STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF

Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif BaturajaCendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja

Tuberkulosis disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang menyerang paru-paru dalam 80% kasus. Kondisi sosial ekonomi, usia, jenis kelamin, pengetahuan dan dukungan keluarga, status gizi, dan kebiasaan merokok merupakan beberapa faktor yang memengaruhi penyakit TB Paru. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran dukungan keluarga dan pengetahuan dalam kasus TB Paru di Puskesmas Lubuk Rukam, meskipun merokok bukanlah penyebab utama penyakit tersebut. Penelitian cross-sectional pada populasi pasien TB yang datang ke poliklinik, terdiri dari 125 pasien berusia 23 hingga 50 tahun. Sampel yang diambil secara acak dari 80 sampel menunjukkan hasil analisis univariat, yaitu 12,5 persen menderita TB paru, tidak menderita 87,5 persen, 20,0 persen memiliki pengetahuan kurang, dan 80,0 persen memiliki pengetahuan baik. Dukungan keluarga ditemukan pada 25,0% responden, dan tidak ada dukungan keluarga pada 75,0%. Analisis bivariat menunjukkan nilai p sebesar 0,003, yang secara statistik menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan dan kejadian Tuberkulosis Paru. Sementara itu, dukungan keluarga memiliki nilai p sebesar 0,002, yang secara statistik menunjukkan hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan kejadian TB paru. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pemahaman dan dukungan keluarga terhadap kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas Lubuk Rukam.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan pengetahuan dengan kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas Lubuk Rukam.Dukungan keluarga yang baik dan peningkatan pengetahuan dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan TB paru.Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan pengetahuan dan dukungan keluarga dalam upaya penurunan kasus TB paru di masyarakat.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai jenis dukungan keluarga yang paling efektif dalam meningkatkan kepatuhan pasien TB paru, misalnya dukungan emosional, instrumental, atau informasional. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami perspektif pasien dan keluarga mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan pengobatan TB paru, termasuk hambatan dan fasilitator yang mereka hadapi. Ketiga, penelitian intervensi dapat dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam mendukung pasien TB paru, serta mengevaluasi dampak intervensi tersebut terhadap kepatuhan pengobatan dan hasil kesehatan pasien. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan bermanfaat bagi pengembangan program pengendalian TB paru yang lebih efektif dan berpusat pada pasien dan keluarga.

Read online
File size338.03 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test