UMPWRUMPWR
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan FisikaRadiasi : Jurnal Berkala Pendidikan FisikaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Problem-Based Learning (PBL) yang dibantu oleh simulasi PhET dalam meminimalkan miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman konseptual siswa pada materi gaya dan gerak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen berbentuk pre-test – post-test satu kelompok. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Gebog. Instrumen yang digunakan adalah tes diagnostik berbasis Certainty of Response Index (CRI) untuk mengidentifikasi miskonsepsi serta tes pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman konseptual secara kuantitatif. Hasil menunjukkan adanya penurunan miskonsepsi sebesar 9 persen setelah implementasi pembelajaran, serta peningkatan pemahaman konseptual dengan nilai N-Gain rata-rata 0,422348 atau 42,23 persen, yang termasuk dalam kategori sedang. Simulasi PhET The Moving Man memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi hubungan antar variabel gerak secara visual dan interaktif, sehingga membantu meningkatkan pemahaman konsep abstrak seperti posisi, kecepatan, dan percepatan. PBL yang diawali dengan penggunaan fenomena kontekstual berhasil membangun keterlibatan kognitif siswa dan mendorong proses berpikir kritis. Berdasarkan hasil ini, model PBL yang dibantu simulasi PhET dianggap cukup efektif sebagai alternatif pembelajaran berbasis teknologi untuk mengatasi miskonsepsi dan memperkuat pemahaman konseptual materi gerak dan gaya.
Model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) berbantuan simulasi PhET terbukti efektif dalam mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman konseptual siswa pada materi gaya dan gerak.Hal ini ditunjukkan dengan penurunan miskonsepsi sebesar 9% dan peningkatan pemahaman konsep dengan nilai N-Gain sedang (42,23%), di mana simulasi interaktif membantu siswa memvisualisasikan konsep abstrak.Oleh karena itu, pendekatan ini merupakan alternatif strategis yang layak untuk pembelajaran IPA, meskipun efektivitasnya perlu ditingkatkan melalui pendampingan guru, alokasi waktu yang memadai, dan instrumen evaluasi yang lebih komprehensif.
Penelitian ini membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut dengan mengatasi keterbatasan yang ada. Pertama, bagaimana pengaruh pemberian pelatihan pra-intervensi tentang keterampilan interpretasi grafik dan keterbiasaan menggunakan simulasi terhadap efektivitas model PBL-PhET dalam mengurangi miskonsepsi siswa? Kedua, seberapa efektifkah model PBL-PhET jika dibandingkan secara langsung dengan model pembelajaran inovatif lainnya, seperti discovery learning atau flipped classroom, dalam desain eksperimen yang memadai dengan kelompok kontrol untuk melihat mana yang paling unggul? Ketiga, apakah efektivitas model ini konsisten jika diterapkan pada materi fisika abstrak lainnya seperti listrik dinamis atau gelombang, atau pada tingkatan kelas yang berbeda seperti SMA? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini akan memberikan gambaran yang lebih lengkap dan kuat mengenai penerapan teknologi simulasi dalam pendidikan sains.
- PENGARUH PENGGUNAAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN PHET SIMULATIONS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA... doi.org/10.32934/jmie.v6i1.311PENGARUH PENGGUNAAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN PHET SIMULATIONS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA doi 10 32934 jmie v6i1 311
- Identifikasi Miskonsepsi Siswa pada Materi Gaya dan Gerak Menggunakan Certainty of Respons Index (CRI)... doi.org/10.37329/cetta.v7i2.3193Identifikasi Miskonsepsi Siswa pada Materi Gaya dan Gerak Menggunakan Certainty of Respons Index CRI doi 10 37329 cetta v7i2 3193
- Radware Bot Manager Captcha. radware manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... doi.org/10.1088/1742-6596/1511/1/012114Radware Bot Manager Captcha radware manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human doi 10 1088 1742 6596 1511 1 012114
- The Effectiveness of Technology-Based PhET Simulation-Assisted PBL Models to Minimize Misconceptions... jurnal.umpwr.ac.id/radiasi/article/view/6536The Effectiveness of Technology Based PhET Simulation Assisted PBL Models to Minimize Misconceptions jurnal umpwr ac radiasi article view 6536
| File size | 893.07 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri dari 60 siswa kelasMetode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri dari 60 siswa kelas
UNPAMUNPAM Sampel penelitian terdiri dari 60 siswa kelas X SMA Negeri 1 Gowa yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikirSampel penelitian terdiri dari 60 siswa kelas X SMA Negeri 1 Gowa yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir
APTKLHIAPTKLHI Begitu pula dengan hasil belajar, kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata 84,2, lebih tinggi daripada kelas kontrol yang hanya mencapai 71,5. ModelBegitu pula dengan hasil belajar, kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata 84,2, lebih tinggi daripada kelas kontrol yang hanya mencapai 71,5. Model
OJSOJS Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap pemahaman konsep IPA siswa kelas V SD pada materi siklusPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap pemahaman konsep IPA siswa kelas V SD pada materi siklus
UMMUMM Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yakni kelas X MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIPA 2 sebagai kelas kontrol. InstrumenSampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yakni kelas X MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Instrumen
ITBITB Menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group, sampel terdiri dari 60 siswa kelas XI di salah satu SMA Negeri di KotaMenggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group, sampel terdiri dari 60 siswa kelas XI di salah satu SMA Negeri di Kota
UINUIN Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Sampel berjumlah 60 siswa kelas V yang dipilih secara purposiveMetode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Sampel berjumlah 60 siswa kelas V yang dipilih secara purposive
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Pengaruh tersebut terlihat dari hasil uji hipotesis yang nilai signifikan lebih kecil dari α (0,05). (2) Kemampuan representasi siswa kelas delapan MTsNPengaruh tersebut terlihat dari hasil uji hipotesis yang nilai signifikan lebih kecil dari α (0,05). (2) Kemampuan representasi siswa kelas delapan MTsN
Useful /
UMMUMM Limbah kulit kopi efektif digunakan sebagai bahan baku biogas karena menghasilkan 0,35 m³/kg volatile solid. Kandungan metana tertinggi mencapai 65% padaLimbah kulit kopi efektif digunakan sebagai bahan baku biogas karena menghasilkan 0,35 m³/kg volatile solid. Kandungan metana tertinggi mencapai 65% pada
UMMUMM Kebebasan beragama memiliki berbagai interpretasi dalam praktiknya, meskipun hukum mengatur hak ini. Dalam banyak kasus, kebebasan beragama erat terkaitKebebasan beragama memiliki berbagai interpretasi dalam praktiknya, meskipun hukum mengatur hak ini. Dalam banyak kasus, kebebasan beragama erat terkait
INABJINABJ Pada kondisi diabetes, komplikasi kalsifikasi vaskular salah satunya disebabkan mekanisme peningkatan AGE yang direpresentasikan oleh esRAGE. Pada kondisiPada kondisi diabetes, komplikasi kalsifikasi vaskular salah satunya disebabkan mekanisme peningkatan AGE yang direpresentasikan oleh esRAGE. Pada kondisi
INABJINABJ Stres oksidatif, inflamasi dan disfungsi endotel telah diketahui sebagai faktor risiko terjadinya hipertensi dan PKV. Faktor-faktor risiko tersebut diketahuiStres oksidatif, inflamasi dan disfungsi endotel telah diketahui sebagai faktor risiko terjadinya hipertensi dan PKV. Faktor-faktor risiko tersebut diketahui