MGEDUKASIAMGEDUKASIA
PUSAKA : Jurnal Pengabdian MasyarakatPUSAKA : Jurnal Pengabdian MasyarakatKebijakan Merdeka Belajar menekankan metode pengajaran inovatif dan penggunaan teknologi untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang interaktif dan berpusat pada siswa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dan calon guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) menggunakan platform Assemblr EDU. Pelatihan melibatkan 40 peserta, terdiri dari 10 guru SMAN 2 Dewantara dan 30 calon guru (mahasiswa dan alumni) dari FKIP Universitas Malikussaleh. Pelatihan berlangsung selama dua hari di masing-masing lokasi, meliputi sesi teori, demonstrasi, praktik mandiri, dan evaluasi. Peserta mempelajari konsep AR, penggunaan platform Assemblr EDU, dan langkah-langkah pembuatan media pembelajaran berbasis AR. Hasil evaluasi menggunakan kuesioner menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi, dengan skor rata-rata 4,8 (96%) untuk materi pelatihan dan 4,6 (92%) untuk sesi praktik. Kegiatan ini menunjukkan potensi Assemblr EDU sebagai alat efektif dalam mengintegrasikan AR ke dalam pembelajaran. Selain itu, pelatihan ini menyoroti pentingnya penyediaan fasilitas yang memadai dan pelatihan lanjutan untuk mengatasi tantangan teknis. Kegiatan ini mendukung tujuan pendidikan abad ke-21 dengan mendorong integrasi teknologi dalam proses belajar mengajar.
Pelatihan pengembangan media pembelajaran berbasis AR ini berhasil meningkatkan kompetensi peserta dalam memanfaatkan teknologi modern untuk mendukung pembelajaran interaktif.Tingkat kepuasan yang tinggi menunjukkan bahwa kegiatan ini sesuai dengan kebutuhan peserta.Ke depan, diusulkan pelatihan lanjutan untuk memperdalam kemampuan peserta dalam menciptakan proyek AR yang lebih kompleks.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan modul AR yang lebih kompleks untuk topik pelajaran spesifik seperti biologi atau matematika. Selain itu, perlu dikaji adaptabilitas platform Assemblr EDU di daerah dengan akses internet terbatas untuk meningkatkan inklusivitas. Terakhir, penting untuk mengeksplorasi pengintegrasian AR ke dalam kurikulum berbasis proyek untuk melatih keterampilan kolaborasi dan pemecahan masalah siswa secara holistik.
- Pengembangan Modul Pembelajaran Kimia Berbasis Augmented Reality | Ramadani | Chemistry Education Review... doi.org/10.26858/cer.v3i2.13766Pengembangan Modul Pembelajaran Kimia Berbasis Augmented Reality Ramadani Chemistry Education Review doi 10 26858 cer v3i2 13766
- Introduction to Basic Measurement Tools to Support Science Learning at SD Negeri 9 Dewantara | Jurnal... doi.org/10.55927/jpmb.v2i1.2737Introduction to Basic Measurement Tools to Support Science Learning at SD Negeri 9 Dewantara Jurnal doi 10 55927 jpmb v2i1 2737
- Peningkatan Kapasitas Guru dalam Mengembangkan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality untuk Menyelaraskan... doi.org/10.17509/historia.v5i1.38950Peningkatan Kapasitas Guru dalam Mengembangkan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality untuk Menyelaraskan doi 10 17509 historia v5i1 38950
| File size | 484.14 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
PAPANDAPAPANDA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana integrasi teknologi, khususnya penggunaan aplikasi Kahoot. dalam proses evaluasi pembelajaran dapatPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana integrasi teknologi, khususnya penggunaan aplikasi Kahoot. dalam proses evaluasi pembelajaran dapat
PAPANDAPAPANDA Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa kemampuan penalaran matematis mayoritas peserta didik berada di level kategori sedang dengan persentase rata-rataBerdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa kemampuan penalaran matematis mayoritas peserta didik berada di level kategori sedang dengan persentase rata-rata
PAPANDAPAPANDA Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan media Augmented Reality (AR) Melalui aplikasi GeoGebra 3D dalam meningkatkan hasil belajar padaPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan media Augmented Reality (AR) Melalui aplikasi GeoGebra 3D dalam meningkatkan hasil belajar pada
PAPANDAPAPANDA Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dengan dua siklus. Subjek penelitian yang digunakan adalah peserta didik kelasJenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dengan dua siklus. Subjek penelitian yang digunakan adalah peserta didik kelas
PAPANDAPAPANDA Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 136 peserta didik di SMAN 7 Padang. Instrumen penelitianPenelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 136 peserta didik di SMAN 7 Padang. Instrumen penelitian
PAPANDAPAPANDA Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan dinyatakan valid dengan skor validitas sebesar 78,2%. Selain itu bahan ajar ini juga sangatHasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan dinyatakan valid dengan skor validitas sebesar 78,2%. Selain itu bahan ajar ini juga sangat
PAPANDAPAPANDA Sampel penelitian terdiri dari satu kelas yang dipilih sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi tes untuk mengukur hasilSampel penelitian terdiri dari satu kelas yang dipilih sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi tes untuk mengukur hasil
KJPUPIKJPUPI Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas Augmented Reality (AR) dalam meningkatkan kemampuan CT siswa kelas tujuh sekolah menengah pertama.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas Augmented Reality (AR) dalam meningkatkan kemampuan CT siswa kelas tujuh sekolah menengah pertama.
Useful /
MGEDUKASIAMGEDUKASIA Namun, kemampuan siswa dalam menyusun makalah ilmiah, menyajikan presentasi akademik, serta memanfaatkan sumber bacaan secara optimal masih tergolong rendah.Namun, kemampuan siswa dalam menyusun makalah ilmiah, menyajikan presentasi akademik, serta memanfaatkan sumber bacaan secara optimal masih tergolong rendah.
MGEDUKASIAMGEDUKASIA Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman guru sebesar 45%, dengan 80% peserta berhasil mengintegrasikan SDGs dalam pembelajaran.Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman guru sebesar 45%, dengan 80% peserta berhasil mengintegrasikan SDGs dalam pembelajaran.
MGEDUKASIAMGEDUKASIA Selain itu juga siswa lebih bersemangat mengikuti pembelajaran. Dengan adanya keempat tantangan yang telah diterapkan selama kegiatan siswa juga lebihSelain itu juga siswa lebih bersemangat mengikuti pembelajaran. Dengan adanya keempat tantangan yang telah diterapkan selama kegiatan siswa juga lebih
MGEDUKASIAMGEDUKASIA Metode yang digunakan adalah pelatihan langsung kepada siswa SMK Negeri 8 Pekanbaru. Tahapan kegiatan terdiri dari analisis situasi (observasi lapanganMetode yang digunakan adalah pelatihan langsung kepada siswa SMK Negeri 8 Pekanbaru. Tahapan kegiatan terdiri dari analisis situasi (observasi lapangan