UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan FarmasiJurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi

Hiperurisemia merupakan kondisi peningkatan kadar asam urat dalam tubuh yang dapat memicu terjadinya asam urat dan berbagai gangguan metabolik lainnya. Di Indonesia, prevalensi hiperurisemia terus meningkat seiring bertambahnya usia dan pola hidup yang tidak sehat sementara terapi konvensional seperti allopurinol masih memiliki keterbatasan akibat efek samping yang menyertainya. Oleh karena itu, diperlukan pengobatan alternatif yang lebih aman dan efektif salah satunya melalui pemanfaatan tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau potensi tanaman obat dalam menurunkan kadar asam urat berdasarkan hasil-hasil studi in vivo. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah 32 jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Dari analisis tersebut diperoleh 15 tanaman herbal yang memiliki aktivitas antihiperurisemia, terutama karena kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Mekanisme utama yang teridentifikasi adalah penghambatan enzim xantin oksidase dan peningkatan ekskresi asam urat melalui urin. Tiga tanaman yang menunjukkan hasil paling signifikan dalam menurunkan kadar asam urat secara in vivo adalah daun leilem, bunga sepatu, dan daun kelor dengan dosis optimal masing-masing. Kesimpulan dari pengamatan ini menunjukkan bahwa tanaman obat memiliki prospek besar sebagai terapi pendamping atau alternatif dalam pengelolaan hiperurisemia. Namun, validasi lebih lanjut melalui uji klinis masih sangat diperlukan untuk mendukung pengoperasian secara luas dalam praktik klinis.

Kesimpulan dari pengamatan ini menunjukkan bahwa tanaman obat memiliki prospek besar sebagai terapi pendamping atau alternatif dalam pengelolaan hiperurisemia.Namun, validasi lebih lanjut melalui uji klinis masih sangat diperlukan untuk mendukung pengoperasian secara luas dalam praktik klinis.

Untuk memperkuat potensi tanaman obat sebagai terapi alternatif hiperurisemia, perlu dilakukan uji klinis terhadap tiga tanaman paling efektif (daun leilem, bunga sepatu, dan daun kelor) untuk membuktikan efikasinya pada manusia. Selanjutnya, penelitian dapat mengkaji kombinasi tanaman obat dengan obat konvensional seperti allopurinol untuk meningkatkan efek terapeutik. Terakhir, penting untuk mengevaluasi keamanan jangka panjang dan dosis optimal penggunaan tanaman obat dalam pengelolaan hiperurisemia.

  1. EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN SIDAGURI (Sida rhombifolia L.) TERHADAP... ejournal.delihusada.ac.id/index.php/JPFH/article/view/315EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN SIDAGURI Sida rhombifolia L TERHADAP ejournal delihusada ac index php JPFH article view 315
  2. Aktivitas Antihiperurisemia Ekstrak Etanol Daun Sungkai (Peronema canescens Jack) Pada Mencit Putih Jantan... doi.org/10.23917/pharmacon.v18i01.12880Aktivitas Antihiperurisemia Ekstrak Etanol Daun Sungkai Peronema canescens Jack Pada Mencit Putih Jantan doi 10 23917 pharmacon v18i01 12880
  3. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daging Buah Mangga (Mangifera Indica.L) Varietas Gedong Gincu Terhadap Kadar... ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/manuju/article/view/12939Pengaruh Pemberian Ekstrak Daging Buah Mangga Mangifera Indica L Varietas Gedong Gincu Terhadap Kadar ejurnalmalahayati ac index php manuju article view 12939
  4. BIO-EDU. efek pemberian ekstrak etanol daun leilem clerodendrum minahasae kreatinin asam urat ureum tikus... doi.org/10.32938/jbe.v4i3.419BIO EDU efek pemberian ekstrak etanol daun leilem clerodendrum minahasae kreatinin asam urat ureum tikus doi 10 32938 jbe v4i3 419
Read online
File size448.52 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test