MAHAPRAJNASTABMAHAPRAJNASTAB

Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama (Dharma Edukasi)Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama (Dharma Edukasi)

Pada dasarnya, agama Buddha adalah agama yang menekankan belas kasihan, sehingga cara memperoleh kekayaan tidak boleh menyimpang dari kaidah moral. Prinsip ekonomi dalam agama Buddha harus beriringan dengan prinsip moral atau sila, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Anguttara Nikaya III:208. Lima jenis perdagangan yang tidak dianjurkan adalah perdagangan senjata, makhluk hidup, daging, zat yang memabukkan, dan racun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif studi kepustakaan untuk mencari kebenaran dengan menganalisis berbagai sumber. Hasilnya adalah interpretasi bahwa pekerjaan yang benar tidak menyimpang dari nilai-nilai agama, norma masyarakat, atau aturan negara, serta tidak merugikan diri sendiri maupun makhluk lain, melainkan saling menguntungkan.

Ekonomi Buddhis menekankan pentingnya moralitas dan menghindari perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun makhluk lain.Kekayaan bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk mencapai perkembangan manusia dan meningkatkan kualitas hidup.Prinsip-prinsip ekonomi Buddhis, seperti kesederhanaan dan kehati-hatian, dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan ekonomi yang harmonis dan berkelanjutan.

Berdasarkan telaah terhadap artikel ini, penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengkaji implementasi prinsip-prinsip ekonomi Buddhis dalam praktik bisnis modern di Indonesia, khususnya pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain itu, menarik untuk diteliti bagaimana konsep kesejahteraan dalam perspektif ekonomi Buddhis dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan pembangunan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Penelitian lebih lanjut juga dapat mengeksplorasi peran lembaga-lembaga keagamaan Buddha dalam memberikan pendampingan ekonomi kepada masyarakat, serta mengidentifikasi potensi dan tantangan dalam mengembangkan model ekonomi berbasis nilai-nilai Buddhis yang relevan dengan konteks sosial dan budaya Indonesia. Studi komparatif antara prinsip ekonomi Buddhis dengan konsep ekonomi syariah juga dapat memberikan wawasan baru tentang etika dalam dunia bisnis dan keuangan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam membangun sistem ekonomi yang lebih adil, makmur, dan harmonis di Indonesia, sejalan dengan nilai-nilai luhur agama Buddha.

  1. Ekonomi Dalam Perspektif Agama Buddha | PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama. ekonomi... doi.org/10.53565/patisambhida.v4i2.1057Ekonomi Dalam Perspektif Agama Buddha PATISAMBHIDA Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama ekonomi doi 10 53565 patisambhida v4i2 1057
  1. #integrasi nilai agama#integrasi nilai agama
  2. #agama buddha#agama buddha
Read online
File size566.06 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-20Q
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test