UNIRAUNIRA

Rekayasa: Jurnal Teknik SipilRekayasa: Jurnal Teknik Sipil

Perumahan dan permukiman merupakan bagian dari kehidupan komunitas dan lingkungan sosial, yang secara langsung maupun tidak langsung terjalin hubungan timbal balik antara penghuni dengan huniannya serta lingkungan sekitarnya. Permukiman terbentuk dari hasil interaksi manusia dengan lingkungan alam maupun sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk meng. Observasi dilakukan di 5 kecamatan dengan sampel 7 kelurahan yang dipilih menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan dari total 57 kelurahan, terdapat 29 kelurahan yang dikategorikan sebagai kawasan permukiman kumuh, terutama paling banyak ditemukan di Kecamatan Lowokwaru.

Kawasan slum area di Kota Malang terutama banyak terdapat di Kecamatan Lowokwaru karena kepadatan penduduk yang tinggi serta laju pertumbuhan penduduk yang cukup besar.Semua kecamatan di Kota Malang memiliki kawasan permukiman kumuh yang ditandai dengan kondisi permukiman, akses jalan, dan sarana prasarana umum yang tidak layak.Penggunaan lahan lebih banyak dimanfaatkan untuk permukiman, sedangkan fungsi lahan lainnya hanya digunakan secara terbatas.

Pertama, perlu dikaji lebih dalam bagaimana dinamika sosial ekonomi masyarakat di kawasan kumuh memengaruhi pola pertumbuhan permukiman informal, terutama di Kecamatan Lowokwaru yang menjadi pusat kawasan kumuh. Kedua, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas penataan kawasan kumuh dengan melibatkan partisipasi masyarakat secara aktif, untuk menilai sejauh mana program penataan mampu meningkatkan kualitas hidup tanpa memicu penggusuran atau kehilangan akses ekonomi warga. Ketiga, penting untuk mengevaluasi ketersediaan dan akses terhadap sarana prasarana dasar seperti air bersih, sanitasi, dan jalan layak huni dalam konteks kepadatan ekstrem, serta bagaimana kondisi ini memengaruhi kesehatan masyarakat dan mobilitas sehari-hari. Penelitian lanjutan juga sebaiknya mempertimbangkan faktor geospasial seperti risiko bencana banjir dan longsor akibat lokasi permukiman di bantaran sungai. Gagasan ini bisa dikembangkan menjadi studi interdisipliner yang menggabungkan perencanaan kota, kesehatan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, solusi yang dihasilkan tidak hanya fisik tetapi juga sosial dan ekonomi. Penelitian juga bisa membandingkan kondisi kawasan kumuh sebelum dan setelah intervensi pemerintah. Pendekatan partisipatif bisa menjadi metode utama untuk menjamin validitas data dan penerimaan solusi oleh warga. Hasilnya dapat menjadi dasar kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Penelitian semacam ini sangat relevan mengingat target program bebas kawasan kumuh di Kota Malang pada tahun 2019.

  1. #air bersih#air bersih
  2. #sosial ekonomi#sosial ekonomi
Read online
File size578.24 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2IP
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test