YANAYANA
Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan SainsAlgebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan SainsPenelitian ini bertujuan untuk meneliti pelaksanaan pembelajaran tahfidz Al‑Quran bagi siswa berkebutuhan khusus di SLB Negeri Seduri Mojokerto dengan menitikberatkan pada tiga aspek utama, yaitu karakteristik siswa yang mengikuti program, tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, dan strategi pembelajaran yang digunakan guru dalam proses pelaksanaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru pendidikan agama Islam, dan guru pembantu khusus, observasi langsung terhadap kegiatan pembelajaran, serta tinjauan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sementara validitas data diuji melalui teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang terlibat dalam program tahfidz terdiri dari siswa tunanetra, disabilitas fisik, dan intelektual ringan, dengan dominasi siswa tunanetra karena karakteristik belajar mereka lebih sesuai dengan metode auditori dan taktil. Tujuan pembelajaran tahfidz tidak hanya diarahkan pada pencapaian hafalan, melainkan juga pada penguatan iman, pembentukan moral, dan internalisasi nilai spiritual dalam kehidupan sehari‑hari. Strategi pembelajaran yang diterapkan meliputi deposit rutin harian, metode talaqqi dan tikrar, penggunaan audio murottal, penggunaan Quran Braille, serta dukungan media digital seperti pena Quran. Evaluasi dilakukan secara fleksibel dengan memperhatikan kemampuan individual siswa. Kesimpulan penelitian menekankan bahwa keberhasilan program tahfidz dipengaruhi oleh kesesuaian strategi dengan karakteristik siswa, kejelasan tujuan pembelajaran, serta dukungan sinergis dari guru, orang tua, dan lingkungan sekolah sebagai faktor pendukung utama.
Program Tahfidz Al-Quran di SLB Negeri Seduri Mojokerto telah berhasil menyesuaikan diri dengan karakteristik siswa berkebutuhan khusus, terutama siswa tunanetra, serta melibatkan siswa dengan disabilitas fisik dan intelektual ringan, meskipun siswa dengan gangguan pendengaran belum terpenuhi karena keterbatasan media.Tujuan program melampaui pencapaian hafalan kuantitatif, menekankan internalisasi nilai religius, penguatan karakter Islam, dan peningkatan kepercayaan diri siswa, sehingga Tahfidz berperan sebagai kegiatan akademik sekaligus terapeutik yang meningkatkan kesejahteraan psikologis dan pertumbuhan spiritual.Strategi multisensori yang mencakup Quran Braille, audio murottal, talaqqi, koreksi teman, dan evaluasi fleksibel mendukung inklusivitas, namun keberlanjutan program memerlukan inovasi media bagi siswa tuli, kolaborasi intensif dengan orang tua, serta integrasi teknologi adaptif.
Penelitian lanjutan pertama dapat menyelidiki bagaimana media pembelajaran Al‑Quran berbasis bahasa isyarat dapat meningkatkan partisipasi dan hasil hafalan siswa dengan gangguan pendengaran di sekolah luar biasa, dengan menguji efektivitas model hijaiyah isyarat dibandingkan metode konvensional. Penelitian kedua dapat mengeksplorasi dampak penggunaan platform digital interaktif yang mengintegrasikan teknologi augmented reality terhadap motivasi belajar serta tingkat retensi hafalan pada siswa dengan disabilitas fisik, dengan mengukur perubahan kognitif dan emosional selama periode enam bulan. Penelitian ketiga dapat meneliti efek jangka panjang model kolaborasi antara orang tua dan guru yang memanfaatkan teknologi adaptif, seperti aplikasi mobile untuk latihan harian, terhadap peningkatan kepercayaan diri, karakter Islam, dan kesejahteraan psikologis siswa yang memiliki multiple disabilitas dalam program tahfidz, dengan melakukan studi longitudinal selama satu tahun. Ketiga arah penelitian tersebut diharapkan dapat memperluas pengetahuan tentang strategi pembelajaran inklusif yang inovatif, meningkatkan aksesibilitas bagi semua kategori siswa berkebutuhan khusus, serta memperkuat keberlanjutan program tahfidz di lingkungan pendidikan inklusif.
