SEMINAR IDSEMINAR ID

Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education ForumJournal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum

Pemanfatan energi alternatif sekarang sedang digalakkan untuk menggantikan ketergantungan terhadap energi fosil seperti batu bara. Batu bara sebagian besar banyak digunakan sebagai bahan bakar pada pembangkit listrik. Cadangan terbukti batubara sebesar 31,35 miliar ton. Bila diasumsikan tidak ada penemuan cadangan baru maka batubara akan habis 72 tahun. Untuk itu, pemerintah melalui Kebijakan Energi Nasional No. 79 tahun 2014 mengamanatkan penggunaan energi terbarukan minimal 23 % pada tahun 2025 dan 31 % pada tahun 2050. Salah satu sumber energi yang sering digunakan sebagai pengganti energi fosil adalah air. Air merupakan sumber energi yang murah dan relatif mudah didapat. Energi yang dimiliki air dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Banyak desa-desa di Indonesia yang mempunyai aliran sungai maupun saluran irigasi yang belum termanfaatkan sebagai sumber energi baru dan terbarukan khusus pembangkit listrik sekala mikro maupun piko. Salah satu aliran irigasi yang belum termanfaatkan adalah di Desa Pesucen Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Aliran saluran irigasi tersebut memiliki aliran yang cukup deras sehingga cocok untuk Pembangkit Listrik Tenaga Piko Hidro (PLTPH).PLTPH yang akan dibuat diharapkan dapat memberikan alternatif pembangkit listrik dengan memanfaatkan saluran irigasi yang ada dibelakang rumah warga. Selain itu dengan adanya PLTPH ini, dapat mengurangi ketergantungan warga terhadap sumber listrik yang sudah ada dan saluran irigasi mempunyai nilai lebih dibandingkan sebelumnya.

Implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Piko Hidro (PLTPH) melalui program Desiminasi Produk Teknologi ke Masyarakat (DPTM) di Masjid Baitul Muttaqin Desa Pesucen telah terlaksana dengan baik, didukung oleh partisipasi aktif mitra dalam serah terima, pelatihan, pengoperasian, dan perawatan alat.Keberadaan PLTPH ini secara signifikan berkontribusi pada penghematan biaya operasional tempat ibadah, serta menjamin keberlangsungan aktivitas keagamaan tanpa gangguan akibat pemadaman listrik PLN.Dengan demikian, PLTPH menjadi solusi energi alternatif yang efektif dan memberikan nilai tambah bagi komunitas lokal.

Mengingat keberhasilan implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Piko Hidro (PLTPH) di Desa Pesucen, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan untuk memaksimalkan potensi teknologi ini dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Pertama, penelitian dapat berfokus pada pengembangan dan optimalisasi desain sistem PLTPH hibrida yang terintegrasi dengan sumber energi terbarukan lain seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Hal ini penting untuk memenuhi kebutuhan daya yang lebih besar, tidak hanya untuk kegiatan ibadah tetapi juga mendukung pengembangan usaha produktif berbasis masyarakat, terutama bagi pemuda desa, dengan mempertimbangkan variabilitas sumber daya air musiman dan intensitas matahari. Bagaimana sistem hibrida ini dapat dirancang agar efisien, ekonomis, dan mudah dioperasikan di daerah pedesaan menjadi pertanyaan kunci. Kedua, mengingat karakteristik saluran irigasi yang unik (ketinggian rendah dengan arus deras dan debit konstan), penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi perbandingan berbagai desain turbin pico hidro yang spesifik untuk kondisi aliran semacam itu. Studi ini dapat menguji efisiensi hidrolik, daya tahan, serta biaya produksi dan pemeliharaan berbagai jenis turbin undershot atau turbin aliran rendah lainnya, guna mengidentifikasi solusi paling optimal yang dapat direplikasi di lokasi serupa di seluruh Indonesia. Terakhir, untuk menjamin keberlanjutan proyek dalam jangka panjang, studi mendalam mengenai model pengelolaan dan pemeliharaan berbasis komunitas sangat diperlukan. Bagaimana memberdayakan masyarakat lokal agar mampu mengoperasikan, memelihara, dan bahkan melakukan perbaikan minor pada sistem PLTPH secara mandiri, serta mengembangkan mekanisme pendanaan berkelanjutan untuk perawatan alat, merupakan aspek krusial yang memerlukan penelitian berbasis aksi dan partisipatif.

Read online
File size601.67 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test