STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF

Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif BaturajaCendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (non-communicable disease) yang prevalensinya terus meningkat secara global maupun nasional, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Talang Ratu Kota Palembang. Faktor risiko hipertensi terbagi menjadi faktor yang dapat dimodifikasi dan tidak dapat dimodifikasi. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 241 responden yang diambil menggunakan metode consecutive sampling dari pasien yang berkunjung ke Puskesmas Talang Ratu pada Februari 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran langsung dengan alat ukur. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat (Chi-square), dan multivariat (regresi logistik berganda). Hasil penelitian menunjukkan variabel yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian hipertensi, yaitu usia (p = 0,000), kegemukan (p = 0,001), aktivitas fisik (p = 0,005), konsumsi makanan cepat saji (p = 0,003), stres (p = 0,010), dan riwayat hipertensi keluarga (p = 0,000). Variabel yang tidak signifikan adalah jenis kelamin (p = 0,748) dan kebiasaan merokok (p = 0,576). Faktor paling dominan adalah usia (OR = 6,912). Disimpulkan bahwa usia merupakan faktor risiko utama hipertensi. Upaya promotif dan preventif terhadap faktor risko yang dapat dimodifikasi sebaiknya difokuskan pada kelompok usia berisiko tinggi.

Dalam penelitian ini didapatkan kesimpulan yaitu tidak ada hubungan antara jenis kelamin, kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi tetapi sebaliknya didapatkan hubungan antara usia, kegemukan, kurangnya aktivitas fisik, konsumsi makanan cepat saji, stres, hipertensi keluarga dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Talang Ratu Kota Palembang tahun 2025.Faktor dominan yang paling mempengaruhi kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Talang Ratu Kota Palembang adalah usia.

Berdasarkan hasil penelitian dan temuan, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengembangkan strategi intervensi yang berfokus pada kelompok usia berisiko tinggi untuk hipertensi, seperti lansia. Intervensi ini dapat mencakup edukasi tentang gaya hidup sehat, manajemen stres, dan pentingnya aktivitas fisik teratur. Penelitian dapat mengeksplorasi efektivitas berbagai pendekatan intervensi dan strategi promosi kesehatan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik kelompok usia ini.. . 2. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami hubungan antara stres dan hipertensi. Penelitian ini dapat menyelidiki mekanisme biologis yang mendasari hubungan antara stres dan peningkatan tekanan darah, serta mengidentifikasi strategi intervensi yang efektif untuk mengelola stres dan mengurangi risiko hipertensi. Penelitian dapat melibatkan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan psikologi, kedokteran, dan ilmu saraf.. . 3. Meneliti lebih dalam tentang pengaruh konsumsi makanan cepat saji terhadap hipertensi. Penelitian ini dapat menyelidiki mekanisme metabolik dan vaskular yang terlibat, serta mengeksplorasi strategi intervensi nutrisi yang efektif untuk mengurangi risiko hipertensi. Penelitian dapat melibatkan ahli gizi, ahli kesehatan masyarakat, dan ahli biomedis untuk mengembangkan intervensi nutrisi yang komprehensif.. . Dengan mempertimbangkan saran-saran di atas, penelitian lanjutan dapat berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor risiko hipertensi dan mengembangkan strategi intervensi yang lebih efektif untuk mencegah dan mengendalikan penyakit ini di masyarakat.

Read online
File size640.81 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test