STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF

Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif BaturajaCendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja

Era transformasi layanan primer siklus hidup, kader diwajibkan memiliki keterampilan kader posyandu. Keterampilan kader posyandu sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada semua siklus hidup mulai dari bayi dan balita, ibu hamil, remaja, usia produktif dan lansia. Kader Posyandu di Wilayah Puskesmas Air Beliti belum ada yang pernah mengikuti pelatihan keterampilan kader Posyandu. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional, populasi adalah seluruh kader posyandu tahun 2025 menggunakan total sampling berjumlah 124 responden. uji yang digunakan adalah uji chi square dan regresi logistik dan regresi linier berganda. Hasil penelitian didapatkan nilai pvalue variable usia 0,534 OR= 0,787, variable Pendidikan 0,386 OR= 0,642, variable lama kerja 0,260 OR= 0,582, pengetahuan 0,000 OR= 31,182, motivasi kader 0,000 OR= 9,701. Kesimpulannya ada hubungan yang significant antara variable pengetahuan dan motivasi kader, sedangkan variable usia, Pendidikan dan lama kerja tidak didapatkan hubungan yang significant dengan keterampilan kader posyandu.

Ada hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan dan motivasi kader, sedangkan variabel usia, Pendidikan dan lama kerja tidak didapatkan hubungan yang signifikan dengan keterampilan kader posyandu.Sebaiknya diselenggarakan pelatihan rutin dan berkelanjutan yang fokus pada 25 keterampilan dasar kader, dengan pendekatan praktik langsung dan evaluasi hasil belajar.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor non-demografi yang memengaruhi motivasi kader posyandu, seperti dukungan keluarga, lingkungan kerja, dan sistem penghargaan. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain longitudinal dapat dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai model pelatihan keterampilan kader posyandu dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat. Ketiga, penelitian intervensi yang melibatkan pengembangan aplikasi atau platform digital untuk memberikan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan kepada kader posyandu dapat dieksplorasi, dengan tujuan meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi program pelatihan.

Read online
File size351.86 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test