JURNALWIDYALAKSMIJURNALWIDYALAKSMI
Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatJurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatMasa tahap perkembangan remaja memiliki masa perkembangan yang pesat baik fisik maupun psikologis. Masa remaja juga sering terjadi krisis identitas yang membuat remaja bingung untuk menentukan benar atau salah tindakan yang dilakukannya. Remaja merupakan salah satu potensi yang besar sebagai kelompok produktif, namun jika seorang remaja kehilangan arah maupun salah dalam bergaul maka menyumbang angka tertinggi dalam kerentanan terhadap perilaku menyimpang dan beresiko. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membentuk kader remaja di Banjar Batu Culung, Kerobokan dan mengurangi angka kejadian pernikahan dini serta seks bebas dikalangan remaja. Pelatihan diberikan kepada 30 anak remaja selama 3 hari pemberian materi dan selama 1 bulan untuk pendampingan peer education kepada remaja lainnya di lingkungan sekitar yang belum mendapatkan pelatihan. Hasil dari kegiatan yang dilakukan bahwa tedapat peningkatan pengetahuan kader dari 43% menjadi 57% terkait kesehatan reproduksi secara menyeluruh. Evaluasi akhir keberhasilan pelatihan ini adalah tim pelaksana mampu menyiapkan peer education yang baik untuk masyarakat sekitar terutama remaja.
Kader remaja yang belum terbentuk dengan baik di Banjar Batu Culung, Kerobokan setelah diadakan pelatihan terbentuk dengan baik dibawah anggota tetap Truna Truni Banjar Batu Culung.Para kader yang terbentuk dari semenjak pelatihan hingga seterusnya akan berperan sebagai peer education di Banjar tersebut sehingga dapat meminimalkan permasalahan pada seks bebas dan pernikahan yang masih lumrah dikalangan remaja.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang pendidikan peer education terhadap perilaku seksual remaja di wilayah lain. Selain itu, studi lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi peran orang tua dalam memengaruhi keputusan remaja mengenai pernikahan dini. Penelitian juga dapat mengembangkan metode inovatif untuk meningkatkan partisipasi remaja dalam program edukasi kesehatan reproduksi, dengan mempertimbangkan perbedaan budaya dan akses teknologi di berbagai daerah.
- Website Suspended. suspended temporarily due reasons including billing issues policy violations actions... ejournal.itekes-bali.ac.id/jrkn/article/view/135Website Suspended suspended temporarily due reasons including billing issues policy violations actions ejournal itekes bali ac jrkn article view 135
- KOMUNIKASI ORANGTUA-REMAJA DAN PENDIDIKAN ORANGTUA DENGAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO PADA REMAJA | Unnes... journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujph/article/view/13734KOMUNIKASI ORANGTUA REMAJA DAN PENDIDIKAN ORANGTUA DENGAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO PADA REMAJA Unnes journal unnes ac sju index php ujph article view 13734
| File size | 350.86 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Tujuan: Menganalisis hubungan kejadian Acne Vulgaris dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja di klinik dr. Rissa Beauty Care Gresik Metodologi Penelitian:Tujuan: Menganalisis hubungan kejadian Acne Vulgaris dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja di klinik dr. Rissa Beauty Care Gresik Metodologi Penelitian:
UM SURABAYAUM SURABAYA Program sekolah pra nikah yang dilaksanakan oleh Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Surabaya terbukti efektif dalam mencegah perceraian denganProgram sekolah pra nikah yang dilaksanakan oleh Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Surabaya terbukti efektif dalam mencegah perceraian dengan
SARI MUTIARASARI MUTIARA Berbagai langkah dan upaya dilakukan untuk menurunkan angka kematian yang diakibatkan oleh penyakit HIV dan virus. Human Immunodeficiency Virus atau disingkatBerbagai langkah dan upaya dilakukan untuk menurunkan angka kematian yang diakibatkan oleh penyakit HIV dan virus. Human Immunodeficiency Virus atau disingkat
ADI JOURNALADI JOURNAL Latar belakang: World Health Organization (WHO) mendefinisikan remaja adalah individu berusia 10-19 tahun yang merupakan masa transisi dimana mereka seringLatar belakang: World Health Organization (WHO) mendefinisikan remaja adalah individu berusia 10-19 tahun yang merupakan masa transisi dimana mereka sering
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA 72% dari jumlah total remaja usia 10-24 tahun yang terjangkau layanan youth centre. Angka ini menggambarkan jumlah remaja yang terpapar informasi dan layanan72% dari jumlah total remaja usia 10-24 tahun yang terjangkau layanan youth centre. Angka ini menggambarkan jumlah remaja yang terpapar informasi dan layanan
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Hasil kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik, terdapat peningkatan pengetahuan remaja tentang bahaya merokok sebelum dan sesudah diberikan intervensiHasil kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik, terdapat peningkatan pengetahuan remaja tentang bahaya merokok sebelum dan sesudah diberikan intervensi
ITEKES BALIITEKES BALI Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku laki-laki usia 15-19 tahun dalam pencegahan penularan HIV/AIDS di Desa Sibang Kaja KecamatanTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku laki-laki usia 15-19 tahun dalam pencegahan penularan HIV/AIDS di Desa Sibang Kaja Kecamatan
UNTAG SMDUNTAG SMD Analisis data dilakukan dengan korelasi analisis berganda dengan bantuan dari SPSS 13. 0 For Windows. Dari hasil analisis data penelitian diperoleh nilaiAnalisis data dilakukan dengan korelasi analisis berganda dengan bantuan dari SPSS 13. 0 For Windows. Dari hasil analisis data penelitian diperoleh nilai
Useful /
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Tujuan dari penerapan asuhan keperawatan ini tercapai, ditandai dengan penurunan di setiap indikator risiko perilaku kekerasan. Pada pasien 1 ditemukanTujuan dari penerapan asuhan keperawatan ini tercapai, ditandai dengan penurunan di setiap indikator risiko perilaku kekerasan. Pada pasien 1 ditemukan
ITEKES BALIITEKES BALI Secara umum, informan dalam penelitian ini sudah pernah memanfaatkan layanan kesehatan tradisional seperti pijat, namun belum begitu paham tentang akupresur.Secara umum, informan dalam penelitian ini sudah pernah memanfaatkan layanan kesehatan tradisional seperti pijat, namun belum begitu paham tentang akupresur.
ITEKES BALIITEKES BALI Alat Permainan Edukatif (APE) khususnya permainan ular tangga dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran tentang perilaku mencuci tangan padaAlat Permainan Edukatif (APE) khususnya permainan ular tangga dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran tentang perilaku mencuci tangan pada
ITEKES BALIITEKES BALI Aktivitas intervensi meliputi pembentukan aliansi kerja, pengenalan skizofrenia, strategi perawatan dan rehabilitasi, mekanisme koping, serta strategiAktivitas intervensi meliputi pembentukan aliansi kerja, pengenalan skizofrenia, strategi perawatan dan rehabilitasi, mekanisme koping, serta strategi