UNJUNJ

Jurnal Sains GeografiJurnal Sains Geografi

Pos pemadam kebakaran merupakan fasilitas publik yang melayani masyarakat dengan memberi pertolongan pertama untuk kejadian atau bencana, terutama kebakaran. Fasilitas ini juga memiliki fungsi lain sebagai tempat kerja pemadam kebakaran. Analisis sebaran pos pemadam kebakaran di Kota Jakarta Pusat menggunakan shape file administrasi Kota Jakarta Pusat, dan Open street google Earth untuk mengetahui letak pos pemadam di Kota Jakarta Pusat. Metode analisis yang diterapkan dalam proyek ini meliputi analisis deskripsi kuantitaif dan metode Nearest neighbour Analysis, dengan hasil pengolahan data yang dilampirkan dalam bentuk peta untuk menganalisis pola sebaran pos pemadam kebakaran secara spasial di Kota Jakarta pusat. Hasil analisis menunjukkan pola sebaran pos pemadam kebakaran di Kota Jakarta Pusat, yang tersebar di 7 kecamatan dan pola sebaran yang dihasilkan adalah pos pemadam kebakaran yang ada di Kota Jakarta Pusat menyebar secara acak. Penelitian ini memberikan informasi mengenai sebaran pos pemadam serta mengetahui pola dari titik pos pemadam kebakaran yang ada di Kota Jakarta Pusat.

Kota Jakarta Pusat memiliki akses jalan yang cukup baik bagi mobil pemadam kebakaran, sebagian besar wilayahnya terhubung oleh jalan arteri dan kolektor sehingga memungkinkan layanan yang cepat.Sebaran 17 pos pemadam kebakaran di Jakarta Pusat tersebar di tujuh kecamatan, namun Kecamatan Sawah Besar tidak memiliki pos karena akses jalan yang sulit.Wilayah utara Kecamatan Sawah Besar belum terjangkau oleh pos pemadam kebakaran yang ada, sehingga diperlukan penambahan pos baru demi pelayanan yang lebih merata dan efektif.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh kepadatan penduduk dan pola lalu lintas harian terhadap waktu respons mobil pemadam kebakaran di setiap kecamatan, agar penempatan pos bisa disesuaikan dengan dinamika mobilitas masyarakat. Kedua, perlu dikaji kelayakan pembangunan pos pemadam kebakaran mikro atau unit respons cepat di wilayah yang saat ini belum terjangkau, seperti bagian utara Kecamatan Sawah Besar, dengan mempertimbangkan keterbatasan lahan dan akses jalan sempit. Ketiga, perlu dilakukan studi tentang pemanfaatan teknologi drone untuk pemantauan dan respons awal kebakaran di kawasan padat dan sulit dijangkau, sebagai solusi inovatif dalam mendukung sistem pemadaman yang lebih efisien di Jakarta Pusat.

Read online
File size1.25 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test