UNUKASEUNUKASE

Nusantara Journal of Education and Social ScienceNusantara Journal of Education and Social Science

Penelitian ini mengkaji penerapan metode Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika, khususnya materi turunan fungsi, di kalangan siswa SMA kelas XI. Berdasarkan hasil penelitian yang tercatat dalam berbagai studi, penggunaan model PBL terbukti efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar siswa. Selain itu, penelitian lain juga memperlihatkan bahwa PBL tidak sekedar meningkatkan pemahaman konsep, tetapi juga keterampilan pemecahan masalah, berpikir kritis, dan kolaborasi antar siswa. Penerapan model ini dalam berbagai konteks, baik dengan media konkret, pembelajaran daring, atau dengan modifikasi berbasis teknologi, menghasilkan peningkatan keterlibatan siswa serta membantu mereka untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran. PBL juga memberikan dampak positif pada peningkatan minat belajar, keterampilan komunikasi, dan representasi matematis, yang menunjukkan keberhasilan model ini dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika. Dengan demikian, penerapan PBL dapat menjadi metode belajar yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, pemahaman konsep, dan keterampilan siswa dalam mata pelajaran matematika, khususnya pada materi yang membutuhkan pemahaman yang mendalam seperti konsep turunan fungsi.

Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep derivatif melalui pendekatan yang aktif, kontekstual, dan kolaboratif.PBL tidak hanya meningkatkan pemahaman konseptual, tetapi juga keterampilan pemecahan masalah, berpikir kritis, dan kerja sama tim.Penggunaan media pendukung seperti LKS berbasis PBL dan e-modul semakin memperkuat efektivitas pendekatan ini dalam pembelajaran matematika.

Pertama, perlu dikaji bagaimana efektivitas model PBL berbasis masalah dunia nyata yang lebih spesifik, seperti permasalahan ekonomi atau fisika, dalam membantu siswa memahami konsep derivatif secara mendalam. Kedua, penting untuk mengeksplorasi penerapan PBL yang terintegrasi dengan platform digital interaktif, seperti aplikasi mobile atau simulasi daring, untuk melihat pengaruhnya terhadap kemandirian belajar dan keterlibatan siswa di luar kelas. Ketiga, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana PBL dapat dimodifikasi berdasarkan gaya belajar siswa, terutama bagi mereka dengan kemampuan rendah, agar pendekatan ini lebih inklusif dan mampu menutup kesenjangan pemahaman konsep. Penelitian lanjutan sebaiknya menguji kombinasi ketiga aspek tersebut dalam satu kerangka pembelajaran yang terpadu untuk memastikan PBL tidak hanya efektif secara umum, tetapi juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu dan konteks sekolah yang beragam.

  1. One moment, please.... one moment please wait request verified edukatif.org/index.php/edukatif/article/view/3249One moment please one moment please wait request verified edukatif index php edukatif article view 3249
  1. #pembelajaran matematika#pembelajaran matematika
  2. #peserta didik#peserta didik
Read online
File size418.97 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-20U
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test