POLTEKBANGMAKASSARPOLTEKBANGMAKASSAR
Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan TransportasiAirman: Jurnal Teknik dan Keselamatan TransportasiSebuah Sistem Manajemen Keselamatan (SMS) tidak dapat berjalan tanpa dukungan dari komponen-komponen lainnya. Kunci keberhasilan implementasi SMS terletak pada keselarasan sistem operasional, manajemen teknis, dan sumber daya manusia. Sekolah penerbangan di Indonesia tercatat telah berkontribusi pada 20 kecelakaan dan insiden serius. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keselamatan di Akademi Pilot Sipil Indonesia Banyuwangi, di mana peraturan telah diimplementasikan, pemimpin sekolah berkomitmen pada sistem manajemen keselamatan, dan sistem didukung oleh teknologi yang memadai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berdasarkan Metodologi Q. Penelitian kualitatif dipilih untuk memfasilitasi peninjauan perspektif tentang implementasi sistem manajemen keselamatan dan untuk menilai persepsi responden. Responden dalam penelitian ini adalah personel kunci dari PSC 141–014, siswa pilot senior, dan siswa pilot pre-solo, dengan total 7 responden. Responden dipilih menggunakan purposive sampling. Responden mengisi Q-sort dengan 33 pernyataan/kursus. Hasil Q-sort responden diproses menggunakan aplikasi KADE. Hasil konsensus, baik yang paling setuju maupun yang paling tidak setuju, menunjukkan bahwa persepsi keselamatan didasarkan pada dua faktor: kesadaran diri dan peran organisasi, khususnya kepemimpinan, dalam membangun dan mengembangkan budaya keselamatan, termasuk budaya yang adil. Untuk mempromosikan budaya keselamatan, termasuk budaya yang adil, organisasi memastikan bahwa audit keselamatan internal dilakukan oleh personel yang kompeten dan terlatih memadai. Pengembangan budaya keselamatan akan lebih efektif jika regulator terlibat dalam menetapkan indikator budaya keselamatan dan menggunakannya sebagai indikator penilaian melalui audit atau pengawasan.
Pelatihan keselamatan adalah faktor penting dalam operasi penerbangan, terutama selama pelatihan penerbangan.Keselamatan harus dapat diukur menggunakan berbagai indikator, termasuk persepsi instruktur penerbangan dan siswa, khususnya pada proses pelatihan penerbangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi keselamatan di Akademi Pilot Sipil Indonesia Banyuwangi cukup memadai.Meskipun insiden dan kecelakaan masih terus terjadi, pihak-pihak yang bertanggung jawab melakukan evaluasi, audit internal, dan investigasi untuk memastikan keselamatan penerbangan sesuai dengan CASR 141.Hasil konsensus, baik yang paling setuju maupun yang paling tidak setuju, menunjukkan bahwa persepsi keselamatan didasarkan pada dua faktor.kesadaran diri dan peran organisasi, khususnya kepemimpinan, dalam membangun dan mengembangkan budaya keselamatan, termasuk budaya yang adil.Penting untuk meningkatkan budaya keselamatan dan budaya yang adil.Budaya keselamatan dan budaya yang adil dapat mendorong personel untuk mematuhi prosedur keselamatan dan menjaga kesadaran keselamatan yang konsisten.Budaya yang adil akan meningkatkan tingkat keselamatan karena semua personel bersedia melaporkan insiden berbahaya, sehingga memungkinkan bahaya diidentifikasi, risiko dinilai, dan diatasi.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat mengeksplorasi pengaruh faktor-faktor demografis, seperti usia, pengalaman terbang, dan latar belakang pendidikan, terhadap persepsi keselamatan penerbangan di kalangan siswa pilot. Hal ini penting untuk memahami apakah terdapat perbedaan persepsi keselamatan berdasarkan karakteristik individu, yang dapat membantu dalam merancang program pelatihan keselamatan yang lebih efektif dan personal. Kedua, penelitian dapat meneliti secara mendalam mengenai penerapan konsep just culture di lingkungan pelatihan penerbangan. Penelitian ini dapat mengidentifikasi hambatan-hambatan yang mungkin muncul dalam menciptakan budaya pelaporan insiden yang terbuka dan aman, serta merumuskan strategi untuk mengatasi hambatan tersebut. Ketiga, penelitian dapat mengkaji efektivitas penggunaan teknologi simulasi penerbangan dalam meningkatkan kesadaran keselamatan dan mengurangi risiko kecelakaan. Penelitian ini dapat membandingkan kinerja siswa yang dilatih menggunakan simulasi dengan siswa yang dilatih secara tradisional, serta mengidentifikasi fitur-fitur simulasi yang paling efektif dalam meningkatkan keselamatan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keselamatan penerbangan, sehingga dapat dirumuskan rekomendasi kebijakan yang tepat untuk meningkatkan keselamatan penerbangan di Indonesia.
