USIUSI

Jurnal Regional PlanningJurnal Regional Planning

Sungai Aek Pohon merupakan bagian tengah dari DAS Batang Gadis. Bertambah luasnya kawasan terbangun dan maraknya penambangan galian golongan C di lokasi ini dikhawatirkan akan mengakibatkan berkurangnya fungsi kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Gadis, khususnya Sub DAS Aek Pohon sebagai kawasan konservasi dan ketersediaan ruang terbuka hijau serta fasilitas pelayanan umum yang tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Mandailing Natal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sebaran dan fungsi lahan serta kesesuaian fungsi lahan Sub DAS Aek Pohon di Kecamatan Panyabungan terhadap RTRW Kabupaten Mandailing Natal, dan menyimpulkan bahwa pemanfaatan lahan didominasi sektor pertanian (82,9% luas), meliputi sawah, perkebunan, ladang, kolam, kebun campuran, dan hutan, dengan penggunaan lahan lain untuk pemukiman (7,9%), industri dan perdagangan (1,3%) serta sisanya semak belukar dan sungai, serta terdapat dua kategori kesesuaian lahan: tinggi seluas 900,14 ha untuk pengembangan perkotaan dan sedang seluas 827,46 ha untuk kegiatan konservasi.

Pemanfaatan lahan Sub DAS Aek Pohon di Kecamatan Panyabungan didominasi oleh sektor pertanian (82,9% luas), meliputi sawah, perkebunan, ladang, kolam, kebun campuran, dan hutan.Lahan lain digunakan untuk pemukiman (7,9%), industri dan perdagangan (1,3%), serta sisanya semak belukar dan sungai.Kesesuaian lahan terhadap RTRW Kabupaten Mandailing Natal terbagi menjadi dua kategori.kesesuaian tinggi seluas 900,14 ha untuk pengembangan perkotaan, dan kesesuaian sedang seluas 827,46 ha untuk kegiatan konservasi.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana perubahan penggunaan lahan di Sub DAS Aek Pohon berpengaruh terhadap kualitas air selama lima tahun terakhir, dengan mengumpulkan data hidrologi dan melakukan analisis tren. Selanjutnya, studi dapat mengembangkan model prediksi spasial yang mengintegrasikan faktor sosial‑ekonomi, seperti kepadatan penduduk dan kegiatan ekonomi informal, untuk mengevaluasi potensi konflik lahan antara pengembangan perkotaan dan konservasi. Terakhir, diperlukan penelitian aksi yang menguji efektivitas program rehabilitasi lahan konservasi berbasis komunitas, menilai partisipasi masyarakat lokal serta dampaknya terhadap penurunan erosi dan peningkatan keanekaragaman hayati di wilayah Sub DAS Aek Pohon.

  1. Pemetaan Daerah Rawan Erosi Di DAS Wae Batu Merah Kota Ambon | MAKILA. pemetaan daerah rawan erosi das... doi.org/10.30598/makila.v14i1.2508Pemetaan Daerah Rawan Erosi Di DAS Wae Batu Merah Kota Ambon MAKILA pemetaan daerah rawan erosi das doi 10 30598 makila v14i1 2508
Read online
File size412.18 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test