UNIPAUNIPA

JURNAL KEHUTANAN PAPUASIAJURNAL KEHUTANAN PAPUASIA

Penelitian ini bertujuan untuk menilai peran dan fungsi kelembagaan masyarakat yang terlibat dalam program-program PS yang sudah dan atau sedang dijalankan di Kabupaten Manokwari. Pendekatan metode yang digunakan yakni metode studi kasus, yang mana sebagai kasus dalam penelitian ini adalah peran dan fungsi anggota kelompok dalam pengembangan program PS. Responden yang diwawancarai dalam penelitian ini terdiri dari responden kunci adalah setiap ketua kelompok dalam lembaga dan pendamping kegiatan dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga kelompok kebun rakyat di tiga lokasi yang berbeda yaitu: kelompok Ofoncu Efeina (Kelurahan Amban), Udopi (Kampung Masepi) dan Sarina (Kampung Sarina). Penggunaan areal untuk membangun areal pembibitan dilakukan pada hak milik anggota kelompok. Keterlibatan stakeholder sangat berperan dalam mendukung realisasi kegiatan PS yang cukup efektif. Hasil evaluasi kelembagaan masyarakat yang melaksanakan program PS pembuatan kebun bibit rakyat di Kabupaten Manokwari dinilai sangat lemah dan menghadapi tantangan besar namun disisi lain peluang dari luar sangat besar jika kelembagaan masyarakat dapat ditata dan dikembangkan.

Evaluasi kelembagaan masyarakat yang melaksanakan program PS pembuatan kebun bibit rakyat di Kabupaten Manokwari menunjukkan kelemahan dan tantangan yang signifikan.Meskipun demikian, terdapat peluang besar untuk pengembangan kelembagaan jika ditata dan dikembangkan dengan baik.Penelitian ini menyoroti pentingnya peran masyarakat adat dan perlunya strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan partisipasi dan keberlanjutan program perhutanan sosial.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai peran masyarakat adat dalam pengelolaan kelembagaan perhutanan sosial, termasuk pemahaman terhadap norma dan aturan adat yang relevan. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengembangan model kelembagaan yang partisipatif dan berkelanjutan, dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait sejak tahap perencanaan hingga implementasi. Ketiga, penting untuk mengkaji efektivitas berbagai skema pendanaan dan insentif bagi kelompok masyarakat pengelola kebun bibit rakyat, serta dampaknya terhadap keberlanjutan program perhutanan sosial. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas dan keberlanjutan program perhutanan sosial di Kabupaten Manokwari dan wilayah lain di Indonesia.

  1. #cagar alam#cagar alam
  2. #peran masyarakat#peran masyarakat
Read online
File size745.92 KB
Pages14
Short Linkhttps://juris.id/p-2sJ
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test