STIKESBUDILUHURCIMAHISTIKESBUDILUHURCIMAHI
JKBLJKBLWhite blood cell (WBC) classification plays a crucial role in hematological diagnosis and is typically performed manually using microscopic images. However, manual analysis is limited by subjectivity and time inefficiency. With recent technological advances, artificial intelligence (AI) offers promising solutions for automated WBC classification that enhance accuracy and efficiency. This study presents a scoping review of 20 scientific publications discussing AI applications in microscopic image-based WBC classification. Literature searches were conducted in PubMed, ScienceDirect, Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) Xplore, and Google Scholar using relevant keywords such as “AI, “white blood cell, and “microscopic image. Findings indicate that the most commonly used method is Convolutional Neural Network (CNN), either standalone or hybrid (e.g., YOLOv5, ResNet, Vision Transformer), achieving accuracies up to 99.7%. The datasets were mostly public Blood Cell Count and Detection (BCCD), Leucocyte Images for Segmentation and Classification (LISC), Raabin-WBC or local laboratory sources. The reviewed studies aimed at automatic WBC detection, classification, and morphological identification. Despite encouraging outcomes, challenges such as external validation and limited access to real clinical data remain. Overall, AI has proven effective in enhancing speed, accuracy, and objectivity in WBC classification. Further research is needed to support AI integration into real-world clinical laboratory practice.
This scoping review demonstrates the effectiveness of deep learning models, particularly CNNs, in enhancing the accuracy and efficiency of white blood cell classification using microscopic images.While AI shows promise in improving objectivity and reproducibility in hematological diagnostics, challenges related to external validation and the limited availability of diverse clinical data remain.Ultimately, the successful integration of AI into clinical practice requires strategic efforts focused on generalizability, interpretability, and adherence to regulatory standards.
Future research should prioritize the creation and standardization of larger, more diverse datasets of microscopic blood cell images, encompassing various populations to improve the generalizability of AI models. Furthermore, rigorous external validation studies are crucial to assess the performance of these models across different laboratory settings and patient demographics, ensuring their reliability in real-world clinical applications. Finally, developing user-friendly interfaces and comprehensive training programs for healthcare professionals will be essential to facilitate the seamless integration of AI-powered tools into routine hematological workflows, ultimately enhancing diagnostic accuracy and efficiency while minimizing the potential for misinterpretation and maximizing clinical impact. These advancements will pave the way for more objective, efficient, and accessible hematological diagnostics, benefiting both clinicians and patients.
| File size | 196.88 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret s. d. September 2021. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil TM I yang datang melakukan kunjungan ANCPenelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret s. d. September 2021. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil TM I yang datang melakukan kunjungan ANC
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Desain studi quasy experiment dengan pre test post test only design melibatkan 25 mahasiswi. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya peningkatan signifikanDesain studi quasy experiment dengan pre test post test only design melibatkan 25 mahasiswi. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya peningkatan signifikan
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Desain penelitian adalah randomized pre test – post test two group design, yaitu terdapat 2 kelompok ; kelompok treatment 1 mendapatkan Mobilisasi SarafDesain penelitian adalah randomized pre test – post test two group design, yaitu terdapat 2 kelompok ; kelompok treatment 1 mendapatkan Mobilisasi Saraf
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Penelitian ini menggunakan rancangan Pre eksperimental dengan one group pretest – posttest. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Somba Opu dan KampiliPenelitian ini menggunakan rancangan Pre eksperimental dengan one group pretest – posttest. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Somba Opu dan Kampili
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 di Perumahan X, Kabupaten Tangerang. PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 di Perumahan X, Kabupaten Tangerang. Penelitian
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Tingkat penggunaan media social terutama pada remaja sangat tinggi. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap kebisaan mengonsumsi makan siap saji (fast food)Tingkat penggunaan media social terutama pada remaja sangat tinggi. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap kebisaan mengonsumsi makan siap saji (fast food)
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Studi in vitro dalam memberikan aktivitas antidiabetes melalui mekanisme penghambatan enzim α-Amylase dan α-Glucosidase sedangkan pada studi in vivoStudi in vitro dalam memberikan aktivitas antidiabetes melalui mekanisme penghambatan enzim α-Amylase dan α-Glucosidase sedangkan pada studi in vivo
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 240 orang. Jumlah sampelPenelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 240 orang. Jumlah sampel
Useful /
STIKESBUDILUHURCIMAHISTIKESBUDILUHURCIMAHI 37 siswa yang makan makanan cepat saji kurang sering, 23 (12,2%) memiliki status gizi normal, 14 (7,5%) kelebihan gizi. 67 siswa (35,6%) yang sering makan37 siswa yang makan makanan cepat saji kurang sering, 23 (12,2%) memiliki status gizi normal, 14 (7,5%) kelebihan gizi. 67 siswa (35,6%) yang sering makan
STIKESBUDILUHURCIMAHISTIKESBUDILUHURCIMAHI Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur variabel dukungan keluarga, psikoedukasi, status ekonomi, serta dukungan tenaga kesehatan, bersamaan denganData dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur variabel dukungan keluarga, psikoedukasi, status ekonomi, serta dukungan tenaga kesehatan, bersamaan dengan
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Selain itu dengan melihat pemahaman bidan tentang apa dan bagaimana itu pengambilan keputusan klinik. Hal ini didukung dengan tidak adanya catatan AKISelain itu dengan melihat pemahaman bidan tentang apa dan bagaimana itu pengambilan keputusan klinik. Hal ini didukung dengan tidak adanya catatan AKI
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Penelitian ini menggunkan desain quasy- experiment dengan tipe pre – post test without control group design. Sampel penelitian 31 responden. PemilihanPenelitian ini menggunkan desain quasy- experiment dengan tipe pre – post test without control group design. Sampel penelitian 31 responden. Pemilihan