STIKESBUDILUHURCIMAHISTIKESBUDILUHURCIMAHI
JKBLJKBLMasa remaja adalah masa di mana banyak preferensi, termasuk perubahan kebiasaan makan yang mempengaruhi kesehatan gizi. Makanan cepat saji adalah pilihan makanan populer di kalangan remaja karena ketersediaannya dan nilainya yang praktis, tetapi jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti kelebihan berat badan dan obesitas. Tantangan lain di era digital adalah remaja kekurangan aktivitas fisik. Aktivitas fisik teratur meningkatkan pengeluaran energi, dan latihan yang lebih sering membantu menyeimbangkan asupan energi dari makanan. Kedua hal ini telah muncul sebagai kekhawatiran karena semakin banyaknya kasus kelebihan gizi di kalangan remaja yang tinggal di daerah perkotaan. Studi ini menggunakan desain cross-sectional dengan 188 siswa yang dipilih secara acak dari SMA Pasundan 2 Kota Bandung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi konsumsi makanan cepat saji, aktivitas fisik, dan hubungannya dengan status gizi siswa. Konsumsi makanan dinilai dengan Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan aktivitas fisik dan status gizi diukur dengan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) juga untuk menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT). Di antara 151 siswa yang sering makan makanan cepat saji, 80 (42,5%) kelebihan gizi, dan 71 (37,2%) memiliki status gizi normal. 37 siswa yang makan makanan cepat saji kurang sering, 23 (12,2%) memiliki status gizi normal, 14 (7,5%) kelebihan gizi. 67 siswa (35,6%) yang sering makan makanan cepat saji dan memiliki status gizi normal, sebagian besar terlibat dalam aktivitas fisik. Selain itu, 48 siswa (25,5%) yang sering makan makanan cepat saji tetapi memiliki status gizi yang lebih buruk juga lebih mungkin memiliki aktivitas fisik yang tinggi. Analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan cepat saji dan kelebihan gizi (p = 0,09). Namun, ada hubungan yang signifikan antara kelebihan gizi dan tingkat aktivitas fisik (p = 0,01).
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan perbedaan status gizi normal dan kelebihan berat badan siswa, tetapi tidak ada hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi makanan cepat saji dan perbedaan status gizi normal dan kelebihan berat badan siswa di SMA Pasundan 2 Bandung.Temuan ini menunjukkan bahwa mendorong dan memfasilitasi aktivitas fisik teratur dapat menjadi strategi efektif untuk membantu siswa menjaga berat badan yang sehat dan meningkatkan status gizi secara keseluruhan.Langkah-langkah praktis dapat mencakup implementasi atau peningkatan program pendidikan fisik di sekolah, mempromosikan olahraga ekstrakurikuler, mendorong transportasi aktif seperti berjalan kaki atau bersepeda ke dan dari sekolah, serta menciptakan acara olahraga untuk siswa.Studi ini juga menemukan tidak ada hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi makanan cepat saji dan perbedaan status gizi di antara siswa.Hal ini menunjukkan bahwa hanya mengurangi frekuensi makanan cepat saji mungkin tidak cukup atau berdampak sebagai solusi masalah kelebihan berat badan pada populasi ini.Namun, hal ini tidak berarti konsumsi makanan cepat saji tidak relevan dengan kesehatan, tetapi menunjukkan bahwa faktor lain seperti aktivitas fisik, mungkin memainkan peran yang lebih kritis.Pendidikan gizi harus terus mempromosikan diet seimbang dan meningkatkan kesadaran tentang pilihan makanan sehat, tetapi intervensi tidak boleh bergantung hanya pada mengurangi frekuensi konsumsi makanan cepat saji.
Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut hubungan antara aktivitas fisik dan status gizi di kalangan remaja, terutama dalam konteks sekolah. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana aktivitas fisik yang teratur dapat mempengaruhi status gizi dan apakah ada perbedaan antara jenis aktivitas fisik yang berbeda. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut dampak konsumsi makanan cepat saji pada status gizi remaja. Studi ini dapat menyelidiki apakah ada hubungan antara frekuensi dan jumlah konsumsi makanan cepat saji dengan status gizi, serta faktor-faktor lain yang mungkin terlibat. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi intervensi yang efektif dalam mempromosikan aktivitas fisik dan pola makan sehat di kalangan remaja. Studi ini dapat menyelidiki efektivitas berbagai program pendidikan fisik, olahraga ekstrakurikuler, dan intervensi lainnya dalam meningkatkan aktivitas fisik dan status gizi remaja.
| File size | 144.21 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UNISMUH PALUUNISMUH PALU Selain itu, pendekatan ini juga dapat mengubah sikap dan perilaku anak-anak terkait konsumsi makanan bergizi, yang pada akhirnya akan berdampak positifSelain itu, pendekatan ini juga dapat mengubah sikap dan perilaku anak-anak terkait konsumsi makanan bergizi, yang pada akhirnya akan berdampak positif
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman untuk menguji hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (65,4%)Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman untuk menguji hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (65,4%)
LINKPUBLINKPUB Gaya hidup masyarakat yang konsumtif terus meningkat, termasuk dalam pemilihan makanan. Konsumsi makanan cepat saji dan tinggi gula yang marak dipromosikan,Gaya hidup masyarakat yang konsumtif terus meningkat, termasuk dalam pemilihan makanan. Konsumsi makanan cepat saji dan tinggi gula yang marak dipromosikan,
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Penyajian data meliputi analisis multivariat,bivariat (Chi-square) dan multivariat (Logistic regression). Dari hasil penelitian diperoleh bahwa mayoritasPenyajian data meliputi analisis multivariat,bivariat (Chi-square) dan multivariat (Logistic regression). Dari hasil penelitian diperoleh bahwa mayoritas
STIKES YRSDSSTIKES YRSDS Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara tingkat stres dengan perilaku konsumsi junk food pada remajaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara tingkat stres dengan perilaku konsumsi junk food pada remaja
ARIMSIARIMSI Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalahPenelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah
STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF Hasil regresi logistik menunjukkan bahwa asupan natrium merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi kejadian hipertensi. Model regresi memiliki kekuatanHasil regresi logistik menunjukkan bahwa asupan natrium merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi kejadian hipertensi. Model regresi memiliki kekuatan
JCEHJCEH Tujuan layanan masyarakat ini adalah memberikan edukasi kesehatan kepada ibu menyusui yang mengalami hipoglikemia. Metode yang digunakan berupa edukasiTujuan layanan masyarakat ini adalah memberikan edukasi kesehatan kepada ibu menyusui yang mengalami hipoglikemia. Metode yang digunakan berupa edukasi
Useful /
STIKESBUDILUHURCIMAHISTIKESBUDILUHURCIMAHI 5%) had good knowledge after being given the WHO contraception application, indicating that its use can increase knowledge of women of childbearing age.5%) had good knowledge after being given the WHO contraception application, indicating that its use can increase knowledge of women of childbearing age.
ARIMSIARIMSI Berdasarkan hasil pengujian, pendekatan ini berhasil meningkatkan efisiensi secara signifikan—waktu autentikasi berkurang hingga 35 % dan konsumsiBerdasarkan hasil pengujian, pendekatan ini berhasil meningkatkan efisiensi secara signifikan—waktu autentikasi berkurang hingga 35 % dan konsumsi
UMBARRUUMBARRU Tes ini berupa soal pilihan ganda yang bertujuan mengukur pemahaman mereka terhadap kosakata. Dalam tiga pertemuan, siswa diajarkan untuk menggunakan fiturTes ini berupa soal pilihan ganda yang bertujuan mengukur pemahaman mereka terhadap kosakata. Dalam tiga pertemuan, siswa diajarkan untuk menggunakan fitur
UNIBIUNIBI Hasil pada penelitian ini yaitu iklan menunjukkan bahwa standar kecantikan sesuai dengan standar cantik korea dimana memiliki kulit putih bersih bersinar,Hasil pada penelitian ini yaitu iklan menunjukkan bahwa standar kecantikan sesuai dengan standar cantik korea dimana memiliki kulit putih bersih bersinar,