UNJUNJ

Jurnal Sains GeografiJurnal Sains Geografi

Kebakaran adalah salah satu bencana yang tidak dapat diprediksi kemungkinan kapan terjadinya dan dimana akan terjadi, hanya saja pemukiman padat merupakan wilayah yang rentan akan bahaya kebakaran. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini antara lain kepadatan bangunan rumah mukim, kepadatan penduduk, suhu permukaan tanah, dan jaringan jalan. Wilayah Kecamatan Penjaringan yang terletak merupakan salah satu wilayah yang padat di Jakarta Utara. Berdasarkan hasil pengamatan di sketsa google earth, wilayah Kecamatan Penjaringan nantinya akan dibagi dalam lima Kelurahan pemukiman. Kecamatan Penjaringan merupakan kecamatan yang memiliki lima kelurahan, yang dimana pemukiman di sana termasuk kedalam kategori pemukiman yang padat penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daerah yang beresiko terjadi kebakaran di kecamatan Penjaringan Jakarta Utara, dengan menggunakan metode kualitatif dan data sekunder yang telah diperoleh sebagai bentuk analisis hasil data yang ada. Hasil penelitian ini memaparkan hasil klasifikasi suhu permukaan lahan dibagi menjadi tiga kategori yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Kelurahan Pluit, Kelurahan Kapuk Muara, dan Kelurahan Penjaringan memiliki rata-rata suhu permukaan lahan yang tinggi ditandai dengan warna merah.

Kelurahan Pluit, Penjaringan, dan Kapuk Muara memiliki rata-rata suhu permukaan lahan yang tinggi dan berada dalam kategori rawan kebakaran.Penggunaan lahan di Kecamatan Penjaringan didominasi oleh kawasan perumahan, yang berpotensi menyebabkan api cepat menyebar bila terjadi kebakaran.Meskipun curah hujan tergolong tinggi, risiko kebakaran tetap besar karena suhu permukaan lahan yang tinggi di wilayah tersebut.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh desain jalan sempit dan akses evakuasi terbatas terhadap kecepatan penyebaran api dan respons pemadam kebakaran di permukiman padat seperti di Kelurahan Pluit, Penjaringan, dan Kapuk Muara. Kedua, dapat dilakukan penelitian mengenai efektivitas sistem peringatan dini kebakaran berbasis teknologi sederhana yang terjangkau dan mudah diadopsi oleh masyarakat di wilayah tersebut, terutama di rumah-rumah dengan instalasi listrik dan gas yang padat. Ketiga, perlu dikaji bagaimana perubahan tata guna lahan dari kawasan hijau menjadi permukiman memengaruhi mikroklimat lokal, khususnya kenaikan suhu permukaan tanah, yang berkontribusi pada peningkatan risiko kebakaran. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan studi ini dengan pendekatan yang lebih operasional, teknologis, dan lingkungan yang saling terintegrasi untuk memperkuat mitigasi risiko kebakaran di wilayah padat.

  1. jurnal Koridor. kepadatan permukiman ketersediaan ruang anak jurnal koridor authors parmonangan manurung... doi.org/10.32734/koridor.v8i2.1342jurnal Koridor kepadatan permukiman ketersediaan ruang anak jurnal koridor authors parmonangan manurung doi 10 32734 koridor v8i2 1342
  2. PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENANGGULANGAN BENCANA | Jurnal Pemerintahan Dan Keamanan Publik (JP dan... ejournal.ipdn.ac.id/JPKP/article/view/1088PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENANGGULANGAN BENCANA Jurnal Pemerintahan Dan Keamanan Publik JP dan ejournal ipdn ac JPKP article view 1088
Read online
File size955.86 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test