SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT
Jurnal Ilmiah PeuradeunJurnal Ilmiah PeuradeunPenelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penerapan model PBL terhadap keterampilan proses sains (PPP) dan pemahaman konsep zat kimia dalam makanan pada siswa kelas delapan MTsN Meureudu. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan desain penelitian satu kelompok pretest dan posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah 19 siswa kelas delapan MTsN Meureudu tahun ajaran 2013/2014. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest untuk menentukan pengaruh penerapan model PBL serta lembar observasi untuk mengetahui kelayakan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL mempengaruhi PPP dan pemahaman konsep zat kimia dalam makanan pada siswa kelas delapan MTsN Meureudu. Pengaruh tersebut dapat dilihat dari hasil uji hipotesis yang menunjukkan nilai signifikan lebih kecil dari α (0,05). Selain itu, kemampuan representasi siswa kelas delapan MTsN Meureudu setelah penerapan model PBL pada materi zat kimia dalam makanan mengalami peningkatan dengan persentase representasi enaktif 74%, ikonik 63%, dan simbolik 68%.
Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa.(1) Penerapan model PBL mempengaruhi PPP dan pemahaman siswa kelas delapan MTsN Meureudu mengenai bahan kimia dalam makanan.Pengaruh tersebut terlihat dari hasil uji hipotesis yang nilai signifikan lebih kecil dari α (0,05).(2) Kemampuan representasi siswa kelas delapan MTsN Meureudu setelah penerapan model PBL pada zat kimia dalam makanan mengalami peningkatan.Kemampuan representasi siswa pada encactive adalah 74%, ikonik 63%, dan simbolik 68%.
Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh model PBL dalam mata pelajaran lainnya, misalnya dalam bidang matematika, untuk melihat apakah penerapan metode ini juga memberikan hasil yang sama dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa. Selain itu, dapat dilakukan penelitian longitudinal untuk memantau perkembangan pemahaman siswa terhadap konsep kimia seiring dengan penerapan model PBL dalam jangka waktu yang lebih lama dan berkelanjutan. Tidak kalah penting, studi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi model PBL di kelas, seperti keterlibatan orang tua dan lingkungan belajar, juga dapat memberikan wawasan baru untuk meningkatkan efektivitas metode pembelajaran ini.
| File size | 259.04 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.
UMPWRUMPWR Oleh karena itu, pendekatan ini merupakan alternatif strategis yang layak untuk pembelajaran IPA, meskipun efektivitasnya perlu ditingkatkan melalui pendampinganOleh karena itu, pendekatan ini merupakan alternatif strategis yang layak untuk pembelajaran IPA, meskipun efektivitasnya perlu ditingkatkan melalui pendampingan
UNISAPUNISAP Demikian pula, ketuntasan belajar klasikal meningkat dari 32,14% menjadi 53,57%, dan akhirnya mencapai 85,71%, yang menunjukkan keberhasilan penerapanDemikian pula, ketuntasan belajar klasikal meningkat dari 32,14% menjadi 53,57%, dan akhirnya mencapai 85,71%, yang menunjukkan keberhasilan penerapan
PCMKRAMATJATIPCMKRAMATJATI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dan Problem-Based Learning (PBL) dalamPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dan Problem-Based Learning (PBL) dalam
STITMUBOSTITMUBO Aktivitas siswa mengalami peningkatan, terlihat pada aktivitas belajar siswa sebesar 75,6% meningkat menjadi 81,8% diperoleh data keaktifan belajar siswaAktivitas siswa mengalami peningkatan, terlihat pada aktivitas belajar siswa sebesar 75,6% meningkat menjadi 81,8% diperoleh data keaktifan belajar siswa
JURNALDIDAKTIKAJURNALDIDAKTIKA Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan penerapan model Problem Based Learning di sekolah dasar dapat diatasi dengan lebih memahami dan memaksimalkanHasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan penerapan model Problem Based Learning di sekolah dasar dapat diatasi dengan lebih memahami dan memaksimalkan
ARKAINSTITUTEARKAINSTITUTE Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kelas XI MIA yang terdiri dari dua kelas. Semua populasi diambil sebagai sampel (sampel total). Kelas XI MIAPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kelas XI MIA yang terdiri dari dua kelas. Semua populasi diambil sebagai sampel (sampel total). Kelas XI MIA
UNIDAUNIDA Hasil uji t (One-Sample Test) terhadap nilai post-test kelas eksperimen menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,04; karena 0,04 < 0,05, maka Ha diterimaHasil uji t (One-Sample Test) terhadap nilai post-test kelas eksperimen menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,04; karena 0,04 < 0,05, maka Ha diterima
Useful /
POLIMDOPOLIMDO Evaluasi mengungkap penurunan waktu proses administrasi rata-rata dari 21 menjadi 6 hari serta peningkatan jumlah proposal dan luaran yang terdokumentasiEvaluasi mengungkap penurunan waktu proses administrasi rata-rata dari 21 menjadi 6 hari serta peningkatan jumlah proposal dan luaran yang terdokumentasi
UIDUID Penerapan Pasal 66 Undang-Undang Jabatan Notaris (UUJN) menimbulkan pertentangan lama yang hadir kembali ditataran praktik antara penegak hukum denganPenerapan Pasal 66 Undang-Undang Jabatan Notaris (UUJN) menimbulkan pertentangan lama yang hadir kembali ditataran praktik antara penegak hukum dengan
UIDUID 0 sangat berakibat pada perubahan ataupun transformasi yang sangat efisien dan signifikan dalam pasar digital di aspek kehidupan dan berbagai bidang seperti0 sangat berakibat pada perubahan ataupun transformasi yang sangat efisien dan signifikan dalam pasar digital di aspek kehidupan dan berbagai bidang seperti
UIDUID Dapat disimpulkan bahwa konsiliasi dinilai kurang efektif untuk penyelesaian sengketa konsumen dikarenakan peran konsiliator yang bersifat pasif sehinggaDapat disimpulkan bahwa konsiliasi dinilai kurang efektif untuk penyelesaian sengketa konsumen dikarenakan peran konsiliator yang bersifat pasif sehingga