UNIPAUNIPA
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIAJURNAL KEHUTANAN PAPUASIATujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji jenis kelelawar pada kawasan hutan dataran rendah pantai utara Kabupaten Manokwari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik jelajah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis kelelawar pemakan buah yang ditemukan yaitu: Nyctimene albiventer, Rousettus amplexicaudatus, dan Macroglossus minimus yang semunya berasal dari satu famili yakni pteropodidae. Dari ketiga jenis kelelawar yang dijumpai, Rousettus amplexicaudatus merupakan jenis dengan jumlah individu terbanyak di bandingkan kedua jenis lainnya. Tingginya individu jenis ini di duga karena memiliki populasi yang sangat besar karena adaptasi yang cukup baik terhadap lingkungan.
Penelitian ini menemukan tiga jenis kelelawar pemakan buah di kawasan hutan dataran rendah pantai utara Manokwari, yaitu Nyctimene albiventer, Rousettus amplexicaudatus, dan Macroglossus minimus.Rousettus amplexicaudatus menunjukkan jumlah individu terbanyak, diduga karena adaptasi yang baik terhadap lingkungan.Keberadaan kelelawar ini penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem melalui peran mereka dalam penyebaran biji buah-buahan.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa arah studi lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut mengenai preferensi pakan kelelawar buah di wilayah tersebut dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam peran mereka dalam ekosistem hutan. Kedua, studi tentang dinamika populasi kelelawar buah, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan distribusi mereka, akan memberikan wawasan penting untuk upaya konservasi. Ketiga, penelitian tentang interaksi kelelawar buah dengan tumbuhan fruiting di kawasan tersebut dapat membantu mengidentifikasi spesies tumbuhan yang penting bagi kelelawar dan berkontribusi pada strategi pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
| File size | 712.58 KB |
| Pages | 6 |
| Short Link | https://juris.id/p-2sH |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
UNILAUNILA Data pohon dan potensi kayunya diambil secara purposive dengan menggunakan petak ukur persegi berukuran 20mx20m serta menggunakan intensitas sampling sebesarData pohon dan potensi kayunya diambil secara purposive dengan menggunakan petak ukur persegi berukuran 20mx20m serta menggunakan intensitas sampling sebesar
UPIUPI Identifikasi perubahan tutupan hutan dilakukan melalui citra satelit dengan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) untuk mendapatkan distribusiIdentifikasi perubahan tutupan hutan dilakukan melalui citra satelit dengan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) untuk mendapatkan distribusi
APTKLHIAPTKLHI Kelestarian hutan dianggap dalam kondisi yang baik bila ada keberlanjutan fungsi ekologi dan fungsi ekonomi. Penelitian ini menginvestigasi tingkat kesejahteraanKelestarian hutan dianggap dalam kondisi yang baik bila ada keberlanjutan fungsi ekologi dan fungsi ekonomi. Penelitian ini menginvestigasi tingkat kesejahteraan
APTKLHIAPTKLHI Penguatan modal sosial dalam bentuk kepercayaan, norma, dan jaringan akan mendorong terciptanya kemandirian baik bagi petani maupun kelompok tani dalamPenguatan modal sosial dalam bentuk kepercayaan, norma, dan jaringan akan mendorong terciptanya kemandirian baik bagi petani maupun kelompok tani dalam
APTKLHIAPTKLHI Dimensi keberlanjutan ECO, EGY, LIT, dan ACT berpengaruh langsung positif signifikan terhadap SCF. Pengujian hipotesis mediasi menunjukkan bahwa terdapatDimensi keberlanjutan ECO, EGY, LIT, dan ACT berpengaruh langsung positif signifikan terhadap SCF. Pengujian hipotesis mediasi menunjukkan bahwa terdapat
UNHASUNHAS Oleh karena itu, Informasi Geospasial diperlukan sebagai alat dalam formulasi kebijakan, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan aktivitas terkait ruangOleh karena itu, Informasi Geospasial diperlukan sebagai alat dalam formulasi kebijakan, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan aktivitas terkait ruang
UNILAUNILA Setiap petak dilakukan pengukuran diameter pohon ≥ 5 cm. Masing-masing petak dibuat sub petak pengamatan seresah berukuran 0,5 m x 0,5 m. PerhitunganSetiap petak dilakukan pengukuran diameter pohon ≥ 5 cm. Masing-masing petak dibuat sub petak pengamatan seresah berukuran 0,5 m x 0,5 m. Perhitungan
UNILAUNILA Strategi pengembangan hutan rakyat yang perlu diterapkan adalah pemeliharaan terhadap pohon, meminimalkan kelemahan pengetahuan tentang hutan dengan meningkatkanStrategi pengembangan hutan rakyat yang perlu diterapkan adalah pemeliharaan terhadap pohon, meminimalkan kelemahan pengetahuan tentang hutan dengan meningkatkan
Useful /
UNIPAUNIPA Frekuensi pengambilan hasil hutan kayu rata-rata 1 minggu sampai 2 bulan tergantung dari kebutuhan/ketersediaan hasil hutan kayu. Upaya konservasi masihFrekuensi pengambilan hasil hutan kayu rata-rata 1 minggu sampai 2 bulan tergantung dari kebutuhan/ketersediaan hasil hutan kayu. Upaya konservasi masih
POLBANPOLBAN Penelitian ini berhasil merancang dan merealisasikan sistem portabel pendeteksi aktivitas dan kelelahan otot berbasis sensor elektromiografi (EMG) yangPenelitian ini berhasil merancang dan merealisasikan sistem portabel pendeteksi aktivitas dan kelelahan otot berbasis sensor elektromiografi (EMG) yang
UMITRAUMITRA Adapun sampah ini belum dikelola dengan baik. Sampah hanya dibiarkan menumpuk pada tempat sampah sementara, lalu akan dibuang ke tempat pembuangam akhirAdapun sampah ini belum dikelola dengan baik. Sampah hanya dibiarkan menumpuk pada tempat sampah sementara, lalu akan dibuang ke tempat pembuangam akhir
UNILAUNILA Penelitian ini menggunakan metode Visual Encounter Survey dengan tiga kali ulangan pada masing-masing tipe habitat (hutan primer, semak, dan rawa). DataPenelitian ini menggunakan metode Visual Encounter Survey dengan tiga kali ulangan pada masing-masing tipe habitat (hutan primer, semak, dan rawa). Data