POLBANPOLBAN

JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga)JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga)

Pemantauan kondisi otot konvensional seringkali terkendala oleh perangkat yang tidak tersedia luas, sulit dioperasikan, serta tidak ergonomis untuk pemantauan berkelanjutan. Keterbatasan tersebut menyulitkan deteksi kelelahan otot secara langsung saat berolahraga dan meningkatkan risiko cedera. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan merealisasikan sebuah sistem pemantauan aktivitas dan kelelahan otot yang portabel, efisien dalam penggunaan daya, serta mudah dioperasikan. Sistem ini dikembangkan dengan menggunakan sensor Elektromiografi (EMG) untuk mendeteksi sinyal otot. Penyajian datanya disediakan melalui layar LCD TFT. Analisis sinyal EMG dilakukan menggunakan metode penurunan amplitudo untuk mengidentifikasi terjadinya kelelahan otot pada otot lengan bawah (forearm). Sistem mendeteksi kelelahan otot berdasarkan penurunan amplitudo sinyal EMG dan telah diuji dengan akurasi deteksi kelelahan sebesar 83,3%, serta tingkat kesesuaian yang tinggi dengan persepsi subjektif subjek terhadap kelelahan, yang membuktikan efektivitas sistem ini sebagai solusi dalam meminimalkan risiko cedera dan mendukung olahraga yang lebih aman.

Penelitian ini berhasil merancang dan merealisasikan sistem portabel pendeteksi aktivitas dan kelelahan otot berbasis sensor elektromiografi (EMG) yang mampu memantau kondisi otot dan memberikan informasi langsung kepada pengguna melalui layar LCD.Sistem menunjukkan akurasi deteksi kelelahan sebesar 83,3%.Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem efektif dalam mendeteksi penurunan amplitudo sinyal EMG sebagai indikator kelelahan otot, serta menunjukkan kesesuaian yang tinggi dengan persepsi subjektif subjek terhadap kelelahan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan kegunaan sistem pendeteksi aktivitas dan kelelahan otot berbasis sensor EMG. Pertama, pengembangan algoritma berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk klasifikasi tingkat kelelahan yang lebih presisi dapat meningkatkan akurasi deteksi dan memberikan informasi yang lebih detail kepada pengguna. Kedua, perluasan cakupan deteksi pada kelompok otot lain, seperti otot kaki atau punggung, akan memungkinkan sistem untuk memantau kondisi otot secara lebih komprehensif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi pengguna. Ketiga, integrasi sistem dengan Internet of Things (IoT) akan memungkinkan pemantauan jarak jauh secara efisien, sehingga pengguna dapat memantau kondisi otot mereka dari mana saja dan kapan saja, serta mendapatkan rekomendasi yang dipersonalisasi untuk mencegah cedera dan meningkatkan performa olahraga.

  1. #otot lengan#otot lengan
  2. #sistem m paspor#sistem m paspor
Read online
File size512.05 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-2sI
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test