4141

Jurnal Bisnis Dan Kajian Strategi ManajemenJurnal Bisnis Dan Kajian Strategi Manajemen

Penelitian ini menganalisis pengaruh beban kerja, etika kerja, dan keterikatan kerja terhadap kinerja pegawai di Kantor Bupati Pidie, dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Data dikumpulkan dari seluruh 121 pegawai (metode sensus) melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares (PLS) melalui SmartPLS 3.0. Hasil menunjukkan bahwa beban kerja, etika kerja, dan keterikatan kerja tidak berpengaruh langsung signifikan terhadap kinerja pegawai (masing-masing p=0,116; p=0,938; p=0,057), tetapi ketiganya berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja (p=0,000; p=0,005; p=0,000). Kepuasan kerja memiliki pengaruh langsung yang sangat kuat dan signifikan terhadap kinerja (p=0,000) serta berperan sebagai perantara penuh (full mediation) dalam hubungan antara ketiga variabel bebas dengan kinerja (semua jalur mediasi signifikan, p<0,01). Model penelitian ini memiliki daya prediksi yang sangat tinggi dengan R² kepuasan kerja = 0,904 (90,4%) dan R² kinerja pegawai = 0,998 (99,8%). Implikasi praktis dari penelitian ini menekankan bahwa untuk meningkatkan kinerja pegawai, manajemen harus memprioritaskan strategi peningkatan kepuasan kerja, seperti mengelola beban kerja yang proporsional, memperkuat etika kerja dalam budaya organisasi, serta meningkatkan keterikatan kerja melalui pengembangan karir dan penciptaan lingkungan kerja yang mendukung.

Analisis menunjukkan bahwa beban kerja, etika kerja, dan keterikatan kerja tidak berpengaruh langsung signifikan terhadap kinerja pegawai, namun masing‑masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, yang pada gilirannya secara kuat memengaruhi kinerja.Kepuasan kerja berperan sebagai mediator penuh dalam hubungan antara ketiga variabel independen dengan kinerja, sehingga pengaruhnya terjadi hanya melalui kepuasan kerja.Model penelitian memiliki daya prediksi sangat tinggi dengan R² sebesar 90,4 % untuk kepuasan kerja dan 99,8 % untuk kinerja pegawai.

Penelitian selanjutnya dapat menguji hubungan yang sama secara longitudinal untuk melihat bagaimana beban kerja, etika kerja, dan keterikatan kerja memengaruhi kepuasan serta kinerja pegawai dari waktu ke waktu, sehingga dapat mengidentifikasi efek kausal yang lebih kuat. Selain itu, studi komparatif yang melibatkan beberapa kantor pemerintahan daerah lainnya diperlukan guna menilai generalisasi temuan dan menguji apakah faktor‑faktor yang sama berlaku pada konteks organisasi yang berbeda. Selanjutnya, penelitian dapat meneliti peran budaya organisasi sebagai variabel moderator yang mungkin memperkuat atau memperlemah pengaruh beban kerja, etika kerja, dan keterikatan kerja terhadap kepuasan kerja, sehingga memberikan wawasan lebih mendalam tentang kondisi organisasi yang optimal untuk meningkatkan kinerja pegawai.

  1. PENGARUH QUALITY OF WORK LIFE (QWL) TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN DISIPLIN DAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI... doi.org/10.20885/jsb.vol18.iss2.art10PENGARUH QUALITY OF WORK LIFE QWL TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN DISIPLIN DAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI doi 10 20885 jsb vol18 iss2 art10
  2. Pengaruh Etika Kerja, Budaya Organisasi Dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja... stiealwashliyahsibolga.ac.id/jurnal/index.php/jesya/article/view/618Pengaruh Etika Kerja Budaya Organisasi Dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja stiealwashliyahsibolga ac jurnal index php jesya article view 618
  3. Pengaruh Quality of Work Life, Beban Kerja dan Stres Kerja terhadap Person Organization Fit serta Implikasinya... ojs.pseb.or.id/index.php/jmeb/article/view/1386Pengaruh Quality of Work Life Beban Kerja dan Stres Kerja terhadap Person Organization Fit serta Implikasinya ojs pseb index php jmeb article view 1386
Read online
File size484.71 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test