STIKESBUDILUHURCIMAHISTIKESBUDILUHURCIMAHI

JKBLJKBL

Stroke merupakan penyakit serebrovaskular yang menyebabkan gangguan neurologis dan motorik, sering berujung pada penurunan kekuatan otot. Music Movement Therapy (MMT) adalah intervensi non‑farmakologis yang menggabungkan musik dan latihan rentang gerak (ROM), yang berpotensi meningkatkan kekuatan otot serta mendukung rehabilitasi pada pasien stroke. Penelitian studi kasus ini dilakukan pada 13–19 Maret 2024 terhadap seorang pasien stroke non‑hemoragik (Ibu M) di Ruang Teratai Rumah Sakit Bayu Asih, Purwakarta. Pasien menerima sesi MMT selama 15 menit setiap hari selama tiga hari berturut‑turut. Kekuatan otot diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Manual Muscle Testing (skala MMT). Hasil menunjukkan peningkatan kekuatan otot dari grade 2 (gerak sendi penuh tanpa resistensi) pada hari pertama menjadi grade 4 (mampu menahan resistensi ringan hingga sedang) pada hari ketiga setelah intervensi. Kesimpulan: MMT secara efektif meningkatkan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke non‑hemoragik ini, sehingga profesional kesehatan dapat mempertimbangkan MMT sebagai intervensi komplementer non‑farmakologis untuk meningkatkan fungsi motorik dalam rehabilitasi stroke.

Studi kasus ini menunjukkan bahwa Music Movement Therapy (MMT) meningkatkan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke non‑hemoragik, dengan kenaikan dari grade 2 ke grade 4 pada skala Manual Muscle Testing setelah tiga hari intervensi berturut‑turut.Temuan ini mengindikasikan bahwa MMT berpotensi menjadi intervensi rehabilitatif pendukung yang dapat memperbaiki fungsi motorik dan meningkatkan kemandirian pasien stroke.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti efektivitas Music Movement Therapy (MMT) pada populasi pasien stroke yang lebih luas dengan menggunakan desain kuantitatif, sampel yang lebih besar, dan periode tindak lanjut jangka panjang untuk menilai keberlanjutan perbaikan kekuatan otot serta dampaknya terhadap kualitas hidup. Selain itu, diperlukan studi yang mengevaluasi pengaruh penerapan standar operasional prosedur (SOP) terstandardisasi untuk MMT di berbagai fasilitas kesehatan terhadap hasil rehabilitasi motorik, tingkat kemerdekaan, dan efisiensi penggunaan sumber daya klinis. Selanjutnya, penelitian dapat menyelidiki apakah program pelatihan khusus bagi perawat dan fisioterapis meningkatkan kepatuhan, keamanan, dan efektivitas pelaksanaan MMT, serta berkontribusi pada peningkatan fungsi motorik dan penurunan komplikasi pasca‑stroke. Ketiga arah penelitian ini akan memberikan bukti ilmiah yang lebih komprehensif mengenai aplikasi MMT dalam rehabilitasi stroke, memperkuat dasar kebijakan kesehatan, dan membantu mengoptimalkan praktik klinis di tingkat rumah sakit, sehingga dapat meningkatkan hasil terapeutik bagi pasien.

  1. Pengaruh Music Movement Therapy Terhadap Kemampuan Aktivitas Harian Pada Pasien Stroke | Klabat Journal... doi.org/10.37771/kjn.v1i2.412Pengaruh Music Movement Therapy Terhadap Kemampuan Aktivitas Harian Pada Pasien Stroke Klabat Journal doi 10 37771 kjn v1i2 412
  2. Penyuluhan Deteksi dan Pencegahan Stroke dengan Pengenalan Senam Anti Stroke Pada Masyarakat Desa Bulus... doi.org/10.30989/jice.v5i2.956Penyuluhan Deteksi dan Pencegahan Stroke dengan Pengenalan Senam Anti Stroke Pada Masyarakat Desa Bulus doi 10 30989 jice v5i2 956
  3. PENERAPAN MUSIC MOVEMENT THERAPY TERHADAP KEMAMPUAN AKTIVITAS HARIAN PADA PASIEN STROKE | Jurnal Kesehatan... journal.admi.or.id/index.php/JUKEKE/article/view/928PENERAPAN MUSIC MOVEMENT THERAPY TERHADAP KEMAMPUAN AKTIVITAS HARIAN PADA PASIEN STROKE Jurnal Kesehatan journal admi index php JUKEKE article view 928
Read online
File size192.01 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test