PARAMADINAPARAMADINA

INQUIRY: Jurnal Ilmiah PsikologiINQUIRY: Jurnal Ilmiah Psikologi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi terhadap implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di tingkat program studi pada Universitas Paramadina. Adapun, partisipan dari penelitian ini adalah 8 ketua program studi jenjang Strata 1 (S1) yakni Prodi Psikologi, Prodi Hubungan Internasional, Prodi Manajemen, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Falsafah Dan Agama, Prodi Teknik Informatika, Prodi Desain Produk Industri, serta Prodi Desain Komunikasi Visual. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik sampling berupa purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Focus Group Discussion (FGD) dengan berfokus pada pedoman wawancara semi terstruktur. FGD tersebut dilaksanakan secara virtual dengan menggunakan platform Google Meet selama 1 kali dengan durasi 2 jam pada bulan Desember 2021. Pelaksanaan FGD juga direkam dengan menggunakan fitur Record Meeting yang terdapat pada Google Meet. Analisis data dilakukan dengan cara menyusun verbatim dan diberi coding pada Microsoft Word. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam implementasi MBKM, dibutuhkan adanya 3 hal yaitu 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan, serta 3) Monitoring dan evaluasi. Namun, terdapat pula 2 faktor yang berpengaruh terhadap implementasi ini yakni faktor pendukung dan faktor penghambat. Pada faktor pendukung, terdiri kebijakan, SDM Pelaksana, dan kanal informasi. Melainkan, dosen, mahasiswa, dan variasi program menjadi faktor penghambat dalam implementasi MBKM ini. Dengan demikian, perlu adanya dukungan dari universitas terhadap implementasi MBKM hingga tersedianya informasi yang lengkap agar pelaksanaan MBKM dapat berjalan dengan baik.

Pada 2021, Universitas Paramadina mulai menerapkan program MBKM di setiap program studi.Namun demikian, pada pelaksanaannya terdapat beberapa kendala yang dirasakan oleh program studi dari sisi perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi.Pada tahapan perencanaan, kendala yang dialami yaitu tidak tersedianya dokumen resmi dari universitas yang menjelaskan secara rinci aturan dan tahapan pelaksanaan MBKM di tingkat program studi.Pada tahapan pelaksanaan, beberapa kendala yang dialami yaitu kurangnya pengetahuan mengenai MBKM, kesulitan dalam proses konversi SKS program studi dengan SKS program MBKM khususnya pada mata kuliah program magang, kurang optimalnya komunikasi antara pihak direktorat dengan program studi, keterbatasan jumlah mahasiswa yang dapat mengikuti program MBKM akibat dari ketatnya persyaratan dan jalannya program MBKM di semua program studi, perlu dilakukan beberapa langkah perbaikan, yaitu adanya dukungan dari pihak universitas dalam bentuk kebijakan, peraturan, dan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dan sudah disosialisasikan ke semua program studi.adanya situs web berisikan informasi lengkap mengenai program MBKM yang bisa diakses oleh mahasiswa dan dosen.adanya pelatihan mengenai program MBKM kepada para dosen pembimbing dan tendik agar keterlibatan dan peran mereka dapat dilakukan dengan lebih maksimal.peningkatan jumlah kemitraan dengan pihak industri baik melalui kerja sama dalam program magang atau praktek kerja lapangan maupun melalui keterlibatan praktisi dunia kerja dalam proses belajar mengajar di kelas sebagai dosen pengampu mata kuliah tertentu atau dosen tamu.adanya keseragaman prosedur dalam proses monitoring dan evaluasi di semua program studi.dan pembuatan pangkalan data yang berisikan informasi mengenai mahasiswa serta dosen yang terlibat dalam program MBKM.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran yang dapat diberikan untuk meningkatkan implementasi program MBKM di Universitas Paramadina adalah sebagai berikut: Pertama, perlu adanya dukungan dari pihak universitas dalam bentuk kebijakan, peraturan, dan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dan sudah disosialisasikan ke semua program studi. Kedua, penting untuk adanya koordinator khusus untuk setiap program MBKM agar proses pelaksanaan dapat berjalan dengan lebih terstruktur dan terkoordinasi. Ketiga, perlu adanya situs web atau platform digital yang berisi informasi lengkap mengenai program MBKM, termasuk persyaratan, prosedur pendaftaran, dan update terbaru, agar mahasiswa dan dosen dapat mengakses informasi dengan mudah. Keempat, pelatihan mengenai program MBKM kepada para dosen pembimbing dan tendik akan meningkatkan keterlibatan dan peran mereka dalam proses pelaksanaan MBKM. Kelima, peningkatan jumlah kemitraan dengan pihak industri melalui kerja sama dalam program magang atau praktek kerja lapangan, serta keterlibatan praktisi dunia kerja dalam proses belajar mengajar di kelas sebagai dosen tamu akan memberikan pengalaman dan wawasan langsung kepada mahasiswa. Keenam, penting untuk adanya keseragaman prosedur dalam proses monitoring dan evaluasi di semua program studi agar hasil evaluasi dapat digunakan sebagai bahan perbaikan dan peningkatan implementasi MBKM. Terakhir, pembuatan pangkalan data yang berisi informasi mengenai mahasiswa dan dosen yang terlibat dalam program MBKM akan memudahkan proses monitoring dan evaluasi, serta membantu dalam pengambilan keputusan dan perencanaan program MBKM di masa mendatang.

  1. An Integrative Approach to Curriculum Development in Higher Education in the USA: A Theoretical Framework... ccsenet.org/journal/index.php/ies/article/view/45807An Integrative Approach to Curriculum Development in Higher Education in the USA A Theoretical Framework ccsenet journal index php ies article view 45807
  1. #faktor pendukung#faktor pendukung
  2. #mahasiswa prodi#mahasiswa prodi
Read online
File size437.05 KB
Pages19
Short Linkhttps://juris.id/p-2nc
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test