STIPASSTIPAS
Sepakat : Jurnal Pastoral KateketikSepakat : Jurnal Pastoral KateketikPenelitian ini dilatarbelakangi oleh bagaimana pembauran sosial antar mahasiswa yang memiliki keanekaragaman dalam setiap Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Dari latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk melihat dan mendeskripsikan pembauran sosial yang terjadi di mahasiswa-mahasiswa organisasi BEM se Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Sebagai informan kunci dari penelitian ini adalah 10 orang presiden mahasiswa dari setiap BEM kampus se Kota Palangka Raya. Uji keabsahan data dengan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi, dan member check. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan Miles and Huberman theory yang mencakup tiga tahap, yaitu dengan mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah mahasiswa mampu memiliki cara pandang tepat dan memahami toleransi, terutama untuk saling menghargai, menerima perbedaan, tolong menolong dan bekerja sama, serta memahami peran sebagai mahasiswa terutama organisasi tiap BEM kampus dalam memelihara pembauran sosial yang tepat, sehingga mampu menjadi pelopor moderasi beragama masa kini.
Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti menyimpulkan bahwa pembauran sosial dalam upaya moderasi beragama di BEM se Kota Palangka Raya sesungguhnya telah tumbuh secara perlahan dan baik dalam relasi antar mahasiswa.Sikap pembauran sosial dalam toleransi ini telah membangun relasi kuat di antara mahasiswa yang memiliki latar belakang suku dan agama yang berbeda.Melalui sikap saling menghargai, menerima perbedaan, tolong menolong, kerja sama, dan dukungan edukasi yang membangun kesadaran kolektif mampu memberi ruang pengenalan dan pembentukan kepribadian positif yang melihat dan menjadikan perbedaan juga keberagaman yang ada sebagai pondasi kekayaan, sehingga tidak ada pengotakan serta sekat-sekat pembatas dalam proses pembauran sosial.Bagaimana mahasiswa khususnya organisasi tiap BEM kampus mampu terbuka, menjaga, dan merawat keberagaman yang ada, sehingga dapat menjamin pembauran sosial yang baik dan tepat, serta mewujudkan mahasiswa yang dinamis dengan rasa toleransi sosial tinggi.Kegiatan yang telah dilakukan oleh presma maupun mahasiswa BEM se kota Palangkaraya menjadi jalan untuk semakin meneguhkan dan mempererat toleransi sosial moderasi beragama.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut tentang peran organisasi BEM dalam menciptakan dan memelihara pembauran sosial yang harmonis di kalangan mahasiswa. Bagaimana BEM dapat menjadi katalisator dalam membangun toleransi sosial dan moderasi beragama di kampus-kampus. Kedua, penelitian dapat fokus pada dampak proyek moderasi beragama terhadap pembauran sosial di kalangan mahasiswa, baik dalam BEM internal kampus maupun dalam relasi dengan BEM kampus lainnya. Ketiga, penelitian juga dapat mengeksplorasi lebih dalam tentang bagaimana mahasiswa dapat menjadi pelopor moderasi beragama dan bagaimana peran mereka dalam menciptakan kehidupan sosial yang aman, tentram, dan damai di lingkungan kampus dan masyarakat.
| File size | 93.62 KB |
| Pages | 12 |
| Short Link | https://juris.id/p-2Mb |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
LAAROIBALAAROIBA Agama memegang peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat, mengatur norma-norma perilaku manusia, serta memberikan arahan untuk mencapai kebaikan dalamAgama memegang peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat, mengatur norma-norma perilaku manusia, serta memberikan arahan untuk mencapai kebaikan dalam
ASSALAMASSALAM Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai media penguatan nilai tawasuth prinsip moderasi dalam Islam di tengahPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai media penguatan nilai tawasuth prinsip moderasi dalam Islam di tengah
OJSOJS Namun, ini melibatkan kewajiban untuk mematuhi hukum, menghormati hak orang lain, dan berkontribusi pada sumur masyarakat. Implementasi hak dan kewajibanNamun, ini melibatkan kewajiban untuk mematuhi hukum, menghormati hak orang lain, dan berkontribusi pada sumur masyarakat. Implementasi hak dan kewajiban
OJSOJS Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TARL) dalamPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TARL) dalam
OJSOJS Model pembelajaran yang efektif meliputi blended learning, inquiry berbasis literasi digital, dan model pembelajaran dengan dukungan teknologi interaktifModel pembelajaran yang efektif meliputi blended learning, inquiry berbasis literasi digital, dan model pembelajaran dengan dukungan teknologi interaktif
OJSOJS Salah satu pendekatan yang dianalisis adalah model pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan), yang dianggapSalah satu pendekatan yang dianalisis adalah model pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan), yang dianggap
OJSOJS Kerangka kerja pendidikan harus mengintegrasikan literasi digital melalui berbagai metodologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana pengetahuanKerangka kerja pendidikan harus mengintegrasikan literasi digital melalui berbagai metodologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana pengetahuan
STAINIDAELADABISTAINIDAELADABI Mereka memaknai Pancasila dalam paradigma dan metode masing-masing. Sebagian sarjana mendorong formalisasi syariah di negara Pancasila, sementara sebagianMereka memaknai Pancasila dalam paradigma dan metode masing-masing. Sebagian sarjana mendorong formalisasi syariah di negara Pancasila, sementara sebagian
Useful /
STIPASSTIPAS Responden penelitian ini adalah siswa beragama Katolik kelas VII yang berjumlah 10 orang. Penelitian dilaksanakan di SMPN 1 Muarateweh. Waktu penelitianResponden penelitian ini adalah siswa beragama Katolik kelas VII yang berjumlah 10 orang. Penelitian dilaksanakan di SMPN 1 Muarateweh. Waktu penelitian
STIPASSTIPAS Salah satu sample dari animisme ini ialah Keramat Abeh Desa Dayu dalam ritual Miwit Abeh, dimana masyarakat Dayak Maanyan orisinal desa Dayu meyakini adikuasaSalah satu sample dari animisme ini ialah Keramat Abeh Desa Dayu dalam ritual Miwit Abeh, dimana masyarakat Dayak Maanyan orisinal desa Dayu meyakini adikuasa
IAIN SALATIGAIAIN SALATIGA Dengan adanya paradigma inklusif, norma-norma hukum fikih/agama Islam yang dibangun dan diterapkan di Indonesia akan lebih toleran atas segala macam perbedaanDengan adanya paradigma inklusif, norma-norma hukum fikih/agama Islam yang dibangun dan diterapkan di Indonesia akan lebih toleran atas segala macam perbedaan
IAIN SALATIGAIAIN SALATIGA Kajian difokuskan pada dialektika hukum Islam dan hukum nasional dalam formulasi hukum perbankan syariah. Dengan pendekatan sejarah perundang-undangan,Kajian difokuskan pada dialektika hukum Islam dan hukum nasional dalam formulasi hukum perbankan syariah. Dengan pendekatan sejarah perundang-undangan,