MGEDUKASIAMGEDUKASIA

PUSAKA : Jurnal Pengabdian MasyarakatPUSAKA : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Alat Ukur Mekanik berperan penting dalam keterampilan dasar siswa kejuruan. Dengan bekal keterampilan membaca Alat Ukur Mekanik, mereka diharapkan siap memasuki dunia kerja atau industri. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan keterampilan siswa dalam menggunakan Alat Ukur Mekanik. Metode yang digunakan adalah pelatihan langsung kepada siswa SMK Negeri 8 Pekanbaru. Tahapan kegiatan terdiri dari analisis situasi (observasi lapangan dan wawancara), persiapan kegiatan (penyusunan proposal), dan pelaksanaan (pelatihan dan evaluasi). Pelatihan dilaksanakan dalam satu kali pertemuan dan berjalan lancar. Hasil pengabdian dilihat dari tingkat pemahaman peserta mengenai penerapan membaca Alat Ukur Mekanik sebelum dan sesudah pelatihan. Analisis menunjukkan tingkat pemahaman siswa sebelum pelatihan berada pada kategori cukup (53,78%), meningkat menjadi baik (79,4%) setelah pelatihan. Secara umum, dapat disimpulkan bahwa pemahaman siswa tentang penerapan membaca Alat Ukur Mekanik di SMK Negeri 8 Pekanbaru meningkat setelah pelatihan.

Kegiatan pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam membaca alat ukur mekanik bagi siswa kelas X di SMKN 8 Pekanbaru.Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan efektif dalam meningkatkan kompetensi peserta.Disarankan agar pelatihan serupa dilanjutkan di luar jam pelajaran dan diperluas dengan praktik langsung membaca alat ukur mekanik.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas pelatihan alat ukur mekanik jika dilaksanakan secara berkala dalam beberapa sesi, bukan hanya satu kali pertemuan, untuk melihat dampak jangka panjang terhadap penguasaan keterampilan siswa. Kedua, penting untuk menguji integrasi pelatihan berbasis simulasi digital atau augmented reality dalam pembelajaran alat ukur mekanik, guna mengevaluasi peningkatan keterlibatan dan pemahaman peserta melalui pendekatan teknologi. Ketiga, sebaiknya dikaji penerapan pelatihan serupa di luar jam mata pelajaran resmi dengan modul yang lebih intensif, termasuk praktik langsung menggunakan alat ukur pada komponen otomotif nyata, untuk menilai pengaruhnya terhadap kesiapan kerja siswa. Gabungan ketiga pendekatan ini dapat menghasilkan model pelatihan yang lebih komprehensif dan relevan dengan tuntutan industri. Dengan pendekatan bertahap, berbasis teknologi, dan praktik nyata, diharapkan keterampilan membaca alat ukur mekanik tidak hanya dipahami secara teoretis, tetapi juga dikuasai secara fungsional. Penelitian lanjutan sebaiknya juga mempertimbangkan perbedaan gaya belajar siswa dalam merancang metode pelatihan. Selain itu, perlu diteliti durasi ideal pelatihan tambahan agar tidak mengganggu kurikulum reguler namun tetap memberi manfaat maksimal. Evaluasi kesiapan kerja pasca pelatihan juga penting dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Dengan demikian, pelatihan dapat terus dikembangkan menjadi program bimbingan vokasional yang sistematis. Model ini dapat menjadi referensi bagi sekolah lain dalam meningkatkan kompetensi teknis siswa SMK.

  1. RELEVANSI MATERI MATA KULIAH BODI OTOMOTIF DAN MATERI MATA PELAJARAN TEKNIK PERBAIKAN BODI OTOMOTIF DENGAN... doi.org/10.17509/jmee.v2i1.1156RELEVANSI MATERI MATA KULIAH BODI OTOMOTIF DAN MATERI MATA PELAJARAN TEKNIK PERBAIKAN BODI OTOMOTIF DENGAN doi 10 17509 jmee v2i1 1156
  2. Pelatihan Kompetensi Gambar Teknik Otomotif Siswa SMK Muhammadiyah Petanahan | JURPIKAT (Jurnal Pengabdian... doi.org/10.37339/jurpikat.v2i1.479Pelatihan Kompetensi Gambar Teknik Otomotif Siswa SMK Muhammadiyah Petanahan JURPIKAT Jurnal Pengabdian doi 10 37339 jurpikat v2i1 479
  1. #pemahaman siswa#pemahaman siswa
  2. #alat ukur#alat ukur
Read online
File size302.18 KB
Pages3
Short Linkhttps://juris.id/p-2II
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test