UNJUNJ
Jurnal Sains GeografiJurnal Sains GeografiBerbagai kebutuhan akan penggunaan lahan kian merubah bentuk penggunaan lahan dari waktu ke waktu. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi sejalan dengan adanya pembangunan wilayah yang berkelanjutan akibat semakin bertambahnya jumlah penduduk. Kecamatan Gunungpati merupakan salah satu wilayah di bagian selatan Kota Semarang yang memiliki karakteristik yang cenderung agraris. Penggunaan lahan yang telah berubah di Kecamatan Gunungpati dimulai dari penggunaan lahan pertanian berubah menjadi penggunaan lahan non pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan penggunaan lahan yang telah terjadi selama tiga periode dalam kurun waktu per-sepuluh tahun serta bentuk lahan yang terbentuk dari masing-masing tahunnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan analisis overlay untuk melihat perubahan penggunaan lahan. Output yang dihasilkan dari analisis ini berupa peta overlay penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perubahan tata guna lahan di Kecamatan Gunung Pati khususnya pada periode tahun 2002, 2012 dan 2022.
Perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Gunungpati terjadi secara signifikan, terutama karena pertumbuhan penduduk dan kebutuhan akan lahan untuk pemukiman.Ketidakseimbangan antara pemukiman dan lahan hijau dapat meningkatkan risiko bencana alam.Pemerintah perlu mengontrol pembangunan agar ketersediaan lahan terbuka hijau tetap terjaga meskipun kebutuhan pemukiman terus bertambah.
Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai dampak sosial-ekonomi perubahan penggunaan lahan terhadap masyarakat lokal, khususnya petani yang kehilangan mata pencaharian. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pemodelan spasial untuk memprediksi potensi perubahan penggunaan lahan di masa depan dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti pertumbuhan penduduk, perkembangan infrastruktur, dan kebijakan pemerintah. Ketiga, penting untuk menginvestigasi efektivitas berbagai strategi konservasi lahan dan pengelolaan tata ruang dalam meminimalkan dampak negatif dari alih fungsi lahan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif dan relevan bagi perumusan kebijakan yang lebih efektif dalam pengelolaan lahan berkelanjutan di Kecamatan Gunungpati dan wilayah sekitarnya.
| File size | 1.1 MB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
STTCIREBONSTTCIREBON Beberapa faktor yang mempengaruhi kekumuhan yang terjadi di Kanoman Utara antara lain. adanya kedekatan dengan faktor penarik seperti situs sejarah KeratonBeberapa faktor yang mempengaruhi kekumuhan yang terjadi di Kanoman Utara antara lain. adanya kedekatan dengan faktor penarik seperti situs sejarah Keraton
IPBIPB Pasir merupakan komoditas penting untuk konstruksi. Penambangan pasir terbesar di Kabupaten Tasikmalaya terletak di Kecamatan Sukaratu. Kegiatan penambanganPasir merupakan komoditas penting untuk konstruksi. Penambangan pasir terbesar di Kabupaten Tasikmalaya terletak di Kecamatan Sukaratu. Kegiatan penambangan
UPN VeteranUPN Veteran Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori implementasi kebijakan Merilee S. Grindle, mencakup isi kebijakan dan lingkunganMetode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori implementasi kebijakan Merilee S. Grindle, mencakup isi kebijakan dan lingkungan
UNPERBAUNPERBA Faktor ekonomi (68,7%) menjadi pendorong utama alih fungsi, diikuti masalah regenerasi petani (57,3%) dan infrastruktur tidak memadai (42,1%). ProgramFaktor ekonomi (68,7%) menjadi pendorong utama alih fungsi, diikuti masalah regenerasi petani (57,3%) dan infrastruktur tidak memadai (42,1%). Program
UNRUNR Kegiatan dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan pemahaman yang mendalam terkait perencanaan tata ruang dan tantangan transformasi Mangupura dari wilayahKegiatan dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan pemahaman yang mendalam terkait perencanaan tata ruang dan tantangan transformasi Mangupura dari wilayah
USIUSI Sungai Aek Pohon merupakan bagian tengah dari DAS Batang Gadis. Bertambah luasnya kawasan terbangun dan maraknya penambangan galian golongan C di lokasiSungai Aek Pohon merupakan bagian tengah dari DAS Batang Gadis. Bertambah luasnya kawasan terbangun dan maraknya penambangan galian golongan C di lokasi
UNILAUNILA Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan informasi tentang status kesuburan tanah pada dua tipe penutupan lahan, hutan sekunder dan kebun kopi campuranTujuan penelitian ini adalah mendapatkan informasi tentang status kesuburan tanah pada dua tipe penutupan lahan, hutan sekunder dan kebun kopi campuran
UNIRAUNIRA Hasil penelitian menunjukkan dari total 57 kelurahan, terdapat 29 kelurahan yang dikategorikan sebagai kawasan permukiman kumuh, terutama paling banyakHasil penelitian menunjukkan dari total 57 kelurahan, terdapat 29 kelurahan yang dikategorikan sebagai kawasan permukiman kumuh, terutama paling banyak
Useful /
LMULMU 081.214.127,39 di STA 10 475. Berdasarkan penelitian, MSE Wall terbukti sebagai solusi yang efektif dalam menjaga stabilitas lereng, terutama pada kondisi081.214.127,39 di STA 10 475. Berdasarkan penelitian, MSE Wall terbukti sebagai solusi yang efektif dalam menjaga stabilitas lereng, terutama pada kondisi
UNJUNJ Untuk mengantisipasi serta mengurangi dampak yang nantinya ditimbulkan diperlukan adanya pengetahuan terkait tingkat bahaya longsor di Kabupaten Serang.Untuk mengantisipasi serta mengurangi dampak yang nantinya ditimbulkan diperlukan adanya pengetahuan terkait tingkat bahaya longsor di Kabupaten Serang.
APTKLHIAPTKLHI untuk Perlindungan Kayu dari Rayap Perusak Kayu (Cryptotermes cynocephalus Light. DAN Coptotermes curvignathus Holmgren). Sirsak hutan (Annona glabra L.untuk Perlindungan Kayu dari Rayap Perusak Kayu (Cryptotermes cynocephalus Light. DAN Coptotermes curvignathus Holmgren). Sirsak hutan (Annona glabra L.
APTKLHIAPTKLHI Penelitian menunjukkan bahwa melalui teknik densifikasi, kerapatan bilah bambu dapat disamakan sehingga densitas pada bagian bawah meningkat dari 0,40–0,56Penelitian menunjukkan bahwa melalui teknik densifikasi, kerapatan bilah bambu dapat disamakan sehingga densitas pada bagian bawah meningkat dari 0,40–0,56