| File size | 225.36 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES TANJUNGPINANGPOLTEKKES TANJUNGPINANG Penelitian ini menggunakakn metode penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data melalui metode wawancara mendalam, Focus GroupPenelitian ini menggunakakn metode penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data melalui metode wawancara mendalam, Focus Group
IAINTAKENGONIAINTAKENGON Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi kemudian data dianalisis, diinterpretasi secara deskriptif. Formulir wawancara semi terstrukturData dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi kemudian data dianalisis, diinterpretasi secara deskriptif. Formulir wawancara semi terstruktur
SKILLERINDONESIASKILLERINDONESIA Data lisan dan tertulis diperoleh dari wawancara, observasi, dan teknik dokumentasi. Analisis menggunakan 4 tahap, yaitu penampilan data, pengurangan data,Data lisan dan tertulis diperoleh dari wawancara, observasi, dan teknik dokumentasi. Analisis menggunakan 4 tahap, yaitu penampilan data, pengurangan data,
YANAYANA Penelitian ini menyelidiki bagaimana siswa Sekolah Menengah Pertama dapat meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris melalui penggunaan program Duolingo.Penelitian ini menyelidiki bagaimana siswa Sekolah Menengah Pertama dapat meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris melalui penggunaan program Duolingo.
TEUNULEHJOURNALTEUNULEHJOURNAL Pendekatan ini mencakup latihan intensif berbasis latihan, penggunaan metode talaqqi, drilling, dan bantuan pribadi untuk siswa yang mengalami kesulitan.Pendekatan ini mencakup latihan intensif berbasis latihan, penggunaan metode talaqqi, drilling, dan bantuan pribadi untuk siswa yang mengalami kesulitan.
UTPUTP Sementara itu, 59% guru pembimbing dan kepala sekolah sangat setuju, 31% setuju, dan 10% cukup setuju dengan efektivitas program ini. Tidak ada respondenSementara itu, 59% guru pembimbing dan kepala sekolah sangat setuju, 31% setuju, dan 10% cukup setuju dengan efektivitas program ini. Tidak ada responden
BENGKULUINSTITUTEBENGKULUINSTITUTE Melalui berbagai program dalam aspek seni, yang dapat dilihat dari peragaan busana, tari kreasi, seni rupa dan kerajinan tangan, bahkan tari tradisional,Melalui berbagai program dalam aspek seni, yang dapat dilihat dari peragaan busana, tari kreasi, seni rupa dan kerajinan tangan, bahkan tari tradisional,
UMUSUMUS Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dalam bentuk lokakarya. Hasil yang dicapai setelah kegiatan ini adalah adanya pemahaman peningkatan pengetahuanMetode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dalam bentuk lokakarya. Hasil yang dicapai setelah kegiatan ini adalah adanya pemahaman peningkatan pengetahuan
Useful /
STAI YPBWISTAI YPBWI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh. Kemampuan motorik halus merupakan salah satu aspek perkembangan yang penting untuk menunjang kesiapanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh. Kemampuan motorik halus merupakan salah satu aspek perkembangan yang penting untuk menunjang kesiapan
STAI YPBWISTAI YPBWI Minat belajar merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan proses pembelajaran, terutama pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuanMinat belajar merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan proses pembelajaran, terutama pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan
STAI YPBWISTAI YPBWI Keterampilan sosial pada anak usia dini adalah fondasi bagi keberhasilan akademik dan adaptasi sosial mereka di masa depan. Namun, di tengah arus digitalisasi,Keterampilan sosial pada anak usia dini adalah fondasi bagi keberhasilan akademik dan adaptasi sosial mereka di masa depan. Namun, di tengah arus digitalisasi,
TEKNOKRATTEKNOKRAT Pembelajaran dalam jaringan (daring) telah menjadi sesuatu yang baru namun menjadi keharusan di Indonesia. Pemanfaatan teknologi semakin kondusif semenjakPembelajaran dalam jaringan (daring) telah menjadi sesuatu yang baru namun menjadi keharusan di Indonesia. Pemanfaatan teknologi semakin kondusif semenjak