ISASISAS

Journal of Applied Mechanical Engineering Technology and InnovationJournal of Applied Mechanical Engineering Technology and Innovation

RDT (Rock Drill Tools) Powerroc T50 adalah peralatan berat yang banyak digunakan dalam industri pertambangan untuk operasi pengeboran. Kerusakan pada alat ini mengurangi produktivitas dan meningkatkan biaya perawatan, sehingga analisis sistematis sangat penting untuk mengidentifikasi akar penyebab dan merumuskan langkah-langkah pencegahan. Studi ini menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengevaluasi kerusakan pada RDT Powerroc T50. FTA memfasilitasi pemetaan hierarkis hubungan sebab-akibat yang mengarah pada kegagalan sistem. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara teknisi, dan peninjauan laporan perawatan dan catatan kerusakan. Analisis mengungkapkan 14 penyebab berbeda untuk kerusakan pada bagian bor batang dan 7 penyebab pada adaptor shank. Bentuk kerusakan umum—fraktur, keausan, dan retakan—terutama disebabkan oleh faktor-faktor seperti kelelahan alat dan pemantauan yang tidak memadai terhadap batas umur mesin selama perawatan. Wawasan dari pendekatan berbasis FTA memberikan kerangka kerja sistematis untuk mengidentifikasi asal-usul kerusakan dan menerapkan strategi mitigasi yang ditargetkan, sehingga meningkatkan kinerja alat, mengurangi waktu henti, dan menurunkan biaya perawatan jangka panjang.

Analisis kerusakan pada alat bor batuan di PT.Bumi Suksesindo menggunakan metode FTA membantu menganalisis penyebab masalah hingga akar masalahnya.Studi ini berfokus pada analisis kerusakan pada bagian bor batang dan adaptor shank.Kerusakan pada bor batang memiliki 14 jenis penyebab kerusakan, sementara adaptor shank memiliki 7 penyebab kerusakan dengan rata-rata kerusakan berupa fraktur, keausan, dan retakan.Beberapa pemicu kerusakan pada bor batang dan adaptor shank adalah kelelahan alat, sistem operasi yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan, dan perawatan mesin dalam pemeriksaan batas umur mesin.Bumi Suksesindo, untuk melakukan perbaikan prioritas terhadap jenis kecelakaan akibat keausan peralatan sehingga dampak yang dihasilkan dapat diminimalkan dan tidak merugikan perusahaan.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keandalan dan kinerja RDT Powerroc T50. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem pemantauan kondisi (Condition Monitoring System) secara real-time yang terintegrasi dengan data perawatan. Sistem ini dapat memberikan peringatan dini terhadap potensi kerusakan, sehingga memungkinkan tindakan pencegahan yang lebih efektif. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi penggunaan material yang lebih tahan terhadap keausan dan fraktur, seperti paduan logam canggih atau material komposit. Pengujian dan simulasi dapat dilakukan untuk mengidentifikasi material yang paling sesuai dengan kondisi operasi yang ekstrem. Ketiga, penelitian dapat mengkaji efektivitas berbagai strategi perawatan preventif, seperti penjadwalan perawatan berbasis kondisi (Condition-Based Maintenance) atau perawatan prediktif (Predictive Maintenance). Analisis data historis dan pemodelan statistik dapat digunakan untuk mengoptimalkan jadwal perawatan dan meminimalkan downtime.

Read online
File size299.68 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test