UMITRAUMITRA

ANDASIH Jurnal Pengabdian kepada MasyarakatANDASIH Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat

Kesehatan jiwa adalah keadaan dimana seseorang mampu menyadari kemampuannya sendiri, dapat mengatasi tekanan hidup yang normal, dapat bekerja secara produktif dan mampu memberi kontribusi terhadap lingkungannya. Masalah kesehatan jiwa diartikan sebagai ketidakmampuan seseorang menyesuaikan diri terhadap tuntutan dan kondisi lingkungan yang mengakibatkan ketidakmampuan tertentu. Masalah kesehatan jiwa yang banyak dialami remaja adalah masalah pertemanan yang dapat menyebabkan stres. Tujuan dari penyuluhan kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa dalam memahami kesehatan jiwa pada remaja khususnya stres, mengetahui tingkat stres yang dialami siswa-siswi SMK Bintang Nusantara. Peserta yang hadir sebanyak 75 orang. Penyebaran kuesioner sebanyak 38 kuesioner dan dianggap sudah mewakili, kuesioner yang digunakan adalah Kuesioner Perceived Stress Scale (PSS). Tempat yang digunakan sudah sesuai dengan rencana yang telah dibuat dengan menggunakan perlengkapan selama penyuluhan seperti power point dan leaflet. Hasil kegiatan didapatkan peningkatan pengetahuan tentang kesehatan jiwa pada remaja, ditunjukkan oleh para remaja yang dapat menjawab semua pertanyaan tentang kesehatan jiwa pada remaja, hasil kuesioner tingkat stres didapatkan hasil Stres Ringan 7 siswa, Stres Sedang 21 siswa, Stres Berat 9 siswa.

Penyuluhan kesehatan jiwa yang diberikan kepada siswa kelas X dan XII SMK Bintang Nusantara berjalan lancar tanpa kendala, berkat dukungan staf sekolah, mahasiswa fasilitator, dan sarana prasarana yang memadai.Materi yang mencakup pengertian kesehatan jiwa, penyebab dan gejala stres, serta pencegahan stres dapat disampaikan dengan jelas dan dipahami baik oleh peserta.Kegiatan juga meliputi pemeriksaan tekanan darah gratis bagi guru, staf, dan siswa, yang dilaksanakan dengan antusiasme tinggi.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji sejauh mana penggunaan media digital, seperti aplikasi mobile atau platform e‑learning, dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengelola stres pada remaja SMK dibandingkan dengan pendekatan penyuluhan tatap muka tradisional; penelitian ini akan mengukur perubahan skor pengetahuan, tingkat stres, dan kepuasan peserta melalui desain eksperimental terkontrol. Selanjutnya, studi longitudinal dapat dilakukan untuk menilai dampak jangka panjang dari serangkaian lokakarya manajemen stres yang dilaksanakan secara berkala selama satu tahun ajaran, dengan memantau perbedaan tingkat stres, prestasi akademik, dan kebiasaan hidup sehat antara kelompok yang mengikuti program dan kelompok kontrol. Selain itu, penelitian campuran (mixed‑methods) dapat mengeksplorasi peran keterlibatan orang tua dan pola komunikasi keluarga dalam memoderasi tingkat stres remaja SMK, dengan menggabungkan survei kuantitatif tentang dukungan emosional keluarga dan wawancara mendalam untuk memahami mekanisme dukungan yang paling efektif. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang strategi pencegahan stres yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan kontekstual bagi remaja di lingkungan sekolah menengah kejuruan.

  1. #siswa kelas v#siswa kelas v
  2. #gizi seimbang#gizi seimbang
Read online
File size522.44 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2sz
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test