169169

PanggungPanggung

Penelitian ini mengkaji sanggit lakon dan simbolisme lakon Dèwi Sri pada pertunjukan wayang kulit gaya Kedu Temanggungan yang disajikan oleh Legowo Cipto Karsono. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap makna yang terkandung dalam pakeliran tersebut dengan menganalisis sanggit lakon dan simbolisme Dèwi Sri. Analisis ini dilakukan dengan paradigma tekstual‑kontekstual dengan payung metode ethnoart. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka dan observasi pertunjukan wayang kulit. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa sanggit lakon Dèwi Sri menunjukkan tingkat integritas artistik yang tinggi, mematuhi prinsip‑prinsip dramatik Jawa yaitu tutug (tuntas), kempel (koherensi), dan mulih (penyelesaian konklusif). Simbolisme Dèwi Sri tidak hanya merepresentasikan kesuburan padi, tetapi juga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sosial. Lebih lanjut, figur Dèwi Sri memperkuat hubungan spiritual antara manusia dan alam, yang terefleksi dalam ritual pertanian seperti wiwitan dan mapag.

pertama, inovasi kreatif dalang dalam mengadaptasi lakon Dèwi Sri dengan pola kausalitas padat yang memenuhi prinsip tutug, kempel, dan mulih.kedua, simbolisme Dèwi Sri dipahami sebagai representasi keseimbangan ekosistem, keberlanjutan sosial, serta hubungan spiritual antara manusia dan alam.Temuan tersebut menegaskan bahwa kemakmuran masyarakat Jawa tidak hanya bergantung pada hasil material pertanian, melainkan juga pada harmoni spiritual dan sosial yang tercermin dalam mitos Dèwi Sri.Dengan analisis tekstual‑kontekstual dan metodologi ethnoart, penelitian ini memperkaya pemahaman tentang cara dalang menginterpretasi kembali tradisi lokal serta memberikan kontribusi signifikan bagi kajian pedhalangan dan budaya agraris Jawa.

Penelitian lanjutan dapat membandingkan lakon Dèwi Sri dalam gaya Kedu Temanggungan dengan variasi regional lain seperti Surakarta atau Magelangan untuk mengevaluasi perbedaan struktur sanggit lakon dan makna simbolisnya, sehingga memperluas wawasan tentang keragaman interpretasi budaya wayang. Selanjutnya, studi etnografi yang meneliti persepsi penonton dan komunitas agraris kontemporer terhadap simbolisme Dèwi Sri dapat mengungkap bagaimana makna tradisional dipertahankan atau diadaptasi dalam konteks sosial‑ekologis saat ini, memberikan insight tentang relevansi budaya dalam pembangunan berkelanjutan. Terakhir, eksplorasi penggunaan media digital atau teknologi pertunjukan interaktif untuk mendokumentasikan, melestarikan, dan menyebarkan repertoar Kedu Temanggungan dapat menilai dampaknya terhadap transfer pengetahuan budaya kepada generasi muda serta memperkuat keberlanjutan seni pedhalangan tradisional.

  1. Inovasi Produk Suvenir Destinasi Wisata Kearifan Lokal Sebagai Peluang Usaha Masyarakat Adat | Panggung.... doi.org/10.26742/panggung.v34i3.3563Inovasi Produk Suvenir Destinasi Wisata Kearifan Lokal Sebagai Peluang Usaha Masyarakat Adat Panggung doi 10 26742 panggung v34i3 3563
  2. DEWI SRI SEBAGAI FIGUR IBU MITOLOGIS: TINJAUAN NARASI DAN VISUAL FOLKLOR JAWA TIMUR | Fitrahayunitisna... jurnal.ppjb-sip.org/index.php/tradisilisan/article/view/137DEWI SRI SEBAGAI FIGUR IBU MITOLOGIS TINJAUAN NARASI DAN VISUAL FOLKLOR JAWA TIMUR Fitrahayunitisna jurnal ppjb sip index php tradisilisan article view 137
  3. DOI Name 10.15294 Values. name values index type timestamp data serv crossref desc dept drama semarang... doi.org/10.15294DOI Name 10 15294 Values name values index type timestamp data serv crossref desc dept drama semarang doi 10 15294
Read online
File size1.08 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test