- Reduction of Normalization of Deviation (NoD) Using a Socio-Technical Systems Approach | Journal of System... jsystemsafety.com/index.php/jss/article/view/274Reduction of Normalization of Deviation NoD Using a Socio Technical Systems Approach Journal of System jsystemsafety index php jss article view 274
- Optimization design of flight training regarding cockpit equipment. optimization design flight training... doi.org/10.26552/pas.Z.2023.1.17Optimization design of flight training regarding cockpit equipment optimization design flight training doi 10 26552 pas Z 2023 1 17
- A Safety Climate Framework for Improving Health and Safety in the Indonesian Construction Industry. safety... mdpi.com/1660-4601/17/20/7462A Safety Climate Framework for Improving Health and Safety in the Indonesian Construction Industry safety mdpi 1660 4601 17 20 7462
- The Society for Conservation Biology. society conservation biology skip article content information journals... conbio.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/cobi.13123The Society for Conservation Biology society conservation biology skip article content information journals conbio onlinelibrary wiley doi 10 1111 cobi 13123
| File size | 1010.72 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
RAHARJARAHARJA Dengan metode berbasis online, sistem pelayanan Ujian Seleksi Masuk (USM) Calon Mahasiswa Baru (CMB) akan sangat mudah dilakukan dimana saja dan tidakDengan metode berbasis online, sistem pelayanan Ujian Seleksi Masuk (USM) Calon Mahasiswa Baru (CMB) akan sangat mudah dilakukan dimana saja dan tidak
UNESAUNESA Sistem diuji melalui pengujian fungsionalitas dan pengujian penerimaan pengguna dengan melibatkan 27 responden. Hasil pengujian menunjukkan tingkat keberhasilanSistem diuji melalui pengujian fungsionalitas dan pengujian penerimaan pengguna dengan melibatkan 27 responden. Hasil pengujian menunjukkan tingkat keberhasilan
HTPHTP Standar pelaksanaan K3 sudah diterapkan, namun perlu peningkatan pada beberapa kegiatan yang belum optimal. Diperlukan indikator pencapaian dan analisisStandar pelaksanaan K3 sudah diterapkan, namun perlu peningkatan pada beberapa kegiatan yang belum optimal. Diperlukan indikator pencapaian dan analisis
PKTJPKTJ Soekarno, Klaten, khususnya selama periode arus mudik Magang tahun 2024. Data diperoleh dari hasil pemeriksaan terhadap 513 unit bus angkutan umum, yangSoekarno, Klaten, khususnya selama periode arus mudik Magang tahun 2024. Data diperoleh dari hasil pemeriksaan terhadap 513 unit bus angkutan umum, yang
AKRABJUARAAKRABJUARA Senjata biologis, karena sifatnya yang tidak terkendali, dampak yang meluas, dan potensi menyebabkan penderitaan yang berlebihan, secara inheren tidakSenjata biologis, karena sifatnya yang tidak terkendali, dampak yang meluas, dan potensi menyebabkan penderitaan yang berlebihan, secara inheren tidak
UMSBUMSB Faktor ini memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan mutu, pengurangan waktu, dan penghematan biaya insiden kerja. Studi menunjukkan bahwa faktorFaktor ini memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan mutu, pengurangan waktu, dan penghematan biaya insiden kerja. Studi menunjukkan bahwa faktor
UNIVEDUNIVED Strategi visual dan copywriting yang digunakan telah sesuai dengan karakteristik media sosial, namun aspek hiburan dan interaksi sosial masih kurang dioptimalkan,Strategi visual dan copywriting yang digunakan telah sesuai dengan karakteristik media sosial, namun aspek hiburan dan interaksi sosial masih kurang dioptimalkan,
JURNALSYNTAXADMIRATIONJURNALSYNTAXADMIRATION Prioritas yang terakhir adalah Equipment Factor dengan nilai 9,15 % dengan sub kriteria utama adalah Aspek Perawatan. Kinerja penyedia jasa dalam penerapanPrioritas yang terakhir adalah Equipment Factor dengan nilai 9,15 % dengan sub kriteria utama adalah Aspek Perawatan. Kinerja penyedia jasa dalam penerapan
Useful /
PKTJPKTJ Kerangka pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan kerja, mengurangi risiko kecelakaan, serta mendukung perbaikan berkelanjutanKerangka pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan kerja, mengurangi risiko kecelakaan, serta mendukung perbaikan berkelanjutan
UNAIUNAI Penelitian kuantitatif dilakukan untuk menggambarkan sifat kepribadian, atribusi kausal, dan struktur hubungan siswa sekolah menengah dengan menggunakanPenelitian kuantitatif dilakukan untuk menggambarkan sifat kepribadian, atribusi kausal, dan struktur hubungan siswa sekolah menengah dengan menggunakan
UNAIUNAI Data dikumpulkan dari 353 mahasiswa di sebuah universitas swasta menggunakan kuesioner yang distandarisasi (DASS-21 dan Revised Brief-COPE) dan kuesionerData dikumpulkan dari 353 mahasiswa di sebuah universitas swasta menggunakan kuesioner yang distandarisasi (DASS-21 dan Revised Brief-COPE) dan kuesioner
UNIVEDUNIVED Penggemar perlu menyusun strategi dan melakukan upaya dengan mencari penawaran, mengikuti give away, dan menyesuaikan kemampuan ekonominya dalam mencariPenggemar perlu menyusun strategi dan melakukan upaya dengan mencari penawaran, mengikuti give away, dan menyesuaikan kemampuan ekonominya dalam mencari