STIPASSTIPAS

Sepakat : Jurnal Pastoral KateketikSepakat : Jurnal Pastoral Kateketik

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan nilai pintar tuntang harati pada materi aku pribadi yang unik untuk meminimalisir perilaku bullying pada siswa kelas VII di SMPN 1 Muarateweh. Masalah yang didapat peneliti adalah perilaku bullying yang dilakukan oleh para siswa baik itu bullying verbal seperti mengejek fisik sampai dengan perlakuan kasar seperti memukul. Hal tersebut menjadi keprihatinan pihak sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Responden penelitian ini adalah siswa beragama Katolik kelas VII yang berjumlah 10 orang. Penelitian dilaksanakan di SMPN 1 Muarateweh. Waktu penelitian dilaksanakan mulai dari 10 Agustus sampai dengan 20 Agustus 2022. Data dikumpulkan melalui angket tentang perilaku bullying. Data pendukung penelitian ini didapat dengan menggunakan metode wawancara singkat dengan guru agama katolik dan guru bimbingan konseling. Teknik analisis data menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa nilai pintar tuntang harati yang diberikan oleh guru dalam materi aku pribadi yang unik dapat memberikan pemahaman kepada siswa tentang perilaku bullying dan meminimalisir perilaku bullying yang terjadi di SMPN 1 Muarateweh.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa seluruh responden memahami apa yang dimaksud dengan bullying, yang umumnya berupa ejekan verbal.Mayoritas siswa memahami bahwa bullying adalah perilaku negatif dan mengingatkan teman yang melakukan bullying.Penerapan nilai pintar tuntang harati, seperti bertutur kata yang baik dan menghargai sesama, mulai dipahami dan diterapkan oleh siswa di sekolah.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai efektivitas jangka panjang penerapan nilai pintar tuntang harati dalam mencegah perilaku bullying di lingkungan sekolah. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model intervensi yang lebih komprehensif, melibatkan peran aktif siswa, guru, orang tua, dan pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana nilai-nilai budaya lokal, seperti pintar tuntang harati, dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler untuk memperkuat karakter positif siswa dan mencegah terjadinya perilaku bullying. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif bagi perkembangan siswa yang sehat dan harmonis, serta meminimalisir dampak negatif dari perilaku bullying.

  1. #nilai budaya#nilai budaya
  2. #siswa kelas tujuh#siswa kelas tujuh
Read online
File size231.94 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-2Ma
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test