POLBANGTAN GOWAPOLBANGTAN GOWA

Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan PenyuluhanJurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan

Kapasitas kewirausahaan pemuda pedesaan dalam mengelola agribisnis relatif masih rendah, padahal mereka merupakan generasi penerus yang diharapkan dapat memperkuat sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi determinan kinerja pelatihan yang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kapasitas kewirausahaan pemuda pedesaan. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dilaksanakan pada Tahun 2022 di empat kabupaten di Jawa Barat, yaitu di Kabupaten: Sukabumi, Cianjur, Subang, dan Tasikmalaya. Jumlah responden sebanyak 144 orang pemuda pedesaan yang telah mengikuti pelatihan kewirausahaan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur sepuluh indikator kinerja pelatihan dan tiga dimensi kapasitas kewirausahaan (pengetahuan, sikap, dan keterampilan). Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling dengan Partial Least Square (SEM-PLS) untuk menguji hubungan kausal antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sepuluh indikator yang diuji, terdapat lima determinan kinerja pelatihan yang berpengaruh signifikan terhadap kapasitas kewirausahaan pemuda pedesaan, yaitu peran pelatih, kesesuaian materi, kesesuaian metode, pengelolaan sarana prasarana, dan peran aktif pemuda. Temuan ini mengimplikasikan bahwa efektivitas pelatihan kewirausahaan pemuda pedesaan tidak hanya ditentukan oleh konten materi, tetapi juga oleh kualitas pelatih, metode pelatihan yang interaktif, dukungan sarana prasarana yang memadai, serta partisipasi aktif peserta. Peran pelatih sebagai faktor paling signifikan, mengindikasikan bahwa pendekatan mentorship yang personal dan kemampuan pelatih dalam memotivasi serta menjadi role model sangat penting bagi generasi milenial pedesaan. Hasil penelitian ini merekomendasikan strategis bagi penyelenggara pelatihan dan pembuat kebijakan dalam merancang program pelatihan kewirausahaan yang lebih efektif untuk meningkatkan kapasitas pemuda pedesaan di sektor pertanian.

Penelitian ini mengidentifikasi lima determinan kinerja pelatihan yang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kapasitas kewirausahaan pemuda pedesaan di Jawa Barat, yaitu peran pelatih, peran aktif pemuda, kesesuaian materi, kesesuaian metode, dan pengelolaan sarana prasarana.Efektivitas pelatihan tidak hanya ditentukan oleh isi materi, tetapi juga sinergi faktor kritis seperti kualitas pelatih, metode interaktif, dukungan infrastruktur, dan partisipasi peserta.Model penelitian mampu menjelaskan 59,2% varians kapasitas kewirausahaan pemuda pedesaan, menunjukkan pentingnya pendekatan holistik dalam merancang program pelatihan kewirausahaan.

1) Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang dari program mentorship berbasis teknologi informasi terhadap kapasitas kewirausahaan pemuda pedesaan. 2) Studi komparatif tentang efektivitas metode pelatihan partisipatif versus konvensional dalam meningkatkan keterampilan praktis pemuda di daerah dengan karakteristik sosial budaya berbeda. 3) Analisis peran kemitraan antara penyelenggara pelatihan dan pelaku usaha lokal dalam pengembangan konten pelatihan yang relevan dengan tantangan agribisnis spesifik di setiap wilayah.

  1. DETERMINAN KINERJA PELATIHAN DALAM PENINGKATAN KAPASITAS KEWIRAUSAHAAN PEMUDA PEDESAAN: STUDI KASUS JAWA... doi.org/10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v21i2.683DETERMINAN KINERJA PELATIHAN DALAM PENINGKATAN KAPASITAS KEWIRAUSAHAAN PEMUDA PEDESAAN STUDI KASUS JAWA doi 10 52625 j agr sosekpenyuluhan v21i2 683
  2. Promoting positive youth development in rural communities: Integrating social work, psychology, and education... journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0309989Promoting positive youth development in rural communities Integrating social work psychology and education journals plos plosone article id 10 1371 journal pone 0309989
Read online
File size388.92 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test