STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF

Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif BaturajaCendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja

Angka kuman udara di ruang rawat inap Rumah Sakit Ernaldi Bahar cenderung melebihi konsentrasi maksimum indeks angka kuman udara dalam ruang yang ditetapkan yaitu rata-rata diatas 500 CFU/m3. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko infeksi nosokomial, khususnya infeksi saluran pernapasan bawah, yang dapat berdampak pada keselamatan pasien dan tenaga medis. Faktor lingkungan seperti suhu, kelembapan, pencahayaan, dan syarat teknis bangunan serta kepatuhan petugas dalam pelaksanaan cuci tangan diduga berperan dalam mempengaruhi angka kuman udara dalam ruangan rawat inap. Penelitian ini bertujuan menganalisis variabel yang berkontribusi pada angka kuman udara di ruang rawat inap Rumah Sakit Ernaldi Bahar pada tahun 2025.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisa yang telah dilakukan peneliti mengenai analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan angka kuman udara dalam ruang di rawat inap RS Ernaldi Bahar tahun 2025 dapat ditarik kesimpulan ada hubungan antara suhu ruangan, kelembapan ruangan, pencahayaan dan kepatuhan pelaksanaan cuci tangan, dengan angka kuman udara dalam ruang rawat inap di RS Ernaldi Bahar.Sedangkan didapatkan hasil terbalik yaitu tidak ada hubungan antara syarat teknis bangunan ruangan dengan angka kuman udara dalam ruang rawat inap di RS Ernaldi Bahar (p Value = 0,951).Variabel independen yang paling dominan terhadap angka kuman udara dalam ruang rawat inap di RS Ernaldi Bahar adalah pencahayaan (p Value = 0,006).

Untuk penelitian selanjutnya, diharapkan dapat dilakukan dengan menambahkan variabel yang belum diteliti oleh peneliti sebelumnya, seperti jenis mikroba yang ada di ruangan rawat inap rumah sakit, serta menambah jumlah sampel untuk memperkuat hasil penelitian. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat fokus pada identifikasi dan analisis lebih mendalam mengenai faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi angka kuman udara, seperti jenis dan jumlah mikroba, serta faktor-faktor lingkungan lainnya yang belum tercakup dalam penelitian ini. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam upaya meningkatkan kualitas udara dan mengurangi risiko infeksi nosokomial di rumah sakit.

Read online
File size361.54 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test