LMULMU

Buletin Profesi InsinyurBuletin Profesi Insinyur

Permasalahan konstruksi sering muncul akibat rendahnya stabilitas lereng, yang berdampak pada biaya tinggi dan potensi kerusakan bangunan. Penelitian ini menganalisis efektivitas penerapan Dinding Tanah Diperkuat Mekanis (MSE Wall) dalam menangani longsor (studi kasus di Lokasi Pertemuan Kelimutu STA 8 425 dan STA 10 475). MSE Wall dianggap memiliki keunggulan karena mampu menahan beban besar, fleksibel mengikuti kontur tanah, serta tahan gempa. MSE Wall dapat diperkuat menggunakan geogrid dan angkur. Penguatan angkur berfungsi meningkatkan stabilitas dinding terhadap gaya lateral. Sementara itu, dinding kantilever dirancang untuk menahan beban dengan stabilitas tinggi pada lereng curam. Stabilitas lereng dihitung menggunakan metode elemen hingga, metode Rankine, dan metode Bishop (Metode Kesetimbangan Batas). Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan MSE Wall dengan geogrid mampu meningkatkan stabilitas lereng secara signifikan dengan faktor keamanan di STA 10 475 sebesar 1,739 dan di STA 8 425 sebesar 1,559 (>1,3). Analisis RAB juga mengonfirmasi bahwa desain yang paling murah, efektif, dan efisien adalah MSE Wall dengan penguatan geogrid, dengan total biaya Rp1.248.080.571,91 di STA 8 425 dan Rp3.081.214.127,39 di STA 10 475.

Berdasarkan penelitian, MSE Wall terbukti sebagai solusi yang efektif dalam menjaga stabilitas lereng, terutama pada kondisi infiltrasi air hujan yang berlebihan, karena kemampuannya menahan beban besar dan menyesuaikan diri dengan kontur tanah yang tidak beraturan.Dinding kantilever memiliki kinerja baik dalam kondisi statis namun terbatas dalam menghadapi perubahan tingkat air tanah akibat infiltrasi hujan, sementara dinding angkur menunjukkan stabilitas tinggi terutama dalam kondisi gempa.Secara keseluruhan, pemilihan metode penguatan lereng harus mempertimbangkan faktor teknis seperti stabilitas struktural serta faktor non-teknis seperti biaya dan aksesibilitas selama konstruksi.

Pertama, perlu diteliti pengaruh kombinasi geogrid dan sistem drainase bawah tanah terhadap peningkatan stabilitas lereng pada kondisi hujan ekstrem, untuk mengevaluasi apakah integrasi keduanya dapat menurunkan lebih jauh risiko longsor dibandingkan penggunaan MSE Wall saja. Kedua, diperlukan studi tentang respons dinamis dinding MSE yang diperkuat angkur selama gempa berulang, untuk memahami degradasi kekuatan material dan perubahan faktor keamanan sepanjang waktu. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian komparatif tentang kinerja konstruksi bertahap MSE Wall versus metode konvensional dalam kondisi lalu lintas terbatas, guna mengevaluasi kelayakannya di daerah dengan akses jalan sempit dan kebutuhan mobilitas tinggi. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan menawarkan desain yang lebih adaptif, tahan lama, dan operasional secara realistis dalam kondisi lapangan yang kompleks. Dengan memahami interaksi antara material, beban lingkungan, dan logistik konstruksi, hasilnya dapat memberikan panduan lebih komprehensif dalam pemilihan sistem penahan lereng yang optimal.

  1. Slope Stability for Landslide in Road Preservation Working Packages Ende-Wolowaru and Junction-Kelimutu... iptek.its.ac.id/index.php/jifam/article/view/19996Slope Stability for Landslide in Road Preservation Working Packages Ende Wolowaru and Junction Kelimutu iptek its ac index php jifam article view 19996
  2. Summary of the Soil Reinforcement Technical Committee Special Session (IGS TC-R) | E3S Web of Conferences.... e3s-conferences.org/articles/e3sconf/abs/2023/05/e3sconf_geoafrica2023_03010/e3sconf_geoafrica2023_03010.htmlSummary of the Soil Reinforcement Technical Committee Special Session IGS TC R E3S Web of Conferences e3s conferences articles e3sconf abs 2023 05 e3sconf geoafrica2023 03010 e3sconf geoafrica2023 03010 html
Read online
File size1.09 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test