MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA

JURNAL ABDI MERCUSUARJURNAL ABDI MERCUSUAR

Latar Belakang: Pasien pasca operasi laparatomi umumnya mengalami nyeri akut akibat luas dan dalamnya sayatan pembedahan, yang dapat mengganggu kenyamanan, mobilisasi, dan proses pemulihan. Manajemen nyeri masih didominasi pendekatan farmakologis, sementara pemanfaatan intervensi nonfarmakologis berbasis keperawatan belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menurunkan skala nyeri pasien pasca operasi laparatomi melalui edukasi penerapan kombinasi teknik relaksasi finger hold dan terapi musik klasik Mozart sebagai intervensi nonfarmakologis yang aman dan mudah diaplikasikan. Metode: Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan pendekatan edukatif–partisipatif melalui edukasi, demonstrasi, dan pendampingan langsung kepada 10 pasien pasca operasi laparatomi dan keluarga di Ruang Bedah RS Dr. M. Djamil Padang pada 2 Oktober 2025. Evaluasi dilakukan dengan pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan setelah intervensi, serta observasi kemampuan pasien dalam menerapkan terapi secara mandiri. Hasil: Sebelum intervensi, 60% pasien berada pada kategori nyeri berat (skala 7–10) dan 40% pasien berada pada kategori nyeri sedang (skala 4–6). Setelah intervensi, 70% pasien berada pada kategori nyeri ringan (skala 1–3) dan 30% pasien berada pada kategori nyeri sedang (skala 4–6), serta tidak ditemukan lagi pasien dengan nyeri berat. Selain itu, 100% pasien mampu menerapkan teknik finger hold dan terapi musik klasik Mozart secara mandiri sebagai bagian dari manajemen nyeri pasca operasi laparatomi.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan kombinasi teknik finger hold dan terapi musik klasik mozart pada pasien pasca operasi laparatomi menunjukkan adanya penurunan skala nyeri berdasarkan pengukuran menggunakan Numeric Rating Scale (NRS).Sebelum intervensi, sebagian besar pasien berada pada kategori nyeri sedang hingga berat, sedangkan setelah intervensi terjadi pergeseran skala nyeri menjadi kategori ringan hingga sedang, serta tidak ditemukan lagi pasien dengan nyeri berat.Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi teknik finger hold dan terapi musik klasik mozart merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif, aman, dan mudah diterapkan sebagai terapi pendamping dalam manajemen nyeri pasca operasi laparatomi.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki apakah kombinasi teknik finger hold dengan variasi genre musik klasik selain Mozart, seperti Beethoven atau Bach, memberikan efek penurunan nyeri yang lebih signifikan pada pasien pasca laparatomi, dengan mengukur perubahan skala nyeri serta tingkat kecemasan secara bersamaan; penelitian lain dapat mengevaluasi efektivitas intervensi finger hold‑musik klasik bila diterapkan secara berkelanjutan selama periode pemulihan tiga minggu, dengan pengukuran skala nyeri pada beberapa titik waktu (misalnya hari ke‑3, ke‑7, dan ke‑21) untuk menilai durabilitas efek dan potensi penurunan kebutuhan analgesik; selain itu, studi komparatif antara intervensi finger hold‑musik klasik dengan terapi nonfarmakologis lain seperti aromaterapi, teknik pernapasan diafragma, atau mindfulness dapat mengidentifikasi kombinasi paling optimal untuk mengurangi nyeri dan kecemasan pasca operasi, sambil mempertimbangkan faktor usia, tingkat pendidikan, dan kondisi klinis pasien.

  1. Pengaruh Mobilisasi Dini terhadap Proses Penyembuhan Luka pada Pasien Post Operasi Laparatomi di Rsud.... doi.org/10.33024/mnj.v5i4.9550Pengaruh Mobilisasi Dini terhadap Proses Penyembuhan Luka pada Pasien Post Operasi Laparatomi di Rsud doi 10 33024 mnj v5i4 9550
Read online
File size931.06 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test