STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif BaturajaCendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif BaturajaTuberkulosis Paru (TB) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang paling sering menyerang paru-paru bahkan organ lainnya. WHO menyatakan pada tahun 2021 ada 10 juta orang terinfeksi Tb paru setiap tahunnya, dan 1,5 juta orang meninggal dunia setiap tahunnya. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2018, terdapat 1.017.290 kasus Tb paru di Indonesia. Efek dari ketidakpatuhan pasien dalam pengobatan Tb ini dapat meningkatkan risiko morbiditas, mortalitas dan resistensi obat baik pada pasien maupun pada masyarakat luas. Tujuan penelitian ini adalah dianalisisnya berbagai faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien Tb paru di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Baru Kabupaten Ogan Komering Ulu tahun 2025. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain Cross-sectional. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Baru Kabupaten OKU pada bulan Mei – Juni 2025. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien Tb, baik terduga (suspect) maupun yang terkonfirmasi Tb paru di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Baru tahun 2024 yang berjumlah 67 orang. Sampel penelitian yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sebanyak 45 orang responden. Hasil penelitian, beberapa variabel independen berhubungan signifikan dengan kepatuhan minum obat (Pv<0,05) seperti penghasilan keluarga (Pv=0,041), dukungan keluarga (Pv=0,016), pengetahuan (Pv=0,006) dan sikap responden (Pv=0,001). Variabel lain tidak mempunyai hubungan dengan kepatuhan minum obat, seperti usia responden (Pv=0,190), jenis kelamin (Pv=0,500), tingkat pendidikan (Pv=0,409), status pekerjaan (Pv=0,136) dan lamanya minum obat (Pv=0,193). Saran meningkatkan upaya pengelolaan penyakit TB Paru dengan cara mengoptimalkan kegiatan promosi kesehatan oleh kader dan tenaga kesehatan mengenai penyakit TB Paru serta cara pengobatan nya. Mengingatkan pasien mengenai pentingnya meminum obat secara rutin dan teratur sesuai dengan anjuran. Mengingatkan pasien bahwa kepatuhan dalam meminum obat TB Paru dapat meminimalisir risiko terjadinya komplikasi serta resisten obat dan penularan penyakit TB Paru.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka peneliti menyimpulkan distribusi frekuensi responden diketahui bahwa sebagian besar responden berusia dewasa lanjut, laki-laki, tingkat pendidikan rendah, status pekerjaan bukan bekerja terjadwal, memiliki pendapatan yang tinggi, durasi penyakitnya baru, memiliki pengetahuan tinggi, sikap positif, memiliki keluarga yang mendukung, dan sebagian besar responden patuh minum obat Tb paru di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Baru Kabupaten Ogan Komering Ulu tahun 2025.Dari penelitian ini juga disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (Pv=0,041), pendapatan (Pv=0,006), sikap (Pv=0,001), dukungan keluarga (Pv=0,016) dengan kepatuhan minum obat pada pasien Tb paru di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Baru Kabupaten Ogan Komering Ulu tahun 2025.Sebaliknya tidak ada hubungan usia (Pv=0,190), jenis kelamin (Pv=0,500), tingkat pendidikan (Pv=0,409), status pekerjaan (Pv=0,136), durasi penyakit(Pv=0,193) dengan kepatuhan minum obat pada pasien Tb paru di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Baru Kabupaten Ogan Komering Ulu tahun 2025.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memperdalam pemahaman mengenai kepatuhan minum obat pada pasien TB paru. Pertama, penelitian kuantitatif dengan desain kohort dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko jangka panjang yang memengaruhi kepatuhan minum obat, seperti kondisi sosial ekonomi, dukungan psikologis, dan akses terhadap layanan kesehatan yang berkelanjutan. Kedua, penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dapat digunakan untuk menggali pengalaman dan persepsi pasien TB paru terkait dengan proses pengobatan, hambatan yang dihadapi, serta strategi yang mereka gunakan untuk mengatasi tantangan tersebut. Ketiga, penelitian intervensi dengan desain randomized controlled trial (RCT) dapat dilakukan untuk menguji efektivitas program edukasi kesehatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien TB paru, seperti penyuluhan tentang pentingnya kepatuhan minum obat, manajemen efek samping, dan dukungan kelompok sebaya. Ketiga saran penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien TB paru, mengurangi risiko resistensi obat, dan mencapai target eliminasi TB di Indonesia.
