, melibatkan wanita hamil atau orang tua dari anak-anak berusia 0-5 tahun, dan menggunakan desain kohort, cross-sectional, atau quasi-experimental. Sebanyak 16 artikel memenuhi kriteria inklusi, memberikan wawasan dari negara maju dan berkembang. Analisis tersebut mengungkapkan hubungan yang konsisten antara suasana hati perinatal dan gangguan kecemasan dan keterlambatan perkembangan pada balita. Temuan utama mencakup berbagai dimensi PMAD (misalnya, simtomatologi, tingkat keparahan dan waktu paparan, faktor risiko, peristiwa kehidupan yang signifikan, dan dukungan sosial) serta sifat keterlambatan perkembangan (misalnya, faktor risiko orang tua dan domain keterlambatan tertentu). Temuan ini menggarisbawahi pentingnya skrining dini dan penerapan intervensi yang ditargetkan selama kehamilan dan periode pasca persalinan.

Scoping review ini bertujuan untuk memetakan gejala gangguan mood dan kecemasan perinatal (PMAD) dan menguji asosiasinya dengan keterlambatan perkembangan pada anak berusia 0-5 tahun.Temuan menunjukkan bahwa gejala depresi dan kecemasan umumnya terjadi selama kehamilan dan periode pasca persalinan, dengan prevalensi yang lebih tinggi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, meskipun penelitian di negara-negara ini masih terbatas.Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) adalah instrumen skrining yang paling sering digunakan dan divalidasi.Kesehatan mental ibu ditemukan secara signifikan mempengaruhi perkembangan awal anak, terutama hasil emosional dan perilaku.Anak-anak dari ibu dengan depresi yang berkelanjutan dilaporkan memiliki risiko hingga enam kali lebih besar mengalami keterlambatan perkembangan emosional, termasuk perilaku internalisasi (misalnya, penarikan diri, kecemasan) dan eksternal (misalnya, hiperaktivitas, agresivitas).Selain itu, keterlibatan mitra yang terbatas dan dukungan psikososial yang tidak memadai diidentifikasi sebagai faktor yang lebih meningkatkan risiko perkembangan pada anak.

Berdasarkan temuan ini, kami merekomendasikan integrasi skrining komunitas rutin untuk PMAD ke dalam layanan kesehatan primer, terutama yang menargetkan populasi berisiko tinggi. Selain itu, program pembangunan kapasitas untuk penyedia layanan kesehatan primer harus diprioritaskan untuk meningkatkan deteksi dini dan intervensi untuk PMAD. Upaya yang ditargetkan ini diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan ibu dan mendukung hasil perkembangan optimal pada anak-anak kecil, mengatasi kesenjangan kesehatan mental yang kritis di negara-negara berkembang.

  1. A Study on Reliability in Graph Discovery | IEEE Conference Publication | IEEE Xplore. study reliability... ieeexplore.ieee.org/document/4063730A Study on Reliability in Graph Discovery IEEE Conference Publication IEEE Xplore study reliability ieeexplore ieee document 4063730
  2. PRISMA Extension for Scoping Reviews (PRISMA-ScR): Checklist and Explanation | Annals of Internal Medicine.... acpjournals.org/doi/10.7326/M18-0850PRISMA Extension for Scoping Reviews PRISMA ScR Checklist and Explanation Annals of Internal Medicine acpjournals doi 10 7326 M18 0850
Read online
File size312.31 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test