STIKESPANTIWALUYASTIKESPANTIWALUYA

Jurnal Keperawatan MalangJurnal Keperawatan Malang

Latar belakang: Penyakit TB paru dapat menjadi sumber stresor yang meningkatkan potensi stres pada penderitanya. Manifestasi klinis penyakit dan proses pengobatan OAT yang panjang dan intensif, dapat berkembang menjadi sumber stresor yang dapat berkembang menjadi stres. Stres ini dapat memengaruhi buruknya manajemen penyakit dan pengobatan, yang mengakibatkan penurunan kualitas hidup.. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengukur gambaran tingkat stres pada penderita TB paru.. Metode: Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan survei deskriptif. Pengambilan data menggunakan kuesioner Perceived Stres Scale (PSS)-10 terdapat 30 orang penderita TB paru di salah satu Puskesmas di kota Banjarmasin. Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis univariat dengan perhitungan rumus distribusi frekuensi. Hasil: Hasil penelitian mayoritas penderita TB paru mengalami tingkat stres sedang sebanyak 93,3%, dengan dua faktor utama yang menyebabkan stres yaitu ketidakpastian/kecemasan dan rasa tidak berdaya. Implikasi: Penelitian ini menyoroti pendekatan holistik dalam pengelolaan TB paru, tidak hanya berfokus pada aspek fisik saja.

Penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas penderita TB paru mengalami tingkat stres sedang sebanyak 93,3%.Dua faktor utama yang ditemukan menyebabkan stres adalah ketidakpastian/kecemasan dan rasa tidak berdaya.Penelitian ini merekomendasikan intervensi berupa dukungan psikososial, edukasi kesehatan, dan pengembangan keterampilan manajemen stres untuk membantu mengurangi stres serta meningkatkan kesejahteraan mental penderita TB paru.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi penderita TB paru terkait stres yang mereka alami, termasuk faktor-faktor spesifik yang berkontribusi terhadap stres tersebut. Kedua, studi intervensi perlu dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai strategi pengurangan stres, seperti konseling kelompok, terapi relaksasi, atau mindfulness, dalam meningkatkan kualitas hidup dan kepatuhan pengobatan pada penderita TB paru. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi peran dukungan sosial dari keluarga, teman, dan tenaga kesehatan dalam mengatasi stres pada penderita TB paru, serta mengembangkan model dukungan yang efektif untuk memenuhi kebutuhan psikososial mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan mendalam tentang bagaimana cara terbaik untuk mengelola stres pada penderita TB paru, sehingga dapat meningkatkan hasil pengobatan dan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.

  1. Efektivitas Pemberian Edukasi Kesehatan Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang dihemodialisa... doi.org/10.47028/j.risenologi.2021.61a.215Efektivitas Pemberian Edukasi Kesehatan Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang dihemodialisa doi 10 47028 j risenologi 2021 61a 215
  2. Indonesian Journal for Health Sciences. efektifitas relaksasi benson slow stroke back massage penurunan... journal.umpo.ac.id/index.php/IJHS/article/view/2309Indonesian Journal for Health Sciences efektifitas relaksasi benson slow stroke back massage penurunan journal umpo ac index php IJHS article view 2309
Read online
File size233.69 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test