UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI

Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA)Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA)

Makanan dan minuman merupakan sumber energi bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Pemilihan makan dan minuman yang tidak cermat mengakibatkan konsumen mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi yang dapat menimbulkan penyakit. Penyakit yang ditimbulkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi disebut dengan Foodhandler diseases. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri Klebsiella sp dan Citrobacter sp pada Makanan dan Minuman di Beberapa Pasar Tradisional. Metode Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif eksplorasi. Pemilihan sampel dilakukan secara acak di Pasar tradisional di wilayah Denpasar. Setiap pasar dilakukan pengambilan sampel makanan dan minuman dilakukan secara random terdiri dari 5 sampel pada masing-masing pasar yang berasal dari 7 pasar tradisional di Denpasar. Pada penelitian ini sampel makanan dan minuman diisolasi menggunakan media selective Mac Conkey dan identifikasi menggunakan uji biokimia dengan Imvic Test.Hasil ppenelitian menunjukkan pada makanan dan minuman dari 7 pasar didapatkan terkontaminasi bakteri Klebsiella sp sebanyak 2 (5,7%) dan Citrobacter sp sebanyak 8 sampel (22%). Rekomendasi yang diberikan dengan edukasi dan pemeriksaan secara rutin makanan dan minuman yang dijual untuk keamanan konsumen.

Sampel Makanan dan Minuman yang terkontaminasi Citrobacter berjumlah 8 sampel dan Klebsiella sp sebesar 2 sampel dari 35 sampel yang diambil dari 7 pasar tradisional Denpasar.

Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang keberadaan bakteri Klebsiella sp. dan Citrobacter sp. pada makanan dan minuman di pasar tradisional. Untuk memperdalam pemahaman dan mengembangkan solusi yang lebih efektif, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, mengingat temuan kontaminasi ini, studi di masa depan dapat berfokus pada identifikasi secara lebih spesifik sumber utama kontaminasi bakteri ini. Misalnya, apakah kontaminasi lebih sering berasal dari penjamah makanan, peralatan yang digunakan, air bersih, atau justru dari lingkungan pasar itu sendiri? Penelitian dapat menyelidiki korelasi antara praktik higiene pedagang, kondisi sanitasi kios, dan kualitas mikrobiologis produk pangan untuk mengetahui faktor mana yang paling dominan mempengaruhi tingkat pencemaran. Kedua, karena bakteri ini berpotensi menyebabkan penyakit bawaan makanan, akan sangat bermanfaat untuk menganalisis profil resistensi antibiotik dari isolat Klebsiella sp. dan Citrobacter sp. yang ditemukan. Hal ini penting untuk memahami potensi risiko kesehatan masyarakat, terutama dalam konteks peningkatan resistensi antimikroba secara global, dan untuk membantu perumusan strategi pengobatan yang tepat jika terjadi wabah. Terakhir, setelah mengidentifikasi sumber dan karakterisasi bakteri, studi intervensi menjadi krusial. Penelitian dapat dirancang untuk mengevaluasi efektivitas program edukasi atau perbaikan sanitasi yang diterapkan di pasar tradisional, misalnya, melalui perbandingan tingkat kontaminasi sebelum dan sesudah intervensi. Ini akan memberikan bukti empiris mengenai tindakan pencegahan yang paling berhasil dan berkelanjutan untuk meningkatkan keamanan pangan bagi konsumen di pasar tradisional.

  1. Bacterial Contaminations of Broiler Chicken Meat Marketed in Banjarbaru | TROPICAL WETLAND JOURNAL. bacterial... twj.ulm.ac.id/index.php/twj/article/view/77Bacterial Contaminations of Broiler Chicken Meat Marketed in Banjarbaru TROPICAL WETLAND JOURNAL bacterial twj ulm ac index php twj article view 77
Read online
File size208.39 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test