UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan FarmasiJurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi

Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan global yang berdampak signifikan terhadap peningkatan risiko penyakit kronis dan penurunan produktivitas kerja. Dalam lingkungan kerja modern, banyak perusahaan mulai mengadopsi program kesehatan korporat sebagai upaya preventif untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan secara menyeluruh. Pemantauan indikator fisiologis secara berkala menjadi kunci keberhasilan program ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perubahan indikator fisiologis berupa lingkar perut, indeks massa tubuh (IMT), dan massa otot pada peserta program kesehatan korporat selama tiga bulan, serta mengevaluasi efektivitas program terhadap peningkatan status kesehatan karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan total partisipan sebanyak 30 karyawan yang dipantau selama tiga bulan berturut-turut. Intervensi yang diberikan berupa pelaksanaan health talk tentang penyuluhan gizi dan senam bersama atau latihan beban yang dilakukan dua kali dalam satu minggu. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan body composition analyzer (BFA). Hasil menunjukkan adanya penurunan rata-rata lingkar perut dari 103,6 cm menjadi 98,92 cm, peningkatan massa otot dari 30,79 kg menjadi 54,77 kg, serta penurunan IMT dari 31,39 menjadi 30,98. Tren perubahan ini mengindikasikan perbaikan komposisi tubuh dan penurunan risiko penyakit metabolik. Kesimpulannya, program kesehatan korporat yang dirancang secara terstruktur dan berbasis data fisiologis memberikan dampak positif terhadap kondisi kesehatan karyawan. Program ini berpotensi menjadi strategi preventif yang efektif dalam lingkungan kerja dan perlu dilanjutkan dengan pendekatan integratif untuk hasil jangka panjang.

Berdasarkan hasil pemantauan fisiologis selama tiga bulan terhadap peserta Corporate Wellness Program, dapat disimpulkan bahwa program ini memberikan dampak positif terhadap indikator kesehatan peserta, yaitu.Mengalami penurunan bertahap dari bulan ke-0 hingga bulan ke-3.Hal ini menunjukkan terjadinya pengurangan lemak viseral, yang merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit metabolik.Terjadi peningkatan yang signifikan pada bulan pertama dan tetap stabil pada bulan ke-2 dan ke-3.Ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik dalam program efektif dalam meningkatkan dan mempertahankan kebugaran otot peserta.Mengalami penurunan ringan namun stabil selama tiga bulan.Walaupun perubahan tidak drastis, tren ini menunjukkan arah positif dalam pengelolaan berat badan.Secara umum, implementasi program wellness ini berhasil menciptakan perbaikan komposisi tubuh dan memberikan kontribusi terhadap pencegahan risiko penyakit kronis.Hasil ini menunjukkan pentingnya pendekatan yang proaktif dan berbasis data dalam meningkatkan kesehatan karyawan secara menyeluruh.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas program wellness jangka panjang dengan pemantauan lebih dari tiga bulan untuk menilai keberlanjutan perbaikan kesehatan. Selain itu, pengembangan pendekatan terintegrasi yang menggabungkan edukasi gizi, konseling psikologis, dan pelatihan manajemen stres dapat meningkatkan efektivitas intervensi. Selanjutnya, penelitian perlu mengeksplorasi strategi personalisasi program berdasarkan respons fisiologis individu untuk meningkatkan hasil kesehatan yang lebih optimal.

  1. Lack of Exercise Is a Major Cause of Chronic Diseases - Booth - Major Reference Works - Wiley Online... doi.org/10.1002/cphy.c110025Lack of Exercise Is a Major Cause of Chronic Diseases Booth Major Reference Works Wiley Online doi 10 1002 cphy c110025
Read online
File size248.52 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test