STIKESPANTIWALUYASTIKESPANTIWALUYA

Jurnal Keperawatan MalangJurnal Keperawatan Malang

Latar belakang: Penyakit gagal ginjal kronik (GGK) bersifat menetap dan tidak dapat disembuhkan, memerlukan tindakan pengobatan jangka panjang seperti hemodialisis. Rasa haus menjadi masalah penting yang perlu diintervensi, dan terapi ice cubes merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi ice cube terhadap penurunan intensitas asupan cairan pada pasien gagal ginjal kronik dengan proses hemodialisis. Metode penelitian kuantitatif pra-eksperimen menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan 30 responden. Pasien diberikan 10 cc es batu untuk dihisap selama 5 menit sebagai terapi, dan VAS digunakan untuk pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi es batu mengurangi konsumsi cairan pada pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis dengan tingkat rasa haus rata-rata 3,53 sebelum intervensi dan 3,10 setelah intervensi (p=0,000). Penelitian ini menemukan bahwa terapi es batu dapat mengurangi rasa haus pada pasien hemodialisis dengan gagal ginjal, sehingga rasa haus pasien dapat distabilkan. Peneliti diharapkan untuk menambahkan variabel serta kelompok kontrol dalam penelitian berikutnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi es batu efektif dalam mengurangi intensitas rasa haus pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.Penurunan rasa haus terbukti secara statistik dengan nilai p 0,001, mengindikasikan adanya pengaruh positif dari terapi es batu.Temuan ini memberikan dasar untuk penerapan terapi es batu sebagai intervensi keperawatan yang sederhana dan efektif dalam manajemen rasa haus pada pasien hemodialisis.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan melibatkan kelompok kontrol untuk membandingkan efektivitas terapi es batu dengan metode lain dalam mengurangi rasa haus. Kedua, penelitian dapat memperluas cakupan dengan mengukur dampak terapi es batu terhadap kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis, termasuk aspek psikologis dan sosial. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi mekanisme fisiologis yang mendasari efek terapi es batu dalam mengurangi rasa haus, misalnya dengan mengukur kadar angiotensin II atau aktivitas osmoreseptor. Dengan demikian, pemahaman yang lebih mendalam tentang manfaat dan mekanisme kerja terapi es batu dapat diperoleh, sehingga dapat dioptimalkan penggunaannya dalam praktik keperawatan.

  1. Thirst Management among Patients with Hemodialysis by Sucking Ice Cubes: A Literature Review | Wasilah... doi.org/10.46749/jiko.v6i2.93Thirst Management among Patients with Hemodialysis by Sucking Ice Cubes A Literature Review Wasilah doi 10 46749 jiko v6i2 93
  2. KDOQI Clinical Practice Guideline for Hemodialysis Adequacy: 2015 Update - American Journal of Kidney... linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S0272638615010197KDOQI Clinical Practice Guideline for Hemodialysis Adequacy 2015 Update American Journal of Kidney linkinghub elsevier retrieve pii S0272638615010197
Read online
File size601.32 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test