UDSUDS

Sadewa : Jurnal Pengabdian MasyarakatSadewa : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Barotrauma telinga merupakan ancaman kesehatan bagi nelayan. Pelatihan pertolongan pertama bagi nelayan dengan kasus barotrauma dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan nelayan dalam memberikan bantuan ketika barotrauma terjadi. Program ini sejalan dengan Rencana Strategis Universitas Muhammadiyah Jember dan kebijakan pemerintah terkait menjaga kesehatan masyarakat. Program ini bekerja sama dengan nelayan dari Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember. Hasil dari program ini adalah (1) pengetahuan dan pelatihan pertolongan pertama bagi nelayan dengan kasus barotrauma, (2) modul atau buku sederhana tentang barotrauma, (3) video aktivitas, (4) artikel yang dipublikasikan. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan ini adalah (1) mentoring, (2) pendidikan, dan (3) praktik pelatihan pertolongan pertama untuk kasus barotrauma. Pelatihan pertolongan pertama untuk kasus barotrauma dilaksanakan pada 19 Maret 2023 di Balai Dusun Watu Ulo, dihadiri oleh 9 nelayan sebagai koordinator wilayah. Kegiatan yang dilakukan adalah skrining kesehatan telinga, tekanan darah, pengukuran kadar gula darah dan asam urat, serta pelatihan pertolongan pertama pada kasus barotrauma menggunakan metode role play. Hasil skrining menunjukkan bahwa 77,7% nelayan mengalami barotrauma, dan 100% nelayan mampu melakukan pertolongan pertama pada kasus barotrauma. Kegiatan berjalan lancar dan nelayan antusias. Diharapkan kegiatan ini dapat terus berkembang dengan dukungan penuh kepada nelayan lokal.

Kegiatan pelatihan pertolongan pertama kasus barotrauma dengan metode role play telah dilaksanakan pada nelayan di Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu.Hasil skrining menunjukkan mayoritas nelayan mengalami barotrauma, terutama kerusakan gendang telinga.Pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan nelayan dalam menangani kasus barotrauma, dengan 100% peserta mampu melakukan pertolongan pertama.Kegiatan ini berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para nelayan, sehingga diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai efektivitas jangka panjang dari pelatihan ini terhadap perubahan perilaku nelayan dalam mencegah dan menangani barotrauma di lapangan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan modul pelatihan yang lebih komprehensif, termasuk materi tentang pencegahan barotrauma pada berbagai kedalaman dan kondisi penyelaman, serta penanganan komplikasi yang mungkin timbul. Ketiga, penting untuk menginvestigasi faktor-faktor sosial-ekonomi dan budaya yang mempengaruhi risiko barotrauma pada nelayan, seperti praktik penyelaman tradisional, akses terhadap peralatan keselamatan, dan tingkat kesadaran akan risiko kesehatan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih mendalam untuk merumuskan strategi intervensi yang lebih efektif dalam meningkatkan kesehatan dan keselamatan nelayan di masa depan. Dengan demikian, upaya pencegahan dan penanganan barotrauma dapat dioptimalkan, sehingga dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat masalah kesehatan ini di kalangan nelayan.

  1. #asam urat#asam urat
  2. #role play#role play
Read online
File size495.73 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-16k
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test