STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF

Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif BaturajaCendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja

Academic stress and sleep quality are two crucial factors that can affect student performance, especially for those who are preparing for the State University entrance selection exam (PTN). This study aims to analyze the relationship between academic stress levels and sleep quality of grade XII students in preparation for the PTN entrance selection exam. This study used a cross-sectional design, which was carried out on 252 students at SMAN1 Tangerang City. The instrument in this study used the Percieved Stress Scale-10 (PSS-10) to determine the level of academic stress and the Pitssburgh Sleep Quality Index (PSQI) to determine the quality of sleep. Based on the level of academic stress, it was found that 75% of respondents experienced moderate levels of academic stress, while as many as 73% of respondents experienced poor sleep quality. The spearman rho test showed a value of p = 0.01 (p < a; a = 0.05), indicating that there is a significant relationship between the level of academic stress and the quality of sleep of grade XII students in preparation for the PTN entrance selection exam. Schools need to pay attention to mental health with stress management programs, the importance of time management in learning and healthy sleep hygiene. The researcher can then add different respondents, namely public high schools and private high schools to see the overall picture of events in a population.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa responden siswa kelas XII dalam persiapan ujian seleksi masuk PTN memiliki rata-rata usia 17,5 tahun dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan dan memiliki jurusan IPA.Mayoritas siswa mengalami tingkat stres akademik sedang dan kualitas tidur yang buruk.Terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres akademik dengan kualitas tidur siswa kelas XII di SMAN 1 Kota Tangerang dalam persiapan ujian seleksi masuk PTN.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat menguji efektivitas intervensi berbasis bukti seperti Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia (CBT-I) atau Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) dalam mengatasi kualitas tidur yang buruk dan stres akademik pada siswa kelas XII. Kedua, penelitian mendatang dapat melibatkan variabel lain yang berpotensi memengaruhi kualitas tidur siswa, seperti penggunaan teknologi, pola makan, aktivitas fisik, dan dukungan sosial untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif. Ketiga, untuk memperkuat generalisasi temuan, penelitian perlu dilakukan di berbagai sekolah dengan karakteristik yang berbeda, termasuk sekolah negeri dan swasta, guna memahami variasi dampak stres akademik dan kualitas tidur pada populasi siswa yang lebih luas. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih mendalam dan berkontribusi pada pengembangan strategi yang efektif untuk meningkatkan kesehatan mental dan kualitas tidur siswa dalam menghadapi tekanan akademik.

Read online
File size409.51 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test