IJNMSIJNMS

International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS)International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS)

Mumps remains a vaccine-preventable illness with periodic outbreaks in areas with low immunization coverage. Rural settings often show higher susceptibility due to limited healthcare access. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prevalensi dan karakteristik klinis mumps pada anak-anak dan remaja di Puskesmas Cisoka, Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi cross-sectional pada semua pasien anak yang secara klinis didiagnosis mumps dari Januari hingga Maret 2025 berdasarkan kriteria WHO. Data demografis, status vaksinasi MR, fitur klinis, dan paparan rumah tangga diperoleh melalui wawancara dan evaluasi klinis. Analisis deskriptif dilakukan menggunakan SPSS 26.0. Hasil penelitian mengidentifikasi 76 kasus mumps, menghasilkan prevalensi 4,38%. Prevalensi spesifik usia tertinggi terjadi pada anak-anak berusia 6–11 tahun (6,45%). Parotitis unilateral menyumbang 71,1% dari kasus. Gejala umum termasuk demam (96,1%), nyeri mengunyah (61,8%), dan kesulitan menelan (51,3%). Hanya 59,2% yang telah menerima vaksinasi MR, dan 65,8% tinggal dalam kontak dekat dengan setidaknya satu perokok aktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mumps terus beredar di kalangan populasi anak-anak di Tangerang pedesaan, didorong oleh cakupan vaksinasi MR yang tidak memadai dan paparan tingkat rumah tangga yang dapat diubah seperti kontak dekat dengan perokok. Penguatan pengambilan vaksin dan pengurangan paparan yang dapat dicegah sangat penting untuk mengurangi wabah di masa depan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa mumps terus beredar di kalangan populasi anak-anak di Tangerang pedesaan, didorong oleh cakupan vaksinasi MR yang tidak memadai dan paparan tingkat rumah tangga yang dapat diubah seperti kontak dekat dengan perokok.Penguatan pengambilan vaksin dan pengurangan paparan yang dapat dicegah sangat penting untuk mengurangi wabah di masa depan.

Berdasarkan temuan ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian longitudinal diperlukan untuk memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kegagalan vaksinasi MR dan mengidentifikasi intervensi yang efektif untuk meningkatkan cakupan vaksinasi di daerah pedesaan. Kedua, studi kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi persepsi dan keyakinan orang tua tentang vaksinasi, yang dapat membantu merancang program pendidikan kesehatan yang lebih tepat sasaran. Ketiga, penelitian lebih lanjut harus menyelidiki dampak paparan asap rokok terhadap sistem kekebalan tubuh anak-anak dan kerentanannya terhadap infeksi virus, yang dapat menginformasikan kebijakan kesehatan masyarakat untuk mengurangi paparan asap rokok di rumah tangga.

  1. Mumps: an Update on Outbreaks, Vaccine Efficacy, and Genomic Diversity | Clinical Microbiology Reviews.... doi.org/10.1128/cmr.00151-19Mumps an Update on Outbreaks Vaccine Efficacy and Genomic Diversity Clinical Microbiology Reviews doi 10 1128 cmr 00151 19
  2. Impacts of cigarette smoking on immune responsiveness: Up and down or upside down? | Oncotarget. impacts... doi.org/10.18632/oncotarget.13613Impacts of cigarette smoking on immune responsiveness Up and down or upside down Oncotarget impacts doi 10 18632 oncotarget 13613
Read online
File size388.58 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test