UPN VeteranUPN Veteran
Dinamika Governance : Jurnal Ilmu Administrasi NegaraDinamika Governance : Jurnal Ilmu Administrasi NegaraPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan alih fungsi lahan tambak menjadi kawasan perumahan di Desa Banjar Kemuning, Kabupaten Sidoarjo. Permasalahan yang diangkat ialah sejauh mana kebijakan ini berjalan sesuai regulasi dan bagaimana respon para aktor yang terlibat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori implementasi kebijakan Merilee S. Grindle, mencakup isi kebijakan dan lingkungan implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih fungsi didorong oleh kepentingan ekonomi masyarakat, strategi komersial pengembang, dan pendekatan regulatif dari pemerintah daerah. Proses pengambilan keputusan bersifat top-down dan minim partisipasi warga. Meskipun prosedur teknis seperti KKPR, site plan, dan kajian drainase telah dipenuhi, dampak negatif seperti banjir dan kerusakan jalan tetap terjadi. Koordinasi antar lembaga teknis berjalan, tetapi belum responsif terhadap dampak sosial dan lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi sangat dipengaruhi oleh kesesuaian antara isi kebijakan, strategi aktor pelaksana, dan respons terhadap dinamika lokal.
Partisipasi masyarakat yang minim dalam proses pengambilan keputusan, serta kurangnya responsif terhadap dampak sosial dan lingkungan, menjadi tantangan utama dalam implementasi kebijakan tersebut.Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dalam koordinasi lintas sektor, peningkatan transparansi, dan partisipasi masyarakat untuk memastikan implementasi kebijakan yang lebih adil dan berkelanjutan.
Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai dampak sosial dan lingkungan dari alih fungsi lahan tambak, termasuk dampaknya terhadap mata pencaharian masyarakat dan ekosistem pesisir. Kedua, penting untuk mengembangkan model partisipasi masyarakat yang efektif dalam perencanaan tata ruang, sehingga masyarakat dapat berperan aktif dalam pengambilan keputusan yang memengaruhi kehidupan mereka. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen ekonomi dan regulasi yang mendorong pengelolaan lahan berkelanjutan, serta meminimalkan dampak negatif dari alih fungsi lahan, seperti pemberian insentif bagi pengembang yang menerapkan praktik ramah lingkungan dan mekanisme kompensasi yang adil bagi masyarakat terdampak. Dengan menggabungkan ketiga saran tersebut, diharapkan dapat terwujud kebijakan tata ruang yang lebih berpihak pada kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
| File size | 318.31 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
IPBIPB Hasil penelitian menunjukkan laju erosi berkisar antara 163,49 hingga 1. 194,16 ton/ha/tahun dengan Tingkat Bahaya Erosi (TBE) sangat berat. Nilai TSSHasil penelitian menunjukkan laju erosi berkisar antara 163,49 hingga 1. 194,16 ton/ha/tahun dengan Tingkat Bahaya Erosi (TBE) sangat berat. Nilai TSS
KEMENSOSKEMENSOS Kondisi ini disebabkan oleh faktor ekonomi, sosial, dan lingkungan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan mengkaji upaya pengentasan kemiskinan melaluiKondisi ini disebabkan oleh faktor ekonomi, sosial, dan lingkungan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan mengkaji upaya pengentasan kemiskinan melalui
USIUSI Bertambah luasnya kawasan terbangun dan maraknya penambangan galian golongan C di lokasi ini dikhawatirkan akan mengakibatkan berkurangnya fungsi kawasanBertambah luasnya kawasan terbangun dan maraknya penambangan galian golongan C di lokasi ini dikhawatirkan akan mengakibatkan berkurangnya fungsi kawasan
STTCIREBONSTTCIREBON Bahkan dalam sejarah Islam, masjid turut memegang peranan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan hingga kemiliteran. Masjid Kanoman ini pernah menjadi pusatBahkan dalam sejarah Islam, masjid turut memegang peranan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan hingga kemiliteran. Masjid Kanoman ini pernah menjadi pusat
UNIPASBYUNIPASBY Metode penelitian yang digunakan berupa metode studi kasus non empiris. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan campuran kuantitatif danMetode penelitian yang digunakan berupa metode studi kasus non empiris. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan campuran kuantitatif dan
UNILAUNILA Parameter digunakan dengan uji F pada taraf nyata 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang berpengaruh nyata terhadap insidenParameter digunakan dengan uji F pada taraf nyata 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang berpengaruh nyata terhadap insiden
UNILAUNILA Hal ini berkaitan dengan daya dukung tanah terhadap pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan informasi tentang status kesuburan tanahHal ini berkaitan dengan daya dukung tanah terhadap pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan informasi tentang status kesuburan tanah
UNILAUNILA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perubahan tutupan hutan dan lahan, tingkat kemiskinan, dan pendapatan di sektor-sektor ekonomi terhadapPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perubahan tutupan hutan dan lahan, tingkat kemiskinan, dan pendapatan di sektor-sektor ekonomi terhadap
Useful /
APTKLHIAPTKLHI Dimensi keberlanjutan ECO, EGY, LIT, dan ACT berpengaruh langsung positif signifikan terhadap SCF. Pengujian hipotesis mediasi menunjukkan bahwa terdapatDimensi keberlanjutan ECO, EGY, LIT, dan ACT berpengaruh langsung positif signifikan terhadap SCF. Pengujian hipotesis mediasi menunjukkan bahwa terdapat
UNIPASBYUNIPASBY Kondisi jalan menuju Pantai Binalatung cukup baik dan terjangkau oleh kendaraan pribadi, namun di beberapa ruas masih terdapat kondisi jalan berlubang.Kondisi jalan menuju Pantai Binalatung cukup baik dan terjangkau oleh kendaraan pribadi, namun di beberapa ruas masih terdapat kondisi jalan berlubang.
UNILAUNILA Penelitian menemukan total 38 jenis burung dari 20 famili, dengan 19 jenis di hutan pinus, 24 jenis di hutan campuran, dan 5 jenis yang hadir di keduaPenelitian menemukan total 38 jenis burung dari 20 famili, dengan 19 jenis di hutan pinus, 24 jenis di hutan campuran, dan 5 jenis yang hadir di kedua
UNIDAUNIDA Prevalensi masing-masing ektoparasit adalah Trichodina sp. 11- 41%, Dactylogyrus sp. 5-38% dan Vorticella sp. 0-20%. Ektoparasit yang menginfeksi benihPrevalensi masing-masing ektoparasit adalah Trichodina sp. 11- 41%, Dactylogyrus sp. 5-38% dan Vorticella sp. 0-20%. Ektoparasit yang menginfeksi benih