IAIN MADURAIAIN MADURA

AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata SosialAL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial

Produksi fatwā di Indonesia telah didominasi oleh ulama laki-laki dan berakar pada metodologi konvensional yang memprioritaskan sumber-sumber tekstual, sering kali mengabaikan pengalaman hidup perempuan. Artikel ini memeriksa metodologi inovatif yang diusulkan oleh Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) untuk mengembangkan pendekatan fiqh yang adil bagi gender. Dengan memanfaatkan observasi partisipan dari proses pembuatan fatwā KUPI dalam dua acara yang terjadi masing-masing pada tahun 2017 dan 2022, serta analisis literatur, studi ini mengeksplorasi dua pertanyaan kunci: (1) Seberapa jauh metodologi maqāṣid cum-mubādalah KUPI mendorong fiqh yang adil bagi gender? (2) Bagaimana KUPI menerapkan metodologi ini, menggabungkan perspektif pengalaman perempuan dan teks-teks Islam secara literal, dalam mengeluarkan fatwā-nya tentang pernikahan anak dan aborsi dalam kasus pemerkosaan? Analisis ini menyoroti bagaimana kerangka kerja KUPI mengintegrasikan maqāṣid asy-syarīah (tujuan hukum Islam) dengan mubādalah, sebuah perspektif yang menekankan kesetaraan dan timbal balik antara laki-laki dan perempuan. Dinamakan maqāṣid cum-mubādalah, metodologi ini mengakui pengalaman hidup perempuan sebagai salah satu sumber untuk merumuskan pendapat keagamaan, atau fatwā, dalam tradisi hukum Islam. Artikel ini menekankan pentingnya mengintegrasikan perspektif pengalaman perempuan ke dalam diskursus hukum Islam, menawarkan wawasan baru ke interpretasi fiqh yang berkembang yang memprioritaskan keadilan dan kesetaraan.

Metodologi maqāṣid cum-mubādalah, sebagaimana diterapkan oleh KUPI dalam menangani pernikahan anak dan kehamilan akibat pemerkosaan, mengatasi tiga tantangan kunci yang diidentifikasi oleh para sarjana dan aktivis keadilan gender.Pertama, perempuan terlibat aktif di semua tahap proses fatwā, dari pengumpulan data hingga formulasi.Kedua, pengalaman hidup perempuan terintegrasi ke dalam kerangka kerja metodologis fatwā, membentuk keputusan akhir.Ketiga, KUPI telah mengembangkan metodologi fiqh kontemporer yang mendorong keadilan gender.Berbeda dengan pendekatan tradisional yang sering kali mengabaikan pengalaman perempuan, KUPI mengakui otoritas mereka dalam diskursus keagamaan, mendorong keadilan gender dalam hukum Islam.Dengan melibatkan ulama perempuan dalam proses fatwā dan menghargai keahlian mereka, KUPI memastikan pemahaman komprehensif tentang isu-isu gender.Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyelidiki bagaimana fatwā KUPI beroperasi dalam gerakan masyarakat sipil untuk perubahan sosial dan bagaimana ulama perempuan menggunakan pengetahuan mereka untuk mempromosikan kesetaraan gender.Wawancara mendalam dengan ulama perempuan akan menjadi pendekatan yang berharga untuk penelitian masa depan, mengatasi kesenjangan dalam artikel ini.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki implikasi fatwā KUPI dalam gerakan masyarakat sipil untuk perubahan sosial dan bagaimana ulama perempuan menggunakan pengetahuan mereka untuk mempromosikan kesetaraan gender. Wawancara mendalam dengan ulama perempuan akan menjadi pendekatan yang berharga untuk memahami peran mereka dalam mendorong perubahan sosial dan kesetaraan gender. Selain itu, penelitian komparatif tentang metodologi fatwā KUPI dengan institusi fatwā resmi di Indonesia dapat memberikan wawasan tentang perbedaan pendekatan dan dampak mereka pada masyarakat. Akhirnya, studi tentang penerimaan dan implementasi fatwā KUPI di masyarakat dapat memberikan pemahaman tentang bagaimana fatwā ini mempengaruhi praktik dan persepsi masyarakat tentang isu-isu gender dan pernikahan anak.

  1. Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum. maq al shar fatwa indonesian ulama council worship covid pandemic... asy-syirah.uin-suka.com/index.php/AS/article/view/895Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum maq al shar fatwa indonesian ulama council worship covid pandemic asy syirah uin suka index php AS article view 895
  2. WOMEN’S MAJELIS TAKLIM AND THE GRADUAL MOVE TOWARD GENDER EQUALITY | Fadillah | JOURNAL OF INDONESIAN... doi.org/10.15642/JIIS.2023.17.1.100-123WOMENAoS MAJELIS TAKLIM AND THE GRADUAL MOVE TOWARD GENDER EQUALITY Fadillah JOURNAL OF INDONESIAN doi 10 15642 JIIS 2023 17 1 100 123
  3. Legalitas Aborsi Bagi Korban Perkosaan (Tinjauan Menurut Hukum Positif dan Hukum Islam) | Lex Renaissance.... journal.uii.ac.id/Lex-Renaissance/article/view/23727Legalitas Aborsi Bagi Korban Perkosaan Tinjauan Menurut Hukum Positif dan Hukum Islam Lex Renaissance journal uii ac Lex Renaissance article view 23727
  4. Challenging Traditional Islamic Authority: Indonesian Female Ulama and the Fatwa Against Forced Marriages... e-journal.iainptk.ac.id/index.php/jil/article/view/2319Challenging Traditional Islamic Authority Indonesian Female Ulama and the Fatwa Against Forced Marriages e journal iainptk ac index php jil article view 2319
Read online
File size587.41 KB
Pages27
DMCAReport

Related /

ads-block-test