| File size | 507.87 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALFKMUITJURNALFKMUIT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin pada pasien wanita tuberkulosis paru yang mendapat OAT di Puskesmas Tamalate Kota MakassarPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin pada pasien wanita tuberkulosis paru yang mendapat OAT di Puskesmas Tamalate Kota Makassar
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Perlu meningkatkan ketersediaan dan aksesibilitas pelayanan kesehatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan wawancara mendalam kepadaPerlu meningkatkan ketersediaan dan aksesibilitas pelayanan kesehatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan wawancara mendalam kepada
STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pemahaman dan dukungan keluarga terhadap kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas Lubuk Rukam. PenelitianKesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pemahaman dan dukungan keluarga terhadap kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas Lubuk Rukam. Penelitian
STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF 637, variable jenis kelamin p value 0. 217, variable pendidikan 0. 441, pengetahuan 0,001, pekerjaan 1. 000, sikap 0. 035, dukungan keluarga 0. 080, efek637, variable jenis kelamin p value 0. 217, variable pendidikan 0. 441, pengetahuan 0,001, pekerjaan 1. 000, sikap 0. 035, dukungan keluarga 0. 080, efek
STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF A cross-sectional quantitative study was conducted with 99 respondents selected via purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaireA cross-sectional quantitative study was conducted with 99 respondents selected via purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Pijat refleksi adalah terapi komplementer yang efektif dalam mengurangi gangguan rasa nyaman dan menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. PenelitianPijat refleksi adalah terapi komplementer yang efektif dalam mengurangi gangguan rasa nyaman dan menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian
UM SURABAYAUM SURABAYA 129 mg/kg, 0. 105 mg/kg, 0. 107 mg/kg, 0. 098 mg/kg, 0. 176 mg/kg, 0. 152 mg/kg. Semua sampel makanan dan minuman kaleng tidak ada yang melebihi batas129 mg/kg, 0. 105 mg/kg, 0. 107 mg/kg, 0. 098 mg/kg, 0. 176 mg/kg, 0. 152 mg/kg. Semua sampel makanan dan minuman kaleng tidak ada yang melebihi batas
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Sukodono Kab. Sidoarjo. Penelitian dilakukan pada tanggal 7 dan 13 Mei 2013 dengan pendekatan deskriptif. Variabel penelitian adalah kejadian obesitasSukodono Kab. Sidoarjo. Penelitian dilakukan pada tanggal 7 dan 13 Mei 2013 dengan pendekatan deskriptif. Variabel penelitian adalah kejadian obesitas
Useful /
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Klaim pending rawat inap disebabkan oleh faktor administrasi, koding, dan medis. Faktor dominan penyebab klaim pending adalah faktor medis sebesar 57%.Klaim pending rawat inap disebabkan oleh faktor administrasi, koding, dan medis. Faktor dominan penyebab klaim pending adalah faktor medis sebesar 57%.
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Penelitian ini bertujuan membandingkan aktivitas Enzim AST pooled sera dengan pooled sera lipemik sesudah penambahan PEG 1,5%, α-CD 1,5%, dan SLS 5%,Penelitian ini bertujuan membandingkan aktivitas Enzim AST pooled sera dengan pooled sera lipemik sesudah penambahan PEG 1,5%, α-CD 1,5%, dan SLS 5%,
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Hasil uji Chi-Square (p=0,002) menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kadar gula darah dan kejadian ISK. Kesimpulan: Kadar gula darah padaHasil uji Chi-Square (p=0,002) menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kadar gula darah dan kejadian ISK. Kesimpulan: Kadar gula darah pada
STIKESGHSBYSTIKESGHSBY Diskusi: moksibasi L16 SP6 efektif dalam kemajuan persalinan dan nyeri persalinan kala I namun tidak ada perbedaan bermakna antara kelompok control danDiskusi: moksibasi L16 SP6 efektif dalam kemajuan persalinan dan nyeri persalinan kala I namun tidak ada perbedaan bermakna antara kelompok